Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Panduan Membuat Situs E-Commerce Bagi Wirausaha

Belakangan kita dapatkan semakin banyak pebisnis yang menggunakan Internet sebagai media baru dalam melakukan penjualan. Mereka memanfaatkan website/situs sebagai store front produk-produk yang dimiliki. Perlahan tapi pasti pengguna internet yang makin melambung menjadi pasar tersendiri yang cukup menggiurkan. Tentunya Anda sebagai pebisnis tidak ingin ketinggalan untuk turut serta menikmati pasar tersebut.
Jika Anda telah memulai bisnis online, berarti Anda telah berada satu langkah lebih maju. Namun bagaimana jika Anda termasuk yang ingin memulai atau memperluas pasarnya ke pengguna internet namun masih terkendala mengenai beberapa aspek pembuatan bisnis online tersebut. Jangan khawatir, tidak seperti  beberapa tahun lalu dimana untuk membuat satu situs e-commerce dibutuhkan biaya yang besar serta waktu pengembangan yang cukup lama, saat ini membuat satu situs e-commerce telah menjadi jauh lebih mudah.
Gratis atau Berbayar
Membuat satu situs store front e-commerce bahkan bisa dilakukan dengan gratis dan bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit saja. Untuk memiliki store front e-commerce yang berupa katalog foto-foto berikut keterangan mengenai produk dapat digunakan software blog yang tersedia secara gratisan, seperti misalnya wordpress dan multiply. Software blog biasanya tidak dilengkapi secara khusus dengan aplikasi shopping cart, untuk mendapatkan fasilitas shopping cart bisa digunakan plugin shoping cart yang dibuat oleh komunitas pengguna blog tersebut.
Jika Anda ingin store front e-commerce yang sudah memiliki fasilitas shopping cart built in tanpa harus instalasi plugin lanjutan, terdapat juga beberapa pilihan software gratisan. Diantaranya yang terkenal untuk ini antara lain: zen-cart, cube cart, opencart, prestashop, dan oscommerce. Jika Anda menggunakan store front e-commerce tersebut, kekurangannya adalah Anda diharapkan untuk dapat melakukan trouble shoot sendiri tanpa bantuan dari pembuat software tersebut. Namun, biasanya tersedia komunitas dan forum sesama pengguna yang dapat saling membantu jika terdapat kesulitan.
Sebaliknya jika Anda lebih memilih adanya dukungan dari vendor untuk trouble shoot, terdapat juga vendor yang berbayar seperti cs-cart, xcart, cube cart (versi berbayar), dan beberapa pilihan lainnya.
Hosted Solution atau Own Hosting
Jika Anda tidak mau pusing mengenai urusan teknis dan perawatan, Anda bisa memilih untuk menggunakan Hosted Solution dimana seluruh instalasi dan perawatan aplikasi store dilakukan oleh pihak penyedia/vendor. Di Indonesia, sudah terdapat banyak yang menyediakan solusi tersebut. Diantaranya adalah: vkios, mastertokoonline, jcamp, dan lainnya. Biaya mulai dari Rp. 500.000,-/tahun dan makin tinggi sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Jika lebih berminat untuk memiliki store front yang dikelola oleh hosting sendiri maka terdapat aplikasi gratis seperti yang telah dibahas diatas. Aplikasi ini tersedia di dalam fitur hosting cpanel. Untuk ini Anda harus berkonsultasi langsung dengan penyedia hosting yang bersangkutan. Biaya yang dikeluarkan untuk hosting biasanya dihitung bulanan mulai dari Rp. 10.000,-/bulan sesuai kebutuhan Anda.
Marketplace atau Single Store
Makin banyak pebisnis yang masuk dunia online merasakan kemudahan dengan bergabung dengan marketplace. Hal ini dikarenakan marketplace sudah menjadi semacam pasar tempat berkumpulnya penjual dan pembeli yang aktif dalam melakukan perdagangan. Keuntungannya antara lain adalah karena marketplace sudah berbentuk pasar, maka untuk memasarkan produk tidak diperlukan banyak biaya. Cukup dengan mendaftarkan nama bisnis dan memasukkan produk ke dalam kategori yang telah disediakan.
Nantinya produk Anda akan ditemukan oleh calon pembeli yang melakukan window shop ke kategori tersebut. Jika terjadi kecocokan maka transaksi dilakukan baik langsung ataupun melalui rekening perantara dari penyedia platform marketplace tersebut. Di dalam marketplace ini, semua aplikasi telah disiapkan oleh penyedia jasa marketplace. Anda hanya tinggal menggunakan. Di Indonesia, marketplace yang sudah berjalan antara lain: tokopedia, dinomarket, tokobagus, krazymarket, indonetwork, dan lainnya.
Jika Anda lebih memilih untuk memiliki store tersendiri yang tidak tergabung dengan marketplace. Proses yang dilakukan mulai dari membeli nama domain sendiri, menyewa hosting, instalasi dan perawatan software, search engine optimization dan pemasaran atas keberadaan situs Anda. Memang terkesan tidak mudah, tapi memiliki store sendiri juga ada kelebihannya yaitu dari sisi branding. Dimana dengan strategi yang tepat, value dari store Anda akan meningkat karena keunikannya.
Template atau Customized
Aplikasi store front biasanya juga menyediakan beberapa template sendiri yang menghiasi store Anda. Template adalah layout dari situs yang dilihat oleh pengunjung dan pelanggan Anda yang dapat membedakannya dengan online store lain yang menawarkan produk yang sama/sejenis. Template yang disediakan gratis biasanya banyak juga digunakan oleh pebisnis online lain. Untuk memiliki keunikan dan faktor pembeda, ada baiknya jika melakukan kustomisasi layout tersebut dengan menggunakan tenaga desain grafis profesional. Biaya kustomisasi bervariasi dari rendah hingga tinggi tergantung beberapa faktor, seperti misalnya kompleksitas layout dan tingkat jam terbang sang desainer grafis.
Demikianlah beberapa gambaran umum mengenai membangun situs e-commerce. Mudah bukan? Sekarang bola ditangan Anda, kapan akan memulai? (bn/dari berbagai sumber)

KARAKTERISTIK KHUSUS DARI MANAJEMEN PERUSAHAAN KECIL

BAB I
PENDAHULUAN

Bagi seorang atau sekelompok wirausahawan, salah satu dilema yang umum dihadapi ketika perusahaannya menjadi berkembang adalah pilihan dalam menentukan gaya bisnis apa yang sebaiknya diterapkan di dalam manajemennya. Ketika perusahaan masih berskala kecil, manajemen keluarga masih bisa digunakan, tetapi semakin lebar perkembangan usaha maka gaya manajemen pun harus berkembang karena tidak lagi mampu dikelola oleh anggota keluarga. Bagi sebagian orang mengembangkan usaha lebih lanjut berarti harus merelakan dirinya untuk berbagi kekuasaan dan tanggungjawab kepada orang lain yang dianggap profesional. Disinilah dibutuhkan peran dari manajemen profesional dalam perusahaan yang sedang berkembang.
Tak dapat dipungkiri, para wirausahawan yang profesional memerlukan waktu yang cukup banyak untuk merubah manajemennya menjadi manajemen yang profesional. Sebelum melangkah lebih jauh terlebih dahulu seorang wirausaha harus mengetahui terlebih dahulu mengenai usaha-usaha yang berskala kecil. Usaha skala kecil ini adalah dasar untuk memulai manajemen yang profesional. Selanjutnya yaitu harus mengetahui lingkup dari kegiatan manajemen sendiri, karena seluruh kegiatan wirausaha harus diatur sesuai dengan manajemen yang baik supaya sesuai dengan tujuan dari perusahaan. Sebagai tambahan seorang pengusaha harus memahami aspek-aspek manajerial yang profesional.
Pemilik perusahaan harus bersikap profesional dalam kegiatan manajemennya. Seorang profesional harus bertindak secara efektif dalam pelaksaan seluruh kegiatan manajemen. Dalam perusahaan yang sedang berkembang dibutuhkan peran dari seluruh elemen untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan perusahaan, karena perusahaan yang sedang berkembang ini mempunyai peluang yang sangat besar untuk terus berkiprah di dunia bisnis. Dengan beberapa ide atau gagasan yang efektif perusahaan dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang besar dan maju. Sehingga manajeman untuk perusahaan yang sedang berkembang ini sangat penting untuk diperhatikan karena menjadi akar dari kesuksesan perusahaan.

BAB II
PEMBAHASAN

KARAKTERISTIK KHUSUS DARI MANAJEMEN PERUSAHAAN KECIL
Manajemen Tingkat Profesional
            Manajer professional adalah seorang manajer yang menggunakan metode manajemen yang sitematis dan analisis. Perbedaan besar dari jenis manajemen yang tidak ahli dan sangat profesional terletak rangkaian kesatuan. Pada manajemen yang tidak ahli para wirausaha dan manajer lain sangat bergantung pada pengalaman masa lalu, petunjuk praktis, dan tingkah pribadi dalam memberikan petunjuk pada bisnis mereka. Kebanyakan ide motivasi mereka didasarkan pada cara mereka diperlakukan pada bisnis sebelumnya atau adanya hubungan keluarga. Sedangkan pada manajemen professional, para manajer dan wirausaha sistematis dan analisis di dalam berurusan dengan permasalahan dan persoalan manajemen. Karena mereka menekankan perolehan fakta dan menyusun solusi logis, pendekatan mereka kadang digambarkan seperti ilmiah dan alam. Hal tersebut merupakan tantangan bagi para manajer perusahaan kecil untuk mengembangkan profesionalisme sebanyak mungkin.
Pendiri sebagai manajer
            Para pendiri perusahaan baru tidak selalu merupakan anggota organisasi yang baik. Mereka memang merupakan orang-orang yang kreatif, inovatif, yang mengambil resiko untuk berusaha sendiri. Tetapi para pendiri mungkin gagal untuk menghargai nilai praktik manajemen yang baik, sebagai akibatnya orientasi mereka sering berbeda dari para manajer profesional. Pada umumnya perusahaan kecil memang memiliki manajemen yang buruk. Mereka sangat rentan terhadap ancaman-ancaman. Perusahaan kecil secara tipikal kekurangan staf khusus yang cukup professional. Kurangnya dukungan spesialis yang berpengalaman dalam bidang-bidang seperti peneliti passer, analisis keuangan, periklanan dan manajemn Sumber Daya Manusia. Manajer dalam perusahaan kecil harus menentukan keputusan dalam bidang-bidang tersebut tanpa adanya staf ahli. Tetapi bagaimanapun juga manajemen yang buruk tidak universal dan dapat dihindarkan.

Pertumbuhan dan Manajemen perusahaan
            Ada 4 tahap di dalam pertumbuhan perusahaan. Dalam Tahap 1, perusahaan hanya sebuah operasional satu orang. Beberapa perusahaan memulai dengan organisasi yang lebih besar, tapi banyak juga yang dimulai dengan satu orang. Bahkan kebanyakan berjalan untuk jangka waktu yang tak terbatas. Dalam Tahap 2, wirausaha menjadi tahap pemain-pelatih, yang menyatakan secara tidak langsung partisipasi luas dalam operasional bisnis.Di samping melakukan pekerjaan dasar (apakah membuat produk, menjualnya, menulis cek atau catatan) wirausaha juga harus mengkoordinasikan usaha dari yang lain. Dalam Tahap 3, ketika sebuah pengawasan tingkat menengah ditambahkan. Dalam banyak hal, ini adalah saatnya menentukan bagi perusahaan kecil tersebut. Karena mereka harus berdiri diatas manajemen yang turun tangan langsung dan bekerja melalui lapisan manajemen yang menyelanginya.   Dalam Tahap 4, tahap organisasi formal melibatkan lebih banyak ukuran organisasi yang meningkat dan berlapis-lapis. Formalisasi organisasi merupakan pemakaian kebijakan tertulis, persiapan rencana dan anggaran, standardisasi praktik personalia, komputerisasi catatan, persiapan peta organisasi dan deskripsi pekerjaan, penjadwalan training, pendirian prosedur pengendalian dan seterusnya. Fleksibilitas dan formalitas mungkin berguna ketika perusahaan pertama kali dimulai, tapi pertumbuhan perusahaan memerlukan formalitas yang lebih besar dalam perencanaan dan pengendalian. Keahlian manajer yang besar dibutuhkan oleh wirausaha untuk menjaga atmosfer “keluarga” sambil mengenalkan manajemen professional. Selama sebuah perusahaan begerak dari Tahap 1 sampai Tahap 4, pola kegiatan kewirausahaan berubah. Wirausaha tidak lagi menjadi seorang pelaku tetapi perlahan menjadai seorang manajer.

LINGKUP PEKERJAAN MANAJERIAL
            Apa yang dilakukan para manajer, bagaimana mereka merencanakan, menjalankan kepemimpinan, mengorganisasikan dan bagaimana mereka mengendalikan operasional. Kegiatan-kegiatan ini disebut fungsi manajemen.



Perencanaan
1.      Kebutuhan akan perencanaan formal
Keadaan mempengaruhi tingkatan yang memerlukan perencanaan formal, tetapi sebagian besar bisnis dapat berfungsi lebih menguntungkan dengan meningkatkan jumlah perencanan yang dikerjakan oleh para manajer dan membuatnya lebih sistematis. Hasil perencanaan datang dalam berbagai cara. Pertama, proses pemikiran melalui masalah yang dihadapi sebuah perusahaan dan mengembangkan rencana untuk berurusan dengan masalah tersebut dapat memperbaiki produktivitas. Kedua, perencanaan memberikan sebuah focus bagi sebuah perusahaan, keputusan manajerial atas bagian tahun yang dapat dituntun dengan rencana tahunan dan para karyawan dapat bekerja secara konsisten untuk sasaran yang sama. Ketiga, bukti bahwa perencanaan meningkatkan kredibilitas dengan para kreditor, penyalur dan pihak luar lainnya.
2.      Tipe rencana
Arah dasar sebuah perusahaan ke masa mendatang dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut perencanaan jangka panjang atau perencanaan strategis. Perencanaan jangka panjang merupakan keseluruhan perencnaan sebuah perussahaan untuk masa mendatang. Sedangkan perencanaan strategis/jangka pendek merupakan perencanaan yang menentukan operasional sebuah perusahaan untuk satu tahun atau kurang.
3.      Perencanaan waktu
Karena para manajer sibuk memadamkan masalah-masalah yang ada, mereka tidak pernah mengurus perencanaan. Perencanaan mudah untuk ditunda dan oleh karena itu mudah untuk para manajer mengabaikan ketika berkonsentrasi pada masalah yang lebih mendesak dalam bidang produksi dan penjualan. Para manajer yang telah mengabaikan untuk merencanakan mungkin dikalahkan oleh pesaing-pesaingnya.
4.      Partisipasi karyawan di dalam perencanaan
Meskipun seorang pemilik perusahaan kecil secara pribadi seharusnya menghabiskan waktu untuk perencanaan, tanggung jawab ini didelegasikan beberapa tingkat pada anggota bisnis yang lain. Semakin besar organisasi tersebut, semakin penting untuk mendelegasikan beberapa perencanaan pada karyawan yang paling mahir pada bidang-bidang tertentu. Para manajer yang progresif telah menemukan bahwa ide-ide para karyawan sering berguna dalam mengembangkan solusi untuk permasalahan perusahaan.
5.      Keterlibatan pribadi wirausaha
Dalam sebagian besar perusahaan kecil, manajer pemilik bukanlah seseorang yang tidak dikenal, tapi seorang yang melihat dan berhubungan dengan karyawan dalam bagian dari jadwal kerja normal mereka. Jika hubungan atasan-bawahan bagus, para karyawan dalam perusahaan kecil mengembangkan perasaan kesetiaan pribadi yang kuat pada pimpinan mereka. Situasi ini secara keseluruhan berbeda dengan situasi perusahaan besar, tempat sebagian karyawan tidak pernah melihat direktur perusahaan. Dengan menciptakan lingkungan yang mendorong interaksi pribadi, pemimpin sebuah perusahaan kecil dapat memperoleh yang terbaik dari para karyawannya dan juga memberikan dorongan yang kuat pada para calon karyawan. Sebagian besar manajer memilih lingkungan organisasi yang meminimalkan politik jabatan sebagai factor untuk maju. Dengan menciptakan atmosfer yang ramah sehingga menghindari intrik yang biasa dalam beberapa organisasi, seorang wirausaha dapat membangun sebuah lingkungan yang sangat menarik bagi sebagian besar karyawan dan menguntungkan produktivitas perusahaan.
6.      Komunikasi yang efektif
Kunci lain menuju organisasi yang sehat adalah komunikasi yang efektif, yaitu membuat para manajer dan karyawan untuk berbicar satu sama lain dan secara terbuka berbagi permasalahan dan ide. Pada tingkatan tertentu, hierarki manajemen harus dirancang sedemikian rupa sehingga karyawan pada semua tingkat dapat berbicara dengan bebas dengan karyawan yang lebih tinggi. Hasilnya, komunikasi dua arah, sebuah perbedaan yang jauh sekali dari ide kuno bahwa para manajer memberi perintah dan para karyawan menjalankan. Seorang manajer perusahaan kecil dapat menggunakan tiap teknik praktik berikut ini untuk merangsang komunikasi dua arah.

  • Sesi penelaahan kinerja secar periodic untuk mendiskusikan ide-ide para karyawan, pertanayaan, keluhan, dan harapan akan pekerjaan.
  • Papan pengumuman untuk membuat para karyawan selalu mendapatkan informasi memgenai perkembangan yang memengaruhi mereka dan perusahaan.
·         Kotak saran untuk mendapatkan ide para karyawan.
·         Pertemuan staf untuk mendiskusikan pemasalahan dan urusan umum.
Pengorganisasian
1.      Struktur yang tidak terencana
Dalam perusahaan kecil, struktur organisasi cenderung berkembang dengan sedikit perencanaan yang disengaaj. Para karyawan tertentu mulai melakukan fungsi tertentu ketika perusahaan tersebut baru dan mempertahankan fungsi-fungsi itu ketika perusahaan sudah dewasa. Tanggung jawab untuk fungsi lain disebarkan atas jumlah posisi, meskipun mereka menjadi penting sekali sehingga sebuah perusahaan tumbuh.
2.      Rantai Komando
Merupakan saluran komunikasi vertical resmi dalam sebuah organisasi. Rantai komando menyatakan secara tak langsung hubungan atasan-bawahan dengan aliran instruksi ke bawah, tapi rantai komando melibatkan lebih banyak hubungan. Ini juga merupakan saluran untuk komunikasi dua arah. Permasalah terjadi ketika para manajer atau karyawan mengabaikan lini komunikasi formal. Kesetiaan pada rantai komando tak dapat sempurna, sebuah organisasi yang rantai komandonya kaku akan menjadi perusahaan yang birokratis dan tidak efisien.
3.      Organisasi lini dan staf
Adalah struktur organisasi yang meliputi spesialis staf  yang membantu manajemen. Kegiatan lini merupakan kegiatan yang memberikan kontribusi secara langsung pada tujuan utama sebuah perusahaan. Kegiatan staf mendukung kegiatan lini. Kesemuanya mengandung kesatuan, yaitu kesatuan komando, dimana situasi yang di dalamnya instruksi karyawan dating secara langsung hanya dari satu pengawa yang dekat.
4.      Kelompok informal dalam organisasi
Tipe stuktur organisasi hanya mendiskusikan tujuan hubungan formal diantara para anggota dari sebuah organisasi. Semua organisasi bagaimanapun juga memiliki kelompok informal, apapun bentuknya. Meskipun kelompok informal tidak diciptakan oleh manajemen, para manajer seharusnya mengamati dan mengevaluasi pengaruh kelompok tersebut pada berfungsinya seluruh organisasi. Interaksi informal diantara para bawahan dan para manajer dapat memudahkan kinerja pekerjaan dan dapat juga membuat kehidupan di tempat kerja lebih menyenangkan bagi  setiap orang.
5.      Rentang kendali
Yaitu merupakan jumlah karyawan yang diawasi oleh seorang manajer. Dengan bertumbuhnya sebuah perusahaan yang sangat kecil dan bertambahnya karyawan, rentang kendali perlu diperpanjang. Wirausaha sering memiliki kecenderungan untuk memperpanjang rentang kendali tersebut terlalu jauh. Hal tersebut untuk mengnawasi semua karyawan yang ditambahkan dengan berjalanannya waktu.
6.      Pendelegasian otoritas
Seorang manajer memberi hak kepada bawahan untuk bertindak atau membuat keputusan. Menyerahkan fungsi yang kurang penting kepada bawahan dengan mendelegasikan otoritas membebaskan atasan untuk melakukan tugas yang lebih penting. Pendelegasian otoritas penting untuk operasional sebuah perusahaan kecil yang memuaskan dan mutlak merupakan sebuah prasyarat untuk pertumbuhan sebuah perusahaan. Kegagalan untuk mendelegasikan merupakan alasan banyak perusahaan tidak pernah tumbuh di luar bisnisnya yang berukuran kecil sehinggga dapat langgsung diawasi secara terperinci oleh pemiliknya.     
 Pengawasan
            Walaupun perencanaannya baik, organisasi jarang berfungsii dengan sempurna. Sebagai hasilnya, para manajer harus memonitor operasional untuk menetukan penyimpangandari rencana dan memastikan bahwa perusahaan berfungsi seperti yang diharapkan. Kegiata manajerial yang memeriksa kinerja dan membenarkannya ketika diperlukan merupakan bagian fungsi pengendalian manajerial, mereka bertugas untuk menjaga bisnis pada jalannya. Proses pengendalian dimulai dengan pembuatan standar. Ini merupakan bukti hubungan antara peencanaan dan pengendalian, untuk ini melalui peencanaan dan penyusunan sasaran sehinggga standar pengendalian dibuat. Para pembuat rencana mengubah sasaran  kedalam standar agar dapat diukur. Sebuah sasaran yang diperlukan untuk meningkatkan pangsa pasar. Tindakan perbaika dibutuhkan ketika kinerja menyimpang secara signifiikan dan standar dalam sebuah arah yang tidak menguntungkan. Untuk mencegah penyimpangan yang berulang, tindakan seperti itu harus disertai dengan sebuah analisis penyebab penyimpangan. Agar sebuah permasalahan secara efektif dikendalikan, tindakan perbaikan harus mengidentifikasikan penyebab sebenarnya.

MANAJEMEN WAKTU
Seorang manajer pemilik perusahaan kecil menghabiskan sebagian hari kerja di garis depan (menemui para konsumen, pemecahan masalah, mendengarkan keluhan konsumen, berbicara dengan para penyalur, dan sejenisnya). Dia memecahkan permasalahan seperti itu hanya dengan bantuan staf yang sedikit. Sebagai hasilnya, energy dan kegiatan manajer, pemilik tersebar dan waktu menjadi sumberdaya yang langka. 
Permasalahan dari tekanan waktu
            Waktu yang digunakan oleh sebagian besar para pemilik bisnis baru sangat panjang. Para manajer mungkin terlalu sibuk untuk melihat perwakilan penjualan. Yang dapat memasok informasi pasar pada produk dan proses baru, terlalu sibuk untuk membaca daftar bacaan perdagangan atau teknis yang akan menceritakan pada mereka apa yang mungkin disesuaikan untuk penggunaan mereka sendiri, terlalu sibuk untuk memberikamn pada para karyawan instruksi yangh dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Sayangnya, bekerja lama dan berat seperti ini mungkin merugikan seorang wirausaha mengenai kesehatan pribadi, hubungan keluarga dan keefektifan dalam kepemimpinan bisnis.
Penghemat waktu bagi para manajer yang sibuk
            Bagian dari solusi permasalahan tekanan waktu yaitu penerapan praktik organisasi yang didiskusikan dalam bagian yang terdahulu. Sebagai contoh, ketika memungkinkan, manajer sebaiknya memberikan tugas pada bawahan yang dapat bekerja tanpa pengawasan melekat. Supaay pendelegasian seperti itu berhasil, tentu saja seorang manajer pertama harus memilioh dan mnelatih karyawan yang memenuhi syarat. Penghemat waktu yaitu pengunaan waktu yang efektif. Sedikit waktu akan diselesaikan jika seorang berganti-ganti dari satu tugas ke tugas lain dan kembali lagi. Langkah pertama dalam manajemen waktu seharusnya diteliti berapa banyak waktu yang biasanya digunakan pada berbagai kegiatan. Manajemen waktu yang efektif membutukan disiplin diri. Seorang mungkin mulai dengan maksud yang baik tapi hilang ke dalam kebiasaan menyelesaikan apapun yang dia temukan untuk dikerjakan saat itu. Penundaan merupakan pencurian waktu yang berulang-ulang. Banyak manajer menunda tugas yang tidak menyenangkan dan suakr, mundur pada kegiatan yang sepele dan kurang mengancam dan merasionalisasikan bahwa mereka menyingkirkan tugas tersebut dengan tujuan untuk dapat berkonsentrasi lebih baik pada tugas yang lebih penting.

BANTUAN MANAJEMEN DARI PIHAK LUAR
            Karena para wirausaha cenderung untuk menjadi pelaku yang lebih baik daripada manajer, mereka sebaiknya mempertimbnangkan bantuan manjemen dari pihak luar. Bantuan pihak luar seperti itu dapat menambah pengetahuan pribadi manajer dan keahlian dari beberapa spesialis staf pada penggajian perusahaan.
Kebutuhan akan pihak luar
            Wirausaha yang tipikal tidak hanya kurang dalam keahlian manajerial tetapi juga kekurangan waktu untuk membagi ide dengan sesame wirausaha. Dengan menggunakan konsultasi manajemen, para wirausaha dapat mengatasi beberapa permasalahan manajerial dabn mengurangi permasalahan isolasi mereka. Lagipula seorang konsultan dapat membantu orang dalam secara langsung terlibat sebuah permasalahan bisnis dengan melihat masalah secara jelas. Konsultan juga dapat membantu manajer memperbaiki pembuatan keputusan melalui pengumpulan fakta organisasi yang lebih baik dan pengenalan teknik ilmiah analisis.
Sumber bantuan manajemen
            Para manajer yang mencari bantuan manajemen dapat melihat pada banyak sumber. Meliputi incubator bisnis, progam SBA, dan konsultan manajemen. Pendekatan lain yang dapat digunakan wirausaha untuk memperoleh bantuan termasuk masyarakat penasihat dan perpustakaan universitas, menghadiri kelas sore pada akademi setempat, dan mempertimbangkan saran dari teman dan para konsumen.        
Inkubator bisnis
            Sebuah incubator bisnis merupakan organisasi yang menawarkan bantuan baik pelayanan tem;pat, manajerial maupun administrasi pada bisnis baru. Sebuah incubator bisnis menyediakan atmosfer yang mendukung untuk bisnis berbulan-bulan awal keberadaannya, ketika bisnis sangat rapuh dan rentan terhadap bahaya eksternal dan kesalahan internal. Jika incubator bekerja seperti yang seharusnya, calon bisnis memperoelh kekuatan dengan segera dan dalam satu tahun atau seterusnya, meninggalkan lingkungan inkubatik.
Kelompok mahasiswa penasihat
            Banyak akademi dan universitas memiliki kelompok mahasiswa penasihat yang mau membantu bisnis berskala kecil. Kelompok ini dan mahasiswa senior dan yang sudah lulus, dibawah petunjuk anggota perusahaan, bekerja dengan pemilik perusahaan kecil dalam menganalisis dan memberikan solusi pada permasalahan bisnis.
Konsultan manajemen
            Para konsultann manajemen melayani bisnis berskala kecil sama baiknya dengan korporasi besar. Tipe jangkauan konsultan dari para pengusaha global yang besar sampai perusahaan kecil dan operasional dua orang. Para manajer perusahaan kecil, bagaimanapun sering enggan menggunakan penasihat dari pihak luar. Baik permasalahan umum maupun khusus mungkin membutuhkan bantuan pihak luar. Perusahaan mungkin memerlukan sebuah perencanaan keuangan, sebuah program pemasaran, kelas pelatihan khusus, atau sebuah system akuntansi. Atau keadaan darurat mungkin memerlukan seorang untuk bertindak secara temporer dalam posisi manajemen tertentu.
Network kewirausahaan
            Para wirausaha memperoleh bantuan dari kawan sebaya melalui jaringan, proses pengembangan dan keikutsertaan dalam hubungan informasi yang menguntungkan. Begitu para pemilik bisnis bertemu dengan para pemilik bisnis lainnya, mereka menemukan persamaan kepentingan pada pertukaran ide dan pengalaman. Tempat untuk pertemuan seperti itu mungkin berupa asosiasi perdagangan, klub masyarakat, organisasi persaudaraan, atau situasi lain yang membawa wirausaha ke dalam kontak satu sama lain. Tentu saja jaringan perorangan dari seorang wirausaha tidak terbatas pada wirausaha lain, tapi rang-orang tersebut mungkin bagian yang paling signifikan dari jaringannya.
Bisnis dan profesional lain
            Keanekaragaman bisnis dan kelompok professional menyediakan bantuan manajemen. Dalam banyak kasus, bantuan seperti itu merupakan bagian Dari hubungan bisnis. Sumber-sumber nasihat manajemen meliputi abnkir, akuntan public bersertifikat, pengacara, agen asuransi, penyalur, asosiasi perdagangan, dan majelis perdagangan. Ini membutuhkan inisiatif untuk memilik bantuan manajemen yang tersedia dari kelompok tersebut.

STRATEGI-STRATEGI YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES PENGEMBANGAN
1.   Strategi penetrasi
Strategi Penetrasi (penetration strategy)merupakan strategi untuk tumbuh dengan cara mendorong para konsumen lama untuk membeli lebih banyak produk perusahaan. Dengan pembelian produk yang berulang oleh konsumen, maka kegiatan pemasaran akan menjadi efektif. Strategi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan kampanye pemasaran yang ekstensif agar konsumen kembali tertarik pada produk yang lama.

2.   Strategi pengembangan pasar
Strategi Pengembangan Pasar (market development strategy) dilakukan dengan cara menjual produk-produk yang sudah ada kepada konsumen baru. Sebelum melakukan proses penjualan, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan konsumen baru. Konsumen-konsumen baru tersebut dapat dikategorikan berdasarkan lingkup geografi, lingkup demografi, dan berdasarkan penggunaan produk baru.
a.       Lingkup Geografi
Dalam lingkup geografi, produk-produk yang telah dibuat oleh perusahaan dijual kepada penduduk yang berada di lokasi baru. Contoh yang paling jelas adalah ketika perusahaan dalam negeri mulai melakukan ekspor. Produsen harus mengetahui kemungkinan adanya perbedaan bahasa atau persyaratan hokum yang diterapkan di daerah yang akan dituju.

b.      Lingkup Demografi
Demografi digunakan untuk mengarakterisasi konsumen berdasarkan pendapatan, tempat tinggal, pendidikan, usia, jenis kelamin, dll. Sebagai contoh, sebuah perusahaan game sepak bola yang menarget konsumen laki-laki mulai usia anak-anak hingga dewasa atau perusahaan boneka yang menarget konsumen wanita untuk usia anak-anak hingga remaja. Dengan mengetahui siapa target yang akan dituju, produsen akan lebih mengetahui cara untuk memproduksi barang-barangnya secara efektif dan efisien.
c.       Penggunaan Produk Baru
Orang-orang yang belum terbiasa dalam penggunaan produk yang masih baru kadang-kadang masih keliru dalam memanfaatkan produk itu dengan baik. Atau mungkin justru mengubah fungsi produk tersebut menjadi fungsi yang tidak seharusnya. Contohnya pada saat pertama kali handphone mulai memasyarakat. Alat tersebut dapat mengeluarkan suara / musik yang membuat anak-anak penasaran. Karena rasa penasaran tersebut, mereka membunyikan handphone tersebut lalu menempelkannya di telinga agar musiknya terdengar dengan jelas. Hal itu tentu saja tidak baik untuk kesehatan telinga. Karena itu, produsen handphone akhirnya mulai melengkapi produknya dengan fasilitas baru yaitu music player dan juga headset yang aman untuk mendengarkan musik.

3.   Strategi diversifikasi
Strategi Diversifikasi (Diversification strategy) adalah menjual produk baru pada pasar yang juga baru. Terdapat tiga macam diversifikasi yang berkaitan, yang dapat dijelaskan melalui rantai nilai tambahan (value-added chain). Rantai nilai tambahan memperlihatkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk membuat bahan mentah menjadi sebuah produk dan mengantarkannya ke konsumen. Ada nilai tambah pada setiap mata rantai yang dilewati. Contohnya seperti gambar berikut


Integrasi mundur (backward integration) adalah menelusuri rantai nilai tambahan ke belakang (ke atas) menuju bahan mentah, di mana produsen juga merupakan penjual bahan mentah. Pada intinya, perusahaan bertindak sebagai pemasok dirinya sendiri. Integrasi maju (forward integration) adalah mengambil langkah ke depan (bawah) pada rantai nilai tambah ke arah konsumen, yang berarti perusahaan juga menjadi penjual barang-barang akhir.
Integrasi maju atau mundur ini memberikan manfaat bagi perusahaan diantaranya adalah:
1.      Perusahaan sudah memiliki dasar dan tujuan untuk berkembang
2.      Menjadi pemasok atau pembeli bagi diri sendiri menyediakan kesempatan strategis untuk melakukan transaksi dengan lebih efisien daripada melakukan transaksi dengan perusahaan lain
3.      Beroperasi sebagai pemasok atau pembeli pada bisnis memberikan kesempatan belajar yang dapat memunculkan proses-proses baru dan juga perbaikan-perbaikan terhadap produk baru yang tidak akan ada jika integrasi ini tidak terjadi.


4.   Strategi pengembangan produk
Strategi Pengembangan Produk (product development strategy) adalah metode untuk berkembang dengan cara mengembangkan dan menjual produk-produk baru pada orang yang telah membeli produk-produk lama dari perusahaan. Strategi ini memberikan keuntungan berupa kesempatan untuk memanfaatkan sistem distribusi yang sudah ada dan reputasi korporasi yang telah dimiliki perusahaan dengan para konsumennya.



















BAB III
PENUTUP


  1. Manajer professional adalah seorang manajer yang menggunakan metode manajemen yang sitematis dan analisis. Perbedaan besar dari jenis manajemen yang tidak ahli dan sangat profesional terletak rangkaian kesatuan. Pada manajemen yang tidak ahli para wirausaha dan manajer lain sangat bergantung pada pengalaman masa lalu, petunjuk praktis, dan tingkah pribadi dalam memberikan petunjuk pada bisnis mereka. Kebanyakan ide motivasi mereka didasarkan pada cara mereka diperlakukan pada bisnis sebelumnya atau adanya hubungan keluarga. Sedangkan pada manajemen professional, para manajer dan wirausaha sistematis dan analisis di dalam berurusan dengan permasalahan dan persoalan manajemen.
  2. Apa yang dilakukan para manajer, bagaimana mereka merencanakan, menjalankan kepemimpinan, mengorganisasikan dan bagaimana mereka mengendalikan operasional. Kegiatan-kegiatan ini disebut fungsi manajemen. Lingkup pekerjaan manajerial dibagi menjadi, perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan.
  3. Seorang manajer pemilik perusahaan kecil menghabiskan sebagian hari kerja di garis depan (menemui para konsumen, pemecahan masalah, mendengarkan keluhan konsumen, berbicara dengan para penyalur, dan sejenisnya). Dia memecahkan permasalahan seperti itu hanya dengan bantuan staf yang sedikit. Sebagai hasilnya, energy dan kegiatan manajer, pemilik tersebar dan waktu menjadi sumberdaya yang langka.  Para manajer harus memahami pentingnya manajemen waktu.
  4. Karena para wirausaha cenderung untuk menjadi pelaku yang lebih baik daripada manajer, mereka sebaiknya mempertimbnangkan bantuan manjemen dari pihak luar. Bantuan pihak luar seperti itu dapat menambah pengetahuan pribadi manajer dan keahlian dari beberapa spesialis staf pada penggajian perusahaan.
  5. Strategi yang digunakan dalam proses perkembangan merupakan beberapa strategi yang efektif seperti :strategi penetrasi, strategi pengembangan pasar, strategi diversifikasi, dan strategi pengembangan produk.

Pemasaran UKM

BAB II
PEMBAHASAN

1.      KESETIAAN KONSUMEN DAN STRATEGI PRODUK
MEMUASKAN KONSUMEN
Memuaskan konsumen merupakan kunci kesetiaan konsumen agar berhasil dalam jangka panjang. Tiga keyakinan utama yang membentuk dasar dari diskusi kesetiaan kita adalah :
1.      Pelayanan konsumen yang unggul menciptakan kepuasan konsumen.
2.      Kepuasan konsumen menghasilkan kesetiaan konsumen.
3.      Perusahaan kecil memiliki potensi yang besar untuk memberikan pelayanan konsumen yang unggul.
Komponen Kepuasan Konsumen
Pembentukan kepuasan konsumen adalah sejumlah factor yang berada dibawah pengendalian sebuah perusahaan. Empat elemen kunci tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Elemen dasar yang paling utama dari barang atau jasa adalah para konsumen mengharapkan semua pesaing untuk mengirimkan.
2.      Pelayanan pendukung umum, seperti bantuan bagi konsumen.
3.      Proses pemulihan untuk menetralkan pengalaman yang buruk.
4.      Pelayanan luar biasa yang melebihi pemenuhan pilihan para konsumen dan membuat barang atau jasa tampak biasa.
Pelayanan yang luar biasa adalah bahwa perusahaan kecil berada dalam posisi yang unik untuk memberikannya. Pendukung pemasaran hubungan, Patrick Daily, yang mengatur program hubungan konsumen bagi sebuah perusahaan, menyarankan cara-cara berikut untuk membangun pelayanan yang luar biasa :
·         Menyebutkan nama.
·         Perhatian pada kebiasaan konsumen
·         Selalu berhubungan
·         “Penelitian kesalahan yang bodoh”
Komitmen Pelayanan Konsumen
Pemberian pelayanan konsumen yang luar biasa dapat memberikan perusahaan kecil pada segi kompetitif, tanpa memperhatikan lingkup bisnis.Perusahaan kecil harus menyadari bahwa penawaran pelayanan konsumen tingkat tinggi adalah sesuatu yang dapat mereka lakukan secara lebih baik daripada perusahaan besar.
Banyak jenis pelayanan konsumen mengeluarkan biaya yang sangat sedikit, tapi keunggulan tingkat pelayanan konsumen tidaklah murah. Teradapat cost tertentu yang berhubungan dengan keunggulan pelayanan, selama dan sesudah penjualan. Cost ini dapat terlihat dalam harga sebuah barang atau jasa, atau mereka terkadang diatur secara terpisah, berdasarkan jumlah pelayanan yang diminta. Banyak konsumen yang bersedia membayar pelayanan yang baik.
Pelayanan konsumen dan teknologi adalah sahabat dari perusahaan kecil. Dalam berbagai cara, misalnya faks, e-mail, telepon seluler, dan computer pemroses data, kesemuanya tidak ternilai harganya. Perusahaan kecil harus berhati-hati dengan penggunaan teknologi yang membatasi kualitas perorangan dari hubungan dengan konsumen.Berinteraksi bisnis melalui telepon, misalnya, mungkin dapat menjadi pengalaman yang positif atau bahkan negative bagi konsumen.
Evaluasi Pelayanan Konsumen
Cara mengetahui permasalahan pelayanan konsumen sebgaian besar melalui keluhan dari konsumen.Tiap perusahaan berusaha keras mengurangi keluhan konsumen.Keluhan tersebut dianalisis untuk menemukan kelemahan yang mungkin ada dalam pelayanan konsumen.
Para manajer dapat juga mempelajari permasalahan konsumen dengan konsumen atau dengan memainkan peran konsumen tanpa menyebutkan nama. Misalnya dengan menelepon, seorang manajer dapat mengevaluasi pelayanan konsumen.Beberapa restoran dan hotel mengundang umpan balik pada pelayanan konsumen dengan menyediakan kartu pendapat pada konsumen.Apapun metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelayanan konsumen, penting bagi setiap bisnis.

MEMAHAMI KONSUMEN
Kepuasan konsumen dihasilkan dari interaksi konsumen dengan perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman konsumen yang lebih baik akan mengarahb pada tingkat kepuasan dan kesetiaan konsumen yang lebih baik. Proses pembuatan keputusan konsumen memiliki empat tahap :
Tahap 1 : Pengenalan Masalah
Pengenalan masalah terjadi ketika seorang konsumen menyadari bahwa keadaan perkaranya saat ini berbeda secara signifikan dengan yang seharusnya.Banyak faktor yang mempengaruhi pengenalan masalah para konsumen.Salah satunya adalah mengubah keadaan perkara yang sebenarnya atau dengan mempengaruhi keadaan yang diinginkannya. Berikut ini adalah beberapa contohnya :
·         Mengubah status keuangan (sebuah promosi jabatan dengan penghasilan yang meningkat)
·         Mengubah karakteristik barang-barang rumah tangga (kelahiran seorang bayi)
·         Kehabisan yang normal (pemakaian tube pasta gigi yang terakhir)
·         Kinerja barang atau jasa (kerusakan perbaikan mobil yang kurang)
·         Tersedianya produk (pengenalan sebuah produk baru)

Seorang wirausaha harus memahami tahap pengenalan dengan tujuan untuk memutuskan strategi pemasaran yang tepat untuk digunakan.Dalam beberapa situasi, seorang pemilik bisnis berskala kecil perlu untuk mempengaruhi pengenalan masalah. Dalam situasi yang lain, dia hanya dapat bereaksi pada pengenalan masalah yang dilakukan oleh para konsumen.
Tahap 2 : Pencarian Informasi dan Evaluasi
Tahap kedua dalam pembuatan keputusan konsumen melibatkan pengumpulan dan evaluasi informasi yang tepat oleh para konsumen dari sumber eksternal maupun internal.Tujuan utama konsumen adalah untuk menentukan ‘kriteria evaluasi’ à ciri-ciri sebuah produk yang digunakan para konsumen untuk memperbandingkan berbagai merek.
Para pemilik bisnis berskala kecil harus memahami kriteria evaluasi yang digunakan para konsumen untuk memformulasikan ‘kumpulan merek pilihan’ à sebuah kelompok merek yang disadari dan akan dipertimbangkan sebagai solusi untuk masalah pembelian, sehingga tantangan awal bagi perusahaan baru adalah mendapatkan kesadaran pasar bagi barang atau jasanya. Hanya dengan demikian merek tersebut akan memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kumpulan merek pilihan dari para konsumen.
Tahap 3 : Keputusan Pembelian
Sekali para konsumen telah mengevaluasi berbagai merek dalam kumpulan merek pilihan mereka dan membuat pilihan mereka, mereka masih harus memutuskan bagaimana dan kapan melakukan pembelian.Sejumlah besar volume penjualan eceran sekarang berasal dari lingkungan non-pertokoan, seperti catalog dan saluran belanja dari internet.Gerai ini telah menciptakan lingkungan yang kompleks dan menantang untuk mengembangkan strategi pemasaran.Kerugian yang berbeda pada berbagai gerai pembelajaan mempersulit perusahaan kecil menemukan satu strategi yang tepat.Kadang-kadang pengalaman pada factor-faktor yang sederhana dapat membantu.
Tahap 4 : Evaluasi Pasca Pembelian
Proses pembuatan keputusan konsumen tidak berakhir dengan pembelian. Perusahaan kecil yang menginginkan pengulangan pembelian dari para konsumen perlu memahami perilaku pasca pembelian.Ketidaksesuaian pasca pembelian adalah jenis ‘ketidaksesuaian kognitif’ à kegelisahan yang terjadi ketika seorang konsumen berubah pikiran dengan segera setelah pembelian.Perusahaan-perusahaan kecil perlu menemukan cara-cara yang efektif untuk mengelola ketidaksesuaian kognitif diantara para konsumen mereka.
MENGEMBANGKAN STRATEGI PRODUK
Meskipun para pelaku pasar biasanya telah menggunakan kata produk sebagai istilah umum untuk menggambarkan baik barang maupun jasa, pemasaran barang dan pemasaran jasa tidaklah sama. Di samping produk fisik atau jasa inti, sebuah produk juga meliputi komponen yang melengkapi, seperti pengepakan atau sebuah jaminan.Tentu saja, produk fisik atau jasa inti tersebut biasanya adalah elemen yang paling penting dari satu ikat total kepuasan tersebut. Tapi kadang-kadang elemen utama itu dirasakan sama oleh konsumen pada semua produk. Dalam kasus seperti itu, komponen yang melengkapi produk atau jasa menjadi cirri yang paling penting dari produk.
Strategi produk menggambarkan tindakan yang digunakan oleh komponen produk dari bauran pemasaran untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan.Sebuah item produk adalah sebutan pemasaran yang paling rendah / dasar dalam bauran produk ini adalah item tersendiri yang terkait.Hubungan ini biasanya ditetapkan secara umum.Sebuah bauran pokok adalah kumpulan dari lini produk dalam kekuasaan dan kepemilikan perusahaan.Konsistensi bauran produk menunjuk pada kedekatan atau kemiripan lini produk.Semakin banyak item dalam sebuah lini produk, semakin dalam konsistensi yang dimilikinya.Semakin banyak lini produk dalam sebuah bauran produk, lebih besar dan lebih luas bauran produk tersebut.
Daur Hidup Produk

Description: C:\Users\acer\Downloads\Penjualan dan laba .jpg

Pengembangan Produk
Seperti yang disarankan oleh konsep daur hidup produk, sebuah tanggung jawab besar wirausaha adalah untuk memperkenalkan produk baru.Tanggung jawab ini membuat bahwa wirauasaha untuk menetapkan mentode pengembangan produk baru.Dalam bisnis besar, komite atau seluruh departemen diciptakan untuk tujuan tersebut. Bahkan dalam perusahaan kecil, bagaimanapun pengembangan sebuah produk baru memerlukan sebuah proses yang sudah tersusun. Perusahaan kecil biasanya memperlakukan pengembangan produk baru sebagai sebuah tugas yang besar sekali. Proses pengembangan produk memiliki empat tahap sebagai berikut :
Tahap 1 : Akumulasi Ide
Tahap pertama dari proses pengembangan produk adalah akumulasi ide yang melibatkan kumpulan ide yang berdasarkan pada pertimbangan yang ada. Produk baru dimulai dengan ide, dan ide ini memiliki sumber yang bervarias.
Tahap 2 : Analisis Bisnis
Analisis bisnis adalah tahap kedua dalam proses pengembangan produk. Tiap ide produk baru harus dipelajari dengan teliti dalam hubungannya dengan berbagai pertimbangan biaya keuangan dan pendapatan diperlihatkan yang dapat menguntungkan pihak lain tersebut dihilangkan dalam melakukan analisis bisnis.
Tahap 3 : Pengembangan Produk Total
 Tahap berikutnya adalah pengembangan produk, pengembangan produk total memerlukan perencanaan bagi pemberian merek, pengemasan, dan usaha pendukung lainnya seperti penetapan harga dan promosi. Sebuah prototype actual mungkin diperlukan pada tahap ini.Setelah komponen-komponen ini dipertimbangkan, banyak ide produk baru dihilangkan.
Tahap 4 : Pengujian Produk
Langkah terakhir dalam proses pengembangan produk adalah pengujian produk. Melalui pengujian ini, produk fisik akan dibuktikan dapat diterima. Ketika produk dapat dievaluasi dalam sebuah laboratorium, pengujian reaksi pasar yang terbatas pada produk tersebut juga akan dilakukan pertimbangan pengujian pemasaran sederhana.

MEMBANGUN PENAWARAN PRODUK SECARA TOTAL
Sebuah tanggung jawab pemasaran yang utama adalah mentransformasikan sebuah produk utama menjadi penawaran produk secara total. Bahkan ketika sebuah ide dari pena baru yang unik telah dikembangkan menjadi realitas fisik dalam bentuk produk utama, belum siap untuk dipasarkan. Penawaran produk secara total harus lebih daripada bahan mentah. Yang dibentuk menjadi sebuah pena baru utnuk dapat dipasarkan. Produk dasar tersebut harus diberi nama, memiliki kemasan, mungkin sebuah jaminan dan didukung oleh komponen produk yang lain. Sekarang marilah kita meneliti beberapa komponenn dari penawaran produk secara total.
Pemberi Merek
Sebuah elemen penting dalam penawaran produk secara total adalah sebuah merek. Sebuah merek adalah sarana untuk mengenali produk secara verbal dan/atau simbolis. Sejak sebuah nama merek produk yang sangat penting pada image bisnis dan produknya, perhatian yang besar harus diberikan pada pemilihan sebuah nama.
Pemberian Label
Bagian lain dari produk secara total adalah labelnya. Pemberian label meberikan beberapa tujuan penting bagi para penguasaha, yang menggunakan banyak label. Salah satu tujuannya adalah untuk menunjukkan merek, terutama ketika pemberian merek produk utama tidak akan diperlukan.
Sebuah label juga merupakan sarana, informasi yang penting bagi para konsumen. Ini juga meliputi informasi pada perawatan produk dan kegunaannya dan mungkin bahkan memeberikan informasi mengenai bagaimana membunag produk tersebut.
Jaminan
Sebuah jaminan semata-mata adalah janji, tertulis atau tidak tertulis, bahwa sebuah produk akan mengerjakan hal-hal tertentu atau memenuhi standar tertentu. Semua penjual membuat jaminan penuh bahwa nama penjual terhadap produk tersebut bagus. Seseorang pedagang yang berurusan  dengan barang-barang tersebut cocok untuk tujuan-tujuan seperti biasa yaitu untuk dijual kembali. Jaminan tertulis pada sebuah produk tidak selalu diperlukan. Pada kenyataannya, banyak perusahaan melakukan penjualan tanpa jaminan tertulis, seperti yang mereka khawatirkan bahwa jaminan tertulis hanya akan membuat bingung para konsumen atau menimbulkan kecurigaan pada mereka.
Jaminan penting bagi produk yang inovatif, relative mahal, jarang dibeli, relative sulit untuk diperbaiki dan diposisikan sebagai barang yang berkualitas tinggi. Sebuah bisnis akan mempertimbangkan factor-faktor berikut dalam membuat peringkat kebaikan. Kebijakan jaminan yang diusulkan :
·         Biaya
·         Kemampuan pelayanan
·         Praktek kompetitif
·         Persepsi konsumen
·         Implikasi hukum

2.      STRATEGI PENETAPAN HARGA DAN KREDIT
Definisi Harga.

            Menurut Stanton, (1984) harga adalah Price is value expressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.
            Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya
.
            Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

            Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).
Penentuan Biaya bagi Penetapan Harga
            Penetapan harga harus menutup total biaya itambah sejumlah profit marjin. Total Biaya merupakan Jumlah biaya dari barang yang diproduksi, biaya penjualan, dan biaya overhead. Total biaya meliput tiga komponen.
  1. Biaya dari barang yang itawarkan untuk dijual
  2. Biaya penjualan yang memasukkan biaya langsung dari waktu yang digunakan wirniaganya (gaji ditambah komisi), sama baiknya dengan biaya dari kegiatan penjualan lainnya
  3. Biaya penyimpanan di gudang, perlengkapan kantor, fasilitas, pajak, dan gaji.
Total Biaya Variabel adalah Biaya yang berubah sesuai dengan kuantitas yang diproduksi atau yang dijual.
Total Biaya Tetap adalah biaya yang tetap pada tingkatan kuantitas yang diprduksi atau yang dijual.
Penetapan Harga Rata-rata adalah seebuah pendektan yang membagi total biaya periode tertentu dengan kuantitas yang dijual dalam periode tersebut untuk menentukn harga

Tujuan Penetapan Harga
.

1. Berorientasi pada Laba, bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi atau sering disebut ”maksimisasi laba”. Penetapan harga biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh.Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntunga yang diraih dapat maksimum.

2. Berorientasi pada Volume, bahwa penetapan harga sedemikian rupa agar dapat mencapai tingkat volume penjualan tertentu, nilai penjualan atau pangsa pasar tertentu.

3. Berorientasi pada 
citra (image), bahwa penetapan harga tertentu dapat membentuk citra perusahaan, misalnya menetapkan harga tinggi dapat membentuk citra perusahaan yang prestisius, sementara menetapkan harga rendah memungkinkan menjaga nilai perusahaan tertentu (menjaga harga yang terendah di suatu daerah).

4. Berorientasi pada Stabilitas Harga, hal ini dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
5. Mendapatkan atau Merebut Pangsa Pasar / Market Share
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market / target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing / kompetitor.

6. Menjaga Kelangsungan Hidup Kegiatan Operasional
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang dijalani.

7. Balik Modal ROI / Return On Investment
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi.ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.

8. Menjaga Status Quo Pangsa Pasar
Apabila persaingan di dalam industri bisnis yang sama sudah cukup banyak dan kuat-kuat maka salah satu tehnik yang dapat dipakai untuk menjaga pangsa pasar konsumen adalah dengan penyesuaian harga menjadi lebih murah. Dengan adanya penurunan harga yang lebih murah dari pesaing akan membuat konsumen tetap setia dengan produk yang kita jual.

Faktor Dalam Penetapan Harga.
Setiap perusahaan berusaha menetapkan harga yang paling tepat, supaya dengan kebijaksanaan penetapan harga memberikan keuntungan yang baik. Kebijakan penetapan harga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual bagi suatu produk berdasarkan pendapat Kotler ( 1996 ) adalah :
1. Kondisi Pasar
Persaingan sangat mempengaruhi penetapan harga dan merupakan alat pemasaran.Harga yang ditetapkan oleh pesaing biasanya menjadi tolak ukur penetapan harga.Saat ini kondisi pasar t-shirt sangat kompetitif, terbukti dengan bermunculan merk produk.Adapun merk yang ada di pasaran adalah Ie-bi, Cresida, Kenji, MCB, Metalizer, V-easy. Kompetitor satu dengan yang lain berusaha mendapatkan konsumen yang banyak.
2. Harga Produk
Dalam penentuan harga sebaiknya perusahaan mengenal harga pesaing yang ada di pasaran (price awareness) dan harga yang diberikan konsumen. Harga jual yang diterapkan oleh PT Mondrian dengan menggunakan metode Cost Plus Percentage of Cost Pricing yaitu dengan menambah persentase yang diinginkan oleh perusahaan.
3. Elastisitas Permintaan dan
Elastis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kepekaan (permintaan konsumen akan sebuah produk sering bersifat sensitif terhadap harga), dan pengaruh perubahan harga atas kuantitas yang diminta. Sebuah produk akan dikatakan memiliki permintaan elastis jika peningkatan dalam harganya menaikkan total penerimaan.
4. Menetapkan tujuan harga
5. Differensasi dan Life Cycle Produk.
Dalam memenangkan pasar bagi poerusahaan tentunya sangat dibutuhkan perbedaan dengan produk kompetitor. Misalnya dalam aspek kualitas, pelayananan, dan faktor lainnya .pengenalan posisi produk yang dikaitkan dengan waktu dan besarnya penjualan. Dengan pengenalan dan pemahaman kondisi produk maka produsen akan lebih mudah dan bebas menentukan tarif.
Mempergunakan Sistem Penetapan Harga
Analisis Break-Even
            Analisis break-even melibatkan perbandingan biaya alternatif dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk menentukandapat diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Analisis break-even yang komprehensif mempunyai dua tahap. Meneliti hubungan penerimaan biaya, dan memasukkan ramalan penjualan aktual kedalam analisis tersebut.

Strategi Penetapan Harga Produk Baru
.

            Harga yang ditetapkan atas suatu produk baru harus dapat memberikan pengaruh yang baik bagi petumbuhan pasar.Selain itu untuk mencegah timbulnya persaingan yang sengit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga produk baru, Tjiptono (2001 : 172);
            a. Skimming Pricing, merupakan strategi yang menetapkan harga tinggi pada suatu produk baru, dengan dilengkapi aktifitas promosi yang gencar, tujuannya adalah :

1. Melayani pelangggan yang tidak terlalu sensitive terhadap harga, selagi persaingannya belum ada.

2. Untuk menutupi biaya-biaya promosi dan riset melalui margin yang besar.

3. Untuk berjaga-jaga terjadinya kekeliruan dalam penetapan harga, karena akan lebih mudah menurunkan harga dari pada menaikan harga awal.


            b. Penetration Pricing, merupakan strategi dengan menetapkan harga rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing.
            Dengan harga rendah perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan menurunnya biaya per-unit.Strategi ini mempunyai perspektif jangka panjang, dimana laba jangka pendek dikorbankan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
 Ada empat bentuk harga yang menggunakan strategi ”Penetration Pricing”, antara lain;

1. Harga yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.

2. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing - pesaing tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.

3. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan produk tertentu.

4. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.
c.       Penetapan Harga menurut Pemimpin Pasar
menggunakan pesaing tertentu sebagai model dalam menetapkkan harga barang atau jasa. 
d.      Penetapan Harga Variabel
sebuah pendekatan pemasaran yang menetapkan lebih dari satu harga bagi barang atau jasa de gan tujuan untuk menawarkan harga pada para konsumen tertentu.
e.       Penetapan Harga Fleksibl
Sebuah pendeatan pemasaran yang menawarkan harga yang berbeda untuk mencerminkan perbedaan dalam permintaan konsumen.
f.        Strategi Penetapan Lini Harga
Pendekatan pemasaran pemasran yang menetapkan beberapa tingkat harga barang dagangan yang berbeda.
Strategi Penetapan Harga Produk Yang Sudah Mapan

            Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :

1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.

2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.

Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:

1. Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.

2. Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba dengan tingkat yang kecil. Ada tiga alasan atau penyebab perusahaan harus menurunkan harga produk yang sudah mapan.

a. Strategi Defensif, dimana perusahaan memotong harga guna menghadapi persaingan yang makin ketat.

b. Strategi Ofensif, di mana perusahaan mempunyai tujuan untuk memenangkan persaingan dengan produk kompetiter.

c. Respon terhadap kebutuhan pelanggan yang disebabkan oleh perusahaan lingkungan. Misalnya inflasi yang berkelanjutan Dan adanya kenaikan harga yang makin melonjak yang menyebabkan konsumen makin selektif dalam berbelanja dan dalam penentuan harga.

3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu. Agar strategi ini dapat memberikan hasil yang memuaskan, ada dua persyaratan yang harus dilakukan oleh perusahaan, antara lain :

a. Elastisitas harga relatif rendah, namun elastisitas tetap tinggi bila berkaitan dengan kualitas dan distribusi
.
b. Dorongan (reinforcement) dari unsur bauran pemasaran lainnya tetap menunjang.

Kredit
            Kredit melibatkan sebuah perjanjian antara pembeli penjual mengeni pembayaran sebuah barang atau jasa yang akan diterima pada tanggal tertentu dikemudian hari.
Manfaat Kredit.
Kredit pada para penyalur menyediakan modal kerja bagi perusahaan kecil, sering kali memungkinkan bisnis kecil untuk melangsungkan bagi para pembeli:
  1. Kemampuan untuk memuaskan kbutuhan yang harus segera dipenuhi dan membayarnya dikemudian hari
  2. Catata pembelian yang lebih baik pada laporan penagihan kredit
  3. Pelayanan yang lebih baik dan kenyamanan yang lebih besar pada saat menukarkan yang telah dibeli
  4. Pembentukan sebuah sejarah kredit
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Secara Kredit
  1. Jenis Bisnis
  2. Kebijakan Kredit Pesaing
  3. Tingkat Penghasilan Konsumen
  4. Tersedianya Modal Kerja
Jenis-Jenis Kredit
  1. Kredit Konsumen: Pendanaan yang diberikan oleh penjualan secara eceran pada orang yang membeli produk, untuk digunakan secara pribadi atau keluarga
  2. Kredit Dagang: Pendanaan yag diberikan oleh pemasok persediaan pada perusahaan tetentu, dengan menetapkan jumlah utang tertentu
Macam-macam Jenis Kredit Konsumen:
  1. Kredit Terbuka: sejenis kredit yang memperbolehkan konsumen untuk memperoleh sebuah produk pada saat pembelian, dengan pembayaran pada saat dilakukan penagihan
  2. Kredit Angsuran: sejenis kredit yang meminta uang muka, dengan saldo yang akan dibayar selama periode waktu yang dispesifikasikan.
  3. Kredit Beredar: sejenis kredit yang dapat memungkinkan untuk menagih pembelian pada konsumen setiap saat, sampai pada batas yang telah ditetapkan sebelumnya.
  4. Kartu Kredit Bank: Kartu kredit bank secara luas diterima oleh para penjual eceran yang ingin menawarka kredi, tapi tidak menyediakan kartu kredit milik mereka sendiri.
  5. Kartu Kredit Penjual Eceran

Mengelola Proses Kredit
            Evaluasi Pelamar Kredit, faktor yang paling penting dalam penentuan batas kredit konsumen adalah kemampuan untuk membayar ewajiban pada suatu saat nanti, penting sekali untuk mengevaluasi sumber keuangan konsumen, posisi utag dan tingkat penghasilan. Kemampuan untuk membayar dievaluasi dengan LIMA “C” KREDIT: Character, Capital, Capacity, Conditions, Collateral.
  1. Character: menunjukkan pada integritas dan kejujuran dasar yang akan mendasari semua hubungan manusia dan bisnis.
  2. Capital: terdri dari kas dan aset lain yang dimiliki oleh konsumen
  3. Capacity: menunjukkan pada keampuan konsumen untuk melindungi aset dan secara tepat dan efisien mengikuti rencana keuangan.
  4. Conditions: menunjukkan pada faktor-faktor seperti siklus bisnis, perubahan tingkat harga, yang munkin mengntungkan atau tidak menguntungkan pembayaran utang,
  5. Collateral: terdiri dari jaminan yang dirancang untuk diberikan sebgai janji pemenuhan suatu kewajiban.
Sumber Informasi Kredit
Sumber informasi kredit adalah sejarah awal kredit seorang konsumen. Dianalisis secara tepat, catatan kredit memperlihatkan apakah seorang knsumen secara teratur megambil diskon tunai. Sumber informasi lainnya khususnya mengenai rekening komersial adalah bankir pihak konsumen.
Biro kredit adalah perusahaan perseorangan yang memelihara sejarah kredit secara perorangan, yang didasarkan pada laporan dari bank, perusahaan hipotik, department store, dan kreditor lainnya.
Umur Piutang
            Banyak bisnis berskala kecil yang megambil manaat daftar umur piytang. Kegunaan umum daftar umur piutang memungkinka peunasan yang cenderung menyusahkan untuk diamati sehingga dapat diambil tidakan yang tepat. Dengan pengalaman, sebuah perusahaan kecil dapat memperkirakan kemungkinan pelunasan piutang dari berbagai umur dan menggunakan daftar tersebut untuk meramalkan tingkat perubahan kas nya.
Peraturan Kredit
            Peraturan kredit yang jauh lebih signifikan adalah Consumer Credit Protection Act milik negara federal, yang menyertakan Truth-in-Lending Act tahun 1968. Dua tujuan utama peraturan tersebut adalah untuk memastikan bahwa para konsumen diberi informasi mengenai syarat-syarat perjanjian kredit dan mensyaratkan para kreditor untuk menspesifiksikan bagaimana biaya keuangan dihitung. Peraturan tersebut mensyaratkan bahwa biaya keuagan harus dinyatakan dalam tingkat persentase tahunan dan para kreditor menspesifikasikan prosedur bagi pembetulan kesalahan penagihan mereka. 

3.      STRATEGI PROMOSI PENJUALAN
            Promosi terdiri dari komunikasi pemasaran yang menginformasikan pada para konsumen, mengenai sebuah produk pemasaran dan menyakinkan mereka untuk menggunakan. Teknik promosi yang didiskusikan pada bab ini adalah penjualan secara perorangan, periklanan, dan penggunaan sarana promosi.
I.                   PROSES KOMUNIKASI DALAM PROMOSI
Promosi didasarkan pada komunikasi.Pada kenyataannya, promosi tidak ternilai kecuali jika promosi secara efektif mengkomunikasikan pesan sebuah perusahaan. Komunikasi adalah sebuah proses dengan komponen-komponen yang dapat dikenal. Setiap komunikasi melibatkan sumber, pesan, saluran, dan penerima.Sebuah bauran promosi melibatkan percampuran antara teknik komunikasi perorangan dan non-perorangan.Kombinasi yang teliti dari berbagai metode promosi-penjualan secara perorangan, periklanan, dan penggunaan sarana promosi ditentukan oleh tiga factor utama.Faktor pertama adalah keadaan geografis dari pasar yang akan dicapai. Sebuah pasar yang tersebar luas pada umumnya membutuhkan percakupan massa melalui periklanan, lebih mahal bila dibandingkan dengan hubungan perorangan pada penjualan secara perorangan. Factor kedua adalah target konsumen perusahaan.Promosi yang dipaksakan, yang “ditujukan” pada konsumen yang berpotensi maupun yang tidak berpotensi dapat menghabiskan biaya yang besar.Factor ketiga karakteristik produk.
II.                PENENTUAN BIAYA PROMOSI
a.      Mengalokasikan Persentase Penjualan
Sebuah metode sederhana untuk menentukan berapa besar untuk mengatur anggaran promosi yaitu dengan memperuntukkan jumlah dana promosi yang berdasarkan persentase penjualan. Kelemahan besar metode ini yaitu kecenderungan yang melekat untuk mengeluarkan biaya lebih besar pada promosi ketika terjadi peningkatan penjualan dan mengurangi biaya promosi ketika terjadi penurunan penjualan.Jika promosi merangsang penjualan kemudian mengurangi biaya promosi ketika penjualan menurun merupakan hal yang tidak logis.
b.      Memutuskan Berapa Banyak yang Dapat Tersisa
Pendekatan yang digunakan sedikit demi sedikit untuk penganggaranpromosi yaitu untuk menghabiskan dana apa pun yang tersisa ketika semua kegiatan perusahaan telah didanai. Pendekatan penentuan biaya promosi yang seperti itu harus dihindari karena mengabaikan analisis perlunya dilakukan promosi.
c.       Mengeluarkan Biaya Promosi Sebesar yang Ada
Kadang-kadang, sebuah perusahaan kecil menyusun anggaran promosi berdasarkan persaingannya.Pendekatan ini dapat digunakan untuk memberikan reaksi pada taktik promosi jangka pendek oleh para pesaing bisnis berskala kecil.
d.      Menentukan Berapa yang akan Digunakan untuk Melakukan Promosi
Metode ini memerlukan analisis menyeluruh tentang pasar dan alternatif promosi lainnya. Cara terbaik bagi bisnis berskala kecil untuk memperkirakan biaya promosi yang menggabungkan keempat pendekatan tersebut, dimulai dengan sebuah perkiraan mengenai berapa yang akan digunakan untuk melakukan promosi, dan kemudian membandingkannya dengan jumlah tersebut dengan persentase ramalan penjualan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
III.             TEKNIK PENJUALAN SECARA PERORANGAN PADA PERUSAHAAN KECIL
a.      Pentingnya Pengetahuan Produk
Penjualan yang efektif dibuat dengan fondasi dari pengetahuan produk. Jika seorang wiraniaga mengetahui dengan baik keuntungan, kegunaan, dan keterbatasan sebuah produk, dia dapat mendidik para konsumen dengan menjawab pertanyaan mereka dengan baik dan menghadapi penolakan mereka entah produk tersebut berupa kamera, mantel, mobil, peralatan mesin, atau peralatan kantor. Penjualan secara perorangan memburuk hanya menjadi pengambilan order ketika seorang wiraniaga kekurangan pengetahuan akan produknya.
b.      Penyajian Penjualan
Jantung dari penjualan adalah penyajian penjualan pada seorang calon konsumen.Pada titik kritis ini, order belum aman atau hilang. Langkah awal yang menuju pada penyajian penjualan adalah pencarian, sebuah proses sistematis dari pencarian para konsumen baru yang dilakukan secara terus-menerus.
·         Menggunakan Teknik Pencarian
Salah satu teknik pencarian yang paling efektif yaitu memperoleh pengusulan secara perorangan. Sumber pencarian konsumen lain yaitu pengajuan dari sumber non-perorangan seperti publikasi perantara, catatan public dan buku alamat dagang. Kemungkinan pencarian konsumen tersebutdapat juga diidentifikasikan tanpa pengusulan seperti itu yaitu dengan melalui kontak yang diawali oleh pelaku pasar.
·         Melatih Penyajian Penjualan
Sebelum melakukan penyajian penjualan, seorang wiraniaga harus latihan terlebih dahulu didepan cermin atau perekam kaset.Lebih baik lagi, dia mungkin ingin mengguanakan kamera video untuk membuat video latihan.Seorang wiraniaga harus waspada terhadap kemungkinan adanya penolakan konsumen pada produk dan harus mempersiapkan untuk menangani mereka.
·         Melakukan Penyajian Penjualan
Para wiraniaga harus menyesuaikan pendekatan penjualan mereka dengan kebutuhan konsumen.Beberapa wiraniaga telah mempunyai teknik penjualan khusus yang berhasil mereka gunakan.Salah satu wiraniaga mobil, misalnya, menawarkan pelajaran mengemudi gratis pada orang yang belum pernah mengikuti kursus pelatihan pengemudi atau orang yang memerlukan pelajaran lebih sebelum mereka merasa cukup yakin untuk mengambil tes mengemudi yang diminta.
c.       Pengendalian Biaya dalam Penjualan Secara Perorangan
Metode ekonomis maupun metode yang royal muncul untuk mencapai volume penjualan yang sama. Sebagai contoh, mengatur rute wiraniaga keliling secara ekonomis dan membuat perjanjian sebelum tiba di tempat dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
d.      Goodwill Konsumen dan Menjual Hubungan
Penjualan hubungan ditingkatkan ketika seorang pedagang memperlihatkan penampilan yang baik, memiliki kepribadian yang menyenangkan, dan menggunakan etika professional dalam semua kontrak dengan para konsumen.Seorang wiraniaga dapat juga membangun goodwill dengan memahami sudut pandang konsumen.
e.       Program Kompensasi bagi Para Wiraniaga
Para wiraniaga mendapatkan kompensasi atas usaha mereka melalui dua cara-secara keuangan dan non keuangan.
·         Penghargaan Non-Keuangan Penghargaan pribadi dan kepuasan atas pencapaian kuota penjualan merupakan contoh penghargaan non-keuangan yang diakui oleh para wiraniaga.
·         Penghargaan Secara Keuangan Secara tipikal, kompensasi keuangan merupakan factor yang lebih kritis bagi para wiraniaga. Dua perencanaan dasar yang digunakan untuk kompensasi keuangan yaitu komisi dan gaji langsung.
IV.             PENGGUNAAN PERIKLANAN UNTUK PERUSAHAAN KECIL
a.      Tujuan Periklanan
Seperti tujuan utamanya, periklanan mencari untuk menjual dengan menginformasikan, membujuk, dan memperingatkan para konsumen dari keberadaan atau keunggulan barang atau jasa perusahaan.
b.      Jenis-jenis Periklanan
Dua jenis utama periklanan yaitu periklanan produk dan periklanan institusi. Periklanan produk dirancang untuk membuat para konsumen yang sadar akan barang atau jasa tertentu. Periklanan institusi menyampaikan informasi mengenai bisnis tersebut
c.       Frekuensi Periklanan
Menentukan berapa sering untuk mengiklankan merupakan masalah yang penting dan sangat kompleks untuk bisnis berskala kecil.Dengan jelas, periklanan harus dilakukan secara teratur, dan mencoba untuk mendorong minat dalam sebuah barang atau jasa.
d.      Tempat untuk Memasang Iklan
Media periklanan harus menjangkau tapi tidak melampaui batas yang telah ditentukan, pasar target perusahaan saat ini atau yang diinginkan oleh perusahaan.
e.       Pesan
Kebanyakan bisnis berskala kecil bergantung keahlian orang lain untuk menciptakan pesan promosi mereka. Untungny, terdapat berbagai sumber untuk bantuan khusus agen ini: agen periklanan, para penyalur, asosiasi perdagangan, dan media periklanan.
f.       Periklanan World Wide Web
World Wide Web telah menyediakan cara yang sama sekali baru untuk para perusahaan kecil untuk beriklan. Kebanyakan bisnis berskala besar sekarang telah hadir di web dan banyak perusahaan kecil semakin bertambah di dalam menggunakan teknologi internet.
V.                SARANA PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan berfungsi sebagai perangsang untuk membeli produk tertentu sementara secara tipikal menawarkan nilai pada para calon konsumen.
a.      Cinderamata
Jenis cinderamata yang sering digunakan secara luas yaitu kalender. Jenis cinderamata yang popular lainnya yaitu pena, gantungan kunci, gelas kopi, dan kaos. Cinderamata dapat digunakan untuk mempromosikan sebuah produk secara langsung atau untuk menciptakan goodwill bagi sebuah perusahaan.
b.      Penyelenggaraan Pameran Perdagangan
Periklanan sering tidak dapat menggantikan pengalaman percobaan dengan sebuah produk, dan tempat bisnis seorang konsumen tidak selalu merupakan lingkungan terbaik untuk demonstrasi produk.
c.       Publisitas
Kepentingan tertentu bagi para pengecer karena visibilitasnya yang tinggi yaitu publisitas.Publisitas dapat digunakan untuk mempromosikan baik produk maupun image perusahaan, ini merupakan bagian yang vital dari hubungan masyarakat sebuah bisnis berskala kecil.Meskipun publisitas dipertimbangkan menjadi periklanan gratis, tipe promosi ini tidaklah selalu gratis.
d.      Kapan Menggunakan Promosi Penjualan
Perusahaan kecil dapat menggunakan promosi penjualan untuk memenuhi berbagai tujuan.Para pedagang besar dapat mempromosikan untuk membujuk para pengecer membeli persediaan lebih awal daripada biasanya, dan para pengecer dengan sarana promosi yang serupa, mungkin dapat membujuk para konsumen untuk melakukan pembelian.
e.       Perserikatan Strategis dan Promosi Penjualan
Bergabung dengan perusahaan lain untuk mempromosikan produk merupakan bentuk dari perserikatan strategis.
4.      SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR GLOBAL
Peranan Kegiatan Distribusi Dalam Pemasaran
            Dalam pemasaran, distribusi mencakup prgerakan fisik produk maupun pembentukan hubungan perantara (makelar) untuk mencapai pergerakan.Kegiatan yang terlibat secara fisik didalam menggerakkan sebuah produk disebut distribusi fisik atau logistik; sistem perhubungan yang dibuat untuk menuntun pergerakan sebuah produk disebut saluran distribusi.
Fungsi Perantara
            Para perantara umumnya menyediakan alat distribusi yang lebih efisien jika para konsumen tersebar secara luas atau jika dibutuhkan kemasan dan penyimpanan khusus.
a.       Pemisahan produk grosir: fungsi prantara untuk membuat kuantitas besar produk tersedia dalam jumlah yang lebih kecil.
b.      Penganekaragaman Produk: fungsi perantara membawa bersama-sama ini produk yang homogen menjalani keanekaragaman yang heterogen.
c.       Pemberian informasi: akses informasi perantara yang diberikan, termasuk data pada ukuran pasar dan pertimbangan penetapan harga, sama baiknya dngan informasi mengenai anggota saluran distribusi yang lain.
d.      Pengalihan resiko: dengan menggunakan para erantara yang disebut dengan para pedagang perantara, yang memiliki hak pada barang-barang yang mereka distribusikan, perusahaan kecil sering dapat membagi atau secara total mengalihkan resiko bisnis.

Jenis-jenis Saluran Distribusi.
a.       Saluran langsung: sistem distribusi tanpa perantara
b.      Saluran tidak langsung: sistem distribusi dengan satau atau dua perantara
c.       Distribusi ganda: sistem distribusi yang melibatkan lebih  dari satu saluran.

Sistem Distribusi.
            Sebuah perusahaan kecil harus juga mempertimbangkan tiga faktor penting: Biaya, Cakupan, Pengendalian.
Memutuskan Lingkup Distribusi Fisik
            Komponen utama distribusi fisik yaitu menyimpan, memelihara produk, syarat-syarat pengiriman dan manajer persedian.
a.       Transportasi:  Cara-cara transportasi yang tersedia memiliki kekurangan dan kelebihan. Pilihan akan cara transportasi tertentu didasarkan pada beberapa kriteria: cost relatif, waktu perjalanan, reabilitas, kesanggupan, kemudahan untuk ditelusuri dll.
b.      Penyimpanan: Kekurangan tempat merupakan masalah umum bagi bisnis berskala kecil. Ketika sistem saluran menggunakan para perantara, hak terhadap barag diindahkan, sepert tanggung jawab untuk fngsi pnyimpanannya.
c.       Pemilihan produk: sistem disribusi fisik harus mengatur peralatan dan metode pemeliharaan produk yang sesuai.
d.      Syarat-syarat pengiriman: 1. membayar biaya pengangkutan 2. memilih perusahaan pengangkutan, 3. menanggung resiko kerusakan dalam waktu perjalanan, 4. memilih cara pengangkutan
e.       Perusahaan Logistik: Perusahaan logistik yang mengkhususkan diri dalam jasa transportasi dan distribusi, menyediakan jasa perusahaan truk, pengemasan dan pergudangan, bagi perusahaan-perusahaan yang berskala kecil dan menengah dengan karyawan yang terbatas.

Tantangan Pemasaran Global
            Memasuki pasar globa tentu sangat sulit, bahkan untuk negara sekelas Amerika Serikat.Namun perusahaan-perusahaan kecil melihat internet sebagai alat yang sangat kuat untuk menigkatkan visibilitas mereka ditingkat internasional. Seorang pelaku pasar global perlu mempelajari kebudayaan, politik, dan kekuatan ekonomi di pasar luar negri untuk menentukan penyesuaian apa yang dibutuhkan untuk strategi pemasaran domestik.

Persiapan Awal Untuk Pemasaran Global
            Meneliti Pasar Luar Negri. Sebuah bisnis kecil seharusnya memualai penelitian pasar luar negeri dengan mengusahakan sedapat mungkin sumber informasi sekunder. Organisasi milik negara dan swasta juga sangat baik untuk informasi perdagangan,pedoman perdagangan, dan database perusahaan. Menjadi anggota dari sebuah misi perdagangan yang disponsori oleh Departemen Perdagangan merupakan cara yang sangat baik untuk mengevaluasi pasar luar negeri.

Menyusun Rencana Penjualan dan Distribusi
            Ekspor bukanlah satu-satunya cara untuk terlibat dalam passar internasional. Banyak perusahaan kecil mendukung pemberian lisensi sebagai strategi yang paling sederhana untuk melakukan perdagangan internasional.Pemberian Lisensi, yaitu prjanjian hukum yang mengizinkan seseorang pngusaha luar negeri untuk menggunakan desain, paten, atau merek licensor. Sebuah perusahaan dapat juga berpartisipasi dalam penualan pasar luar negeri melaluai joint venture dan secara keseluruhan memiliki ccabang-cabang dipasar luar negeri.

Sumber-sumber Keuangan

Bank Swasta
            Bank-bank besar mungkin memiliki departemen internasiona sendiri. Para eksportir menggunakan bak untuk mengeluarkan letter of credit komersia dan melakukan kegiatan keuangan lain yang berhubungan dengan eksport. Letter of credit adalah perjanjian untuk memeuhi permintaan untuk pembayaran menurut syarat-syarat tertentu.

Small Bussiness Administartion                                                                                   
            SBA melayani perusahaan-perusahaan kecil AS terutama melihat kantor regional,distrik, dan kantor cabangnya. Bisnis berskala kecil baik yang telah melakukan eksport maupun berminat untuk melakukannya sehingga menerima informasi.


BAB III
PENUTUP
            Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyalah memiliki strategi pemasaran sendiri sebeluj mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.
            Didalam pemasaran usaha kecil yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiriatau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.
            Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjualannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasaran usaha kecil dengan tepat.

            Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar.karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan strategi tertentu yangtidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.
 

Blogger news

Blogroll