Tampilkan postingan dengan label Financial Plannig. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Financial Plannig. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

PERENCANAAN DANA PENDIDIKAN


MEMULAI LEBIH AWAL
Untuk mencapai tujuan pada pendanaan di perguruan tinggi, pilihan terbaik adalah memulai dana perguruan tinggi anak sedini mungkin. Tentu saja ini lebih mudah dikatakan dari pada dilaksanakan: kemungkinan anda akan mengalami kesulitan untuk menyimpan uang untuk tujuan jangka panjang ketika sangat banyak pengeluaran tiba-tiba yang menguras uang anda yang hanya menghasilkan sedikit bahkan tidak surplus untuk berinvestasi. Memulai lebih awal menguntungkan anda dengan peluang terbaik. Seperti banyak orang tua, anda mungkin menemukan ketika anak memasuki sd orang tua mempunyai banyak uang. Beberapa orang tua keuangan terakhir mereka lebih baik karena mengurangi biaya child care. Menyisihkan uang ekstra untuk pendidikan yang lebih tinggi pada anak anda merupakan keputusan yang baik.
Pentingnya Memproyeksikan Pendapatan Dan Pengeluaran
Memulai lebih awal adalah lebih dari memulai menabung. Seperti dengan tugas financial planning. Sangat penting bagi anda untuk membeli saham di mana anda berada dan di mana anda ingin pergi. Ini berarti mengukur berapa banyak jumlah yang akan anda butuhkan untuk mengambil tabungan untuk membayar biaya perguruan tinggi dimasa yang akan datang. it means determining if you can fund that savings pool currently or if, like most people, you’ll need to establish a plan to fund this need over time.
            Cara terbaik untuk mengambil saham adalah memproyeksikan arus kas, tergantung pada umur anak anda, anda mungkin membutukhan proyeksi untuk 20 tahun  atau lebih untuk menentukan berapa sumber daya yang diperlukan dari pendapatan yang diperlukan dan apa saja jenis pengeluaran untuk diantisipasi. Anda tidak dapat menjabarkan semanya. Bagaimanapun anda dapat menilai variabel yang mempengaruhi keuangan masa depan anda. Berikut beberapa variabel tersebut.
Pemasukan : mempertimbangkan point-point:
1.      Seberapa konsisten pendapatan dan penyesuaian biaya hidupnya
2.      Seberapa konsisten bonus atau kompensasi bukan gaji yang didapat
3.      Seberapa aman pekerjaanmu keseluruhan
4.      Apakah kamu mengantisipasi kerja lain selain kerjaan yang sekarang
5.      Jika kamu telah menikah, mungkinkah kamu dan pasangan kerja diluar rumah
6.      Jika  bercerai, bagaimana caranya anda menutupi biaya hidup anda dengan anak anda ?
7.      Dengan apa yang disetuji bisakah anda mengekspektasikan biaya kuliah dari kegagalan keuangan, beasiswa, dll
Beban: Pernahkan kamu mengantisipasi :
1.      Membutuhkan biaya untuk pindah rumah atau beli rumah baru
2.      Memperbaiki rumah demi kenyamanan
3.      Membeli mobil baru
4.      Membayar untuk pengasuh atau sekolah privat

Menjawab pertanyaan tersebut akan membantu anda menentukan biaya apa yang anda miliki yang tersedia untuk membayar biaya pendidikan atas rentang waktu yang anda proyeksikan. Pendapatan anda dan biaya sebenarnya kemungkinan akan berbeda dari proyeksi; meskipun demikian, anda lebih baik tetap mengetahui dari pada kehilangan apa yang diproyeksikan. Dan bahkan jawaban yang agak mengecewakan mengenai keuangan Anda menempatkan Anda dalam posisi kekuatan meningkat. Contoh anda membutuhkan $25000 untuk anak pada tahun pertama pada pendidikannya. Proyeksi keuangan anda mengindikasikan tabungan anda hanya berjumlah $15,000 untuk tahun ini. Kekurangan $10,000 mengecewakan  tidak dapat  dimengerti; bagaimanapun memiliki nominal yang sebenarnya dapat mengetahui dimana seharusnya anda harus berdiri. Dengan nominal yang sesungguhnya, anda dapat mengambil langkah yang spesifik untuk menutup kekurangan tersebut. pendanaan $10,000 kekurangan selama bertahun-tahun jauh lebih mudah daripada menangani di tahun pertama kuliah.
            Jika anda tidak memiliki cukup uang uantuk membayar biaya pendidikan yang datang ntuk anak anda, anda mungkinmemepunyai beberapa pilihan untuk mencapai tujuan . berikut beberapa pilihan yang mungkin antara lain:
· Using current income
• Mengambil banyak pinjaman
• Using your child’s own part-time employment income
• Obtaining student loans
• Obtaining scholarships

MEMILIH PERGURUAN TINGGI YANG TERJANGKAU
Langkah penting yang lain untuk menjelaskan langkah penting yang lain anda dapat menjelaskan anak anda berkenaan dengan cita-cita perguruan tinggi. Berapa tahun untuk s1 yang akan anda bayar? Mungkin anda akan membayar untuk graduate school, law school, medical school, and so on? Apakah dia ingin diperguruan tinggi swasta atau negeri ? bukan rahasia biaya pendidikan mahal. Untuk ringkasan berapa biaya sekolah, anda dapat konsultasi dari beberapa buku referensi yang dirancang untuk tjuan tersebut.

MENENTUKAN BERAPA BANYAK YANG ANDA BUTUHKAN
Untuk mengantisispasi biaya pendidikan yang akan datang ketika anak anda memulai sekolah, pertama anda harus menentukan apa saja biaya hari ini, sesuai pada sekolah atau tipe sekolah yang anda rencanakan untuk anak anda . kebanyakan sekolah akan menyediakan informasi yang anda minta, dan mereka mungkin menunjukkan berapa biaya kuliah ketika anak-anak Anda mencapai usia kuliah. Dengan informasi ini, anda dapat memulai proses menentukan berapa banyak uang yang akan anda butuhkan dimasa depan, serta bagaimana untuk mendanai kebutuhan Anda.
untuk menentukan berapa banyak uang yang akan anda butuhkan untuk kuliah anak anda, penting untuk memperoleh informasi yang akurat yang mungkin dalam sekolah anak anda. Seperti pada pernyataan sebelumnya, anda dapat mendapatkan berbagai macam informasi dari menelpon kantor administrasi perguruan tinggi atau mengecek katalog perguruan tinggi. Namun, jumlah yang mereka tentukan mungkin tidak mencakup semua biaya kuliah yang anda butuhkan.
Selain biaya kuliah, kost, papan dan tambahan biaya perguruan tinggi, akan ada biaya yang lain yang seharusnya diestimasikan juga. Yang paling banyak adalah kemungkinan biaya perjalanan yang mahal. Seberapa jauh anak anda bersekolah,?. Frekuensi lain yang terlihat mahal yaitu biaya telepon. Biaya-biaya tersebut harus dimasukkan kedalam anggaran.
Sesuatu yang penting adalah memastikan bahwa anda mempunyai perencanaan  untuk menyisihkan sejumlah uang yang sesuai kemampuan anda sedini mungkin untuk dana pendidikan perguruan tinggi anak anda. Ketika anda meramalkan berapa banyak anda akan membutuhkan biaya perguruan tinggi dimasa yang akan datang, anda membutuhkan perencanaan inflasi, dan tingkat inflasi biaya pendidikan mungkin saja lebih tinggi dari rata-rata tingkat inflasi. Olehkarena itu,  penting untuk membuat anggaran yang lebih tinggi. Jika inflasi 5%, sebagia contoh anda mungkin mengasumsikan biaya pendidikan akan naik 7% pertahun. Sebuah aturan yang baik adalah untuk mengasumsikan bahwa biaya kuliah akan meningkatkan setidaknya dua persen lebih dari inflasi setiap tahun. Bagaimananpun tingkat bunga bisa menjadi lebih tinggi.
Hasil akhirnya, cara yang terbaik untuk mendapatkan informasi secara langsung dari perguruan tinggi yg spesifik atau dari perguruan tinggi yang diminati anak anda. Permintaan informasi mengenai biaya kuliah, Kamar dan makan, dan biaya kuliah lain untuk tahun yang akan datang, serta biaya yg kemarin dan kenaikan terakhir setelah dikombinasikan dengan inflasi. Anda seharusnya juga bertanya kepada mereka untuk ekspektasi kenaikan dimasa yang akan datang, ini akan membantu anda mengembangkan perencanaan menabung yang masuk akal untuk tujuan ini. Kuncinya adalah memperoleh informasi sebenar mungkin. Ketika ragu, estimasi tinggi.  Sisi buruk The only downside of guessing high is that your fund may end up larger than you need, in which case you’ll have some money left over to help fund other future goals, such as your children’s weddings or your retirement.
           
            Anda telah menentukan berapa banyak biaya perguruan tinggi yang akan terjadi, anda seharusnya memproyeksikan posisi arus kas bersih secara tahunan memulai menentukan tajuan kuliah anak berapa banyak biaya yang dibutuhkan  untuk didanai. Proses ini akan memungkinkan Anda untuk mempertimbangkan kemampuan untuk membayar biaya kuliah dari arus kas masuk selama tahun kuliah  jika arus kas masuk anda melebihi arus keluar Selain biaya kuliah.

Setelah anda memproyeksikan posisi arus kas bersih tahunan, setelah itu anda dapat mengidentifikasi berapa banyak kekurangan akan terjadi untuk setiap arus kas negatif dan menentukan berapa banyak uang yang harus anda sisihkan untuk membiayai jumlah negatif tersebut. Jumlah yang dibutuhkan akan kurang dari total jumlah negative karena jumlah ini sudah termasuk inflasi dan keuangan saat ini akan tumbuh berdasarkan investasi yang dibutuhkan
Table dibawah ini memberikan refernsi menurut biaya kuliah selama 4 tahun dan pentingnya dana dalam membayar biaya2 ini, dengan asumsi :
·         Biaya kuliah terbaru $10.000 per tahun
·         Biaya kuliah akan meningkat 7% per tahun
·         Ykamu akan menghasilkan 6% setelah pajak dalam pecapaian tujuan
Table menunjukkan seberapa banyak kamu memtuhkan simpanan akan memberikan asumsi , jika uangtelah ditetapkan dalam tahunan atau bulanan, tergantung berapa umur anak anda sekarang








Apa implikasinya ? table ini menawarkan secara umum, bagaimana biaya kuliah yang tinggi di masa depan dan seberapa banyak uang yang anda investasikan. Sungguh mengejutkan melihat biaya saat ini 10000 per tahun saat ini dengan 140.000 untuk 4 tahun yang sekarang masih berumur 1 tahun. Dengan angka yang cukup besar ini kamu dapat lebih spesifik dalam mengestimasikan apa yang kamu butuhkan








CARA PERENCANAAN DANA PENDIDIKAN
Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.
Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya yang sudah dapat diprediksi sejak jauh hari. Karena itu, kita juga bisa mempersiapkannya sejak jauh hari sehingga pada saat dibutuhkan nanti kita tidak lagi kebingungan mencari sumber pembiayaan untuk membayar uang sekolah anak kita. Jadi dana pendidikan dapat dipersiapkan dengan cara :

A. Tabungan Pendidikan
Tabungan pendidikan adalah jenis tabungan berjangka, yaitu tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sampai si penabung dapat mempergunakannya. Biasanya, jangka waktu tabungan disesuaikan dengan peruntukan jenjang pendidikan yang akan dibiayai. Misalnya, bila tabungan akan digunakan untuk masuk SD maka bila orang tua mulai menabung saat anak lahir, jangka waktu tabungan pendidikan tersebut cukup 6 tahun saja.
Karakteristik Tabungan Pendidikan
1.     Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk tambahan dari rekening tabungan utama.
2.     Penabung harus menabung secara periodik dan dananya otomatis didebit/dipindahkan dari rekening tabungan utama ke dalam sebuah rekening, dalam jangka waktu yang telah dipilih.
3.     Selama jangka waktu tersebut, dana di tabungan ini tidak boleh ditarik. Apabila ditarik akan dikenakan pinalti sebesar nilai tertentu.
4.     Karena dana tabungan ini tidak dapat diambil (kecuali dengan penalti), biasanya bank akan menawarkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.
5.     Tabungan pendidikan tidak dikenakan biaya administrasi.
6.     Tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai penabung meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu hingga biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

B.  Asuransi Pendidikan
Asuransi pendidikan adalah asuransi plus investasi untuk pendidikan. Fungsi asuransinya akan menanggung risiko bila terjadi kematian atas Anda, sedangkan fungsi investasinya akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan uang Anda itu, akan dibayarkan dalam bentuk sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, disesuaikan dengan tahapan sekolah anak Anda.
Karakteristik Asuransi Pendidikan
1.     Karena produk dasarnya adalah asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Asuransi pendidikan akan memberikan keluarga Anda manfaat jika terjadi resiko kematian berupa santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi resiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasar dari investasi Anda berupa premi yang sudah dibayarkan.
2.     Investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan bila terpenuhi salah satu dari dua kondisi, yaitu : pertama, apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua apabila terjadi resiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan saat anak-anak kita masuk ke suatu jenjang pendidikan tertentu.
3.     Biasanya hasil investasi di asuransi pendidikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan pendidikan. Namun asuransi tidak bisa sefleksibel tabungan. Ada kurun waktu minimum tertentu yang harus terpenuhi sampai ada  nilai tunai untuk diuangkan, umumnya sekitar 3 tahun. Dan biasanya, prosesnya pun lebih sulit dan perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan tabungan pendidikan.

C. Mempersiapkan Dengan Investasi
  1. Saham
Investasi pada saham diharapkan dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari waktu ke waktu dari pada obligasi atau investasi tunai Namun, investasi ini jauh lebih berisiko dalam jangka panjang. Karena akan banyak ketidakpastian mengenai berapa nilai investasi di masa yang akan datang.
2.  Obligasi
      Strategi lain adalah membeli satu atau lebih obligasi yang dimaksudkan untuk membayar sebuah biaya pendidikan pada waktu tertentu.
      menginvestasikan kembali pendapatan bunga sangat populer. karena tidak membutuhkan penghasilan dari investasi sampai ketika Anda akan membayar biaya kuliah. Akibatnya, obligasi kupon nol dan seri EE sering dipilih sehingga investor tidak perlu menginvestasikan kembali pendapatan bunga pada dasar semi tahunan.
3. Reksadana
Anda bisa menabung di reksadana saham dengan return minimal 15% per tahun
4. Emas
mempersiapkan dana pendidikan di emas.  Emas digunakan untuk menjaga nilai uang Anda, agar nilainya tidak kalah terhadap inflasi.

D. Mengambil Pinjaman dan menjual harta
Cara ini diambil jika anda tidak mempunyai rencana keuangan pendidikan yang baik buat anak. Sehingga saat anak membutuhkan uang pendidikan, anda tidak punya simpanan. Sehingga jalan yang ditempuh yaitu meminjam uang atau menjual harta yang dipunya.

LANGKAH –LANGKAH DALAM MERENCANAKAN DANA PENDIDIKAN ANAK SETELAH MENYELESAIKAN CARA PERENCANAAN DANA PENDIDIKAN.
a. Jalankan Rencana Dana Pendidikan Anak Anda
Cara selanjutnya adalah mulai menjalankan sesuai dengan rencana, seperti mulai berinvestasi atau mengumpulkan emas. Lakukanlah dengan teratur.
b. Cek Berkala Dana Pendidikan Anak Anda
Apabila Anda berinvestasi pada asset-asset kertas, seperti reksadana saham, saham, obligasi jangan lupa cek secara berkala. Kondisi ekonomi suatu negara bergerak dinamis. Untuk rentang waktu lebih dari 10 tahun, bisa jadi ada masa-masa resesi. Apabila ada perubahan kondisi, segera lakukan aksi-aksi untuk mempertahankan nilai uang Anda. 
c. Perbaiki Rencana Dana Pendidikan Anak Anda
Lakukan perhitungan ulang, sesuai dengan kondisi yang ada. Bisa jadi asumsi perhitungan yang dilakukan pada beberapa waktu yang lalu menjadi kurang tepat.


RUMUS PERHITUNGAN DANA PENDIDIKAN DI MASA DATANG
Dana pendidikan diakui memang salah satu dana yang mahal, tetapi Apapun tujuan pendidikan anak Anda (mau sampai S1, S2 atau di sekolah di luar negeri), Kapanpun waktunya (masih 5 tahun lagi. 10 tahun lagi, 12 tahun lagi) dan Berapapun biayanya (100jt, 200jt atau lebih), Anda masih dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk buah hati Anda. 

Rumus untuk menghitung dana pendidikan :
FV = PV x (1 + i )t

Keterangan :
·                     FV = Future Value ( Total Biaya Pendidikan Akan datang)
·                     PV = Present Value ( Total Biaya Pendidikan Saat ini )
·                     i = Tingkat inflasi
·                     t = Jangka waktu

PROGRAM PENGADAAN DANA PENDIDIKAN ANAK
A. Harapan kredit beasiswa
Harapan beasiswa kredit pajak sama dengan 100 % pertama $ 1,000 dari biaya, memenuhi syarat dan 50 % berikutnya $ 1,000 dari biaya, untuk 2 tahun pertama kuliah. Biaya tersebut meliputi memenuhi syarat pendidikan dan terkait biaya, tetapi tidak kamar, papan, atau buku. Yang memenuhi syarat pendidikan dan terkait biaya yang harus dikeluarkan oleh anda, pasangan anda, atau anda tergantung.
Syarat pada harapan  kredit :
1.      Siswa harus setidaknya setengah-waktu mahasiswa setidaknya satu periode akademik dimulai selama tahun.
2.      Harapan kredit diperbolehkan hanya untuk pertama 2 tahun akademik post-secondary pendidikan.
3.      Kredit di tolak jika siswa dihukum karena sebuah kejahatan pelanggaran obat.
B. Kredit Belajar Seumur Hidup
Kredit belajar Seumur hidup sampai dengan $ 2.000 per keluarga per tahun tersedia untuk pendidikan berkualitas dan dibayar untuk setiap kursus pendidikan tinggi untuk pembayar pajak, pasangan, atau tanggungan biaya yang terkait. Kredit seumur hidup dan harapan yang dihapus untuk satu pembayar pajak dengan AGI antara $42.000-$ 52.000 dan pasangan yang sudah menikah pengajuan bersama-sama dengan AGI antara $85.000-$ 105.000 tahun 2004.
C. Deduksi biaya pendidikan tinggi
Ada pengurangan kualifikasi pendidikan tinggi biaya yang dibayar oleh pembayar pajak atas nama pembayar pajak, pasangan, atau tergantung di atas-the-line. Pada tahun 2004 dan 2005, pembayar pajak dengan AGI yang tidak melebihi $65.000, atau $130.000 bagi pengajuan bersama-sama, mungkin mengklaim pemotongan maksimum $4.000. Single dengan pendapatan tambahan $80.000 dan istri dengan pendapatan tambahan $160.000 dapat mengklaim pemotongan $2.000. Pengurangan ini berakhir setelah tahun 2005. Pembayar pajak mungkin tidak mengklaim pengurangan dan harapan atau kredit belajar seumur hidup pada tahun yang sama sehubungan dengan siswa sama.
D. Pengurangan minat meminjam siswa
Pembayar pajak diperbolehkan untuk mengurangi sampai $2.500 untuk bunga yang dibayar atas pinjaman pendidikan yang berkualitas. Pengurangan ini dihapus untuk satu pembayar pajak dengan AGI lebih dari $50.000 dan untuk wajib pajak yang kawin pengajuan bersama-sama dengan AGI lebih dari $100.000 pada tahun 2004.
E. Meminjam untuk membayar kuliah
Program tabungan dan investasi yang bahkan yang paling ketat mungkin membiarkan Anda pendek pada dana kuliah. Pilihan anak sekolah tertentu dapat mengakibatkan biaya yang lebih tinggi daripada Anda diantisipasi, atau kewajiban keuangan lain dapat mengurangi dana yang anda punya untuk disisihkan. Akibatnya, Anda mungkin harus mempertimbangkan meminjam uang untuk menutup kesenjangan pendanaan. Dalam keadaan ini, Anda memiliki berbagai pilihan untuk memilih dari, termasuk:
·         Qualified plan (401(k)) loans; memenuhi syarat rencana pinjaman (401(k))
·         Home equity loans; pinjaman ekuitas rumah
·         Life insurance loans; pinjaman asuransi jiwa
·         Special loan programs; pinjaman program khusus
F. Program pinjaman khusus
 Apabila Anda tidak memenuhi syarat untuk bantuan keuangan, mempertimbangkan beberapa program kredit khusus yang tersedia, termasuk:
·         Stafford loans
·         Student Loan Marketing Association (Sallie Mae) loans
·         Educational Resources Institute loans
G. MEMBELI sewa properti selama anak anda menjalanin masa kuliah
Beberapa orang tua menemukan bahwa jika mereka keuangan mengijinkan, pembelian properti sewa di lingkungannya anak kuliah dapat mengurangi biaya dan menghasilkan dana selama kuliah tahun. Investasi real estat semacam ini menawarkan beberapa keuntungan yang signifikan.
Banyak orangtua college-aged anak menemukan pengaturan semacam ini biaya-efektif. Jelas, melanjutkan sepanjang garis-garis ini menganggap pendapatan yang cukup untuk membuat investasi; Selain itu, Anda harus bersedia untuk mengurus tanggung jawab tambahan pembelian dan menjaga properti. Anda harus hati-hati membandingkan yang biaya pemeliharaan properti versus hanya membayar sewa pada properti Anda tidak sendiri. Jika nilai properti tidak benar-benar menghargai, membayar sewa mungkin berakhir lebih murah, kurang berisiko dan memakan waktu kurang.
H. Mendapatkan bantuan keuangan dan beasiswa
Menjelajahi keuangan bantuan dan peluang beasiswa dapat membuktikan berharga dalam mengungkap semua sumber-sumber dana untuk membantu Anda membayar untuk perguruan. Bahkan jika Anda memiliki pendapatan yang tinggi, tidak menyerah sepenuhnya pada mengajukan permohonan bantuan keuangan. Anda mungkin tergantung pada Aktiva anda dan kewajiban; faktor lain adalah berapa anak Anda mempunyai menghadiri kuliah secara bersamaan. Untuk menentukan apakah Anda memenuhi syarat untuk bantuan federal, Anda harus menyelesaikan gratis aplikasi untuk Federal bantuan mahasiswa (FAFSA) dan serahkan ke College Beasiswa Layanan (CSS) untuk dipertimbangkan. Beberapa pemohon untuk non-federal bantuan juga harus menyelesaikan CSS & amp; Profil bantuan keuangan. Mengisi formulir sangat memakan waktu, tapi mungkin layak waktu Anda dalam jangka panjang.
Tanpa pertanyaan, beasiswa dapat menjadi sumber dana jika anak Anda memenuhi kriteria. Beberapa beasiswa diberikan kepada siswa dengan bakat istimewa atau kepentingan; lain tersedia bagi siswa dari daerah geografis tertentu; masih orang lain berdasarkan nilai atau kegiatan. Itu tidak membuatnya selalu menjadi faktor. Meskipun sebagian besar beasiswa sangat kompetitif, orang lain pergi tidak diklaim. Penelitian dilakukan Anda dapat membayar dividen besar.




PERENCANAAN ASURANSI


A.   RISIKO
Dalam dunia asuransi yang dimaksud risiko adalah, apabila risiko tersebut diartikan sebagai ketidak pastian yang menimbulkan kerugian (Uncertainty of loss), yang dimaksud disini kerugian daIam arti financial (financial risk), dimana kerugian tersebut dapat dinilai secara financial atau dinilai dengan uang.
Klasifikasi Risiko
a.      Speculative Risks (Risiko Spekulatif)
Risiko spekulatif adalah risiko yang memberikan kemungkinan untung (gain) atau rugi (loss) atau tidak untung dan tidak rugi (break even). Risiko Spekulatif disebut juga risiko dinamis (dynamic risk).
Contoh:
- Risiko dalam dunia perdagangan (kemungkinan untung atau rugi)
b.      Pure Risks  (Risiko murni)
Risiko yang hanya mempunyai satu akibat yaitu kerugian. Sehingga tidak ada orang yang akan menarik keuntungan dari risiko ini.
Contoh:
- Kebakaran
c.       Fundamental Risk - (Risiko fundamental)
Risiko yang sebab maupun akibatnya impersonal (tidak menyangkut seseorang). dimana kerugian yang timbul dari risiko yang bersifat fundamental biasanya tidak hanya menimpa seorang individu melainkan menimpa banyak orang.
Contoh :
- Gempa bumi - perang - Inflasi - dll
Risiko yang sifatnya fundamental dapat timbul misalnya dari :
1. Sifat masyarakat dimana kita hidup.
2. Dari peristiwa-peristiwa phisik tertentu yang terjadi diluar kendali manusia.
d.      Particular Risks (Risiko khusus)
Risiko khusus dimana risiko ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa individual dan akibatnya terbatas.
Contoh:
- Pencurian

Guna Klasifikasi Risiko
Klasifikasi risiko berguna dalam rangka menetapkan apakah suatu risiko dapat diasuransikan atau tidak dan untuk menentukan apakah suatu risiko lebih tepat ditangani oleh pemerintah atau diserahkan kepada lembaga asuransi komersial.
Risiko yang dapat diasuransikan dan risiko yang tidak dapat  diasuransikan
      Risiko spekulaif tidak dapat diasuransikan karena pada risiko ini terdapat kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan.
      Risiko murni dapat diasuransikan karena hanya mempunyai satu kemungkinan yaitu mendatangkan kerugian, tetapi berdasarkan pertimbangan secara yuridis maupun komersial tidak semua risiko murni dapat diasuransikan.
      Risiko fundamental; biasanya asuransinya dikelola oleh pemerintah, hal ini dikarenakan akibat dari risiko ini dalam jumlah dan area yang luas.













B.   ASURANSI
Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, dimana secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa dimaklumi, karena mereka dalam mendefinisikannya disesuaikan dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam memandang asuransi, dimana sesuai dengan uraian diatas bahwa asuransi dapat dipandang dari beberapa sudut.
Definsi-definisi tersebut antara lain :
  1. Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia : "Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu" Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, yaitu :
a.       Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
b.      Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu.
c.       Suatu peristiwa (accident) yang tak terntentu (tidak diketahui sebelumnya).
d.      Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.
  1. Definisi asuransi menurut Prof. Mehr dan Cammack : "Asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung".
  2. Definisi asuransi menurut Prof. Mark R. Green: "Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu".
  3. Definisi asuransi menurut C.Arthur William Jr dan Richard M. Heins, yang mendefinisikan asuransi berdasarkan dua sudut pandang, yaitu:
a.       "Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung".
b.      “.Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial".

Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas kiranya mengenai definisi asuransi yang dapat mencakup semua sudut pandang : "Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara manggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu".
Pengertian Asuransi bila di tinjau dari segi hukum adalah: "Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dimana pihak tertanggung mengikat diri kepada penanggung, dengan menerima premi-premi Asuransi untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan di derita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberi pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan. "

 B.1 Fungsi Asuransi :
1.      Transfer Resiko
Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi
2.      Kumpulan Dana
Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi
Ditinjau dari beberapa sudut, maka asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan yang bermacam-macam, antara lain:
1.    Dari segi Ekonomi, maka :
Tujuannya
Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan.
Tekniknya
Dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar, sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian.
2.      Dari segi Hukum, maka :
Tujuannya
Memindahkan risiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepadapihak lain.
Tekniknya
pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi), maka risiko beralih kepada penanggung.
3.      Dari segi Tata Niaga, maka :
Tujuannya
Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi.
Tekniknya
Memindahkan risiko dari individu / perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan risiko (perusahaan asuransi), yang akan membagi risiko kepada seluruh peserta asuransi yang ditanganinya.
4.      Dari segi Kemasyarakatan, maka :
Tujuannya
Menanggung kerugian secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi.
Tekniknya
Semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan kontribusinya (berupa premi )untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang / beberapa orang anggotanya.
5.      Dari segi Matematis, maka :
Tujuannya
Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya risiko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untuk membagi risiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi.
Tekniknya
Menghitung besarnya kemungkinan berdasarkan teori kemungkinan ("Probability Theory"), yang dilakukan oleh aktuaris maupun oleh underwriter

B.2 Klasifikasi Asuransi
1.      Dari segi sifatnya :
a.       Asuransi sosial atau asuransi wajib, dimana untuk ikut serta dalam asuransi tersebut terdapat unsur paksaan atau wajib bagi setiap warga negara. Jadi semua warga negara (berdasarkan kriteria tertentu) wajib menjadi anggota atau membeli asuransi tersebut. asuransi ini biasanya diusahakan oleh Pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara.
b.      Asuransi sukarela, dalam asuransi ini tidak ada paksaan bagi siapapun untuk menjadi anggota/pembeli. Jadi setiap orang bebas memilih menjadi anggota atau tidak dari jenis asuransi ini. Jenis asuransi ini biasanya diselenggarakan oleh pihak swasta, tetapi ada juga yang diselenggarakan oleh pemerintah.

2.      berdasarkan kepemilikan
a.       Asuransi milik Pemerintah , asuransi yang sahamya dimiliki sebagian besar ata bahkan 100 persen oleh pemerintah Indonesia.
b.      Asuransi milik Swasta , asuransi yang kepemilikan sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki saham terbanyak dalam RUPS
c.       Asuransi milik perusahaan asing, asuransi yang biasanya cabang dari negara lain dan kepemilikannya 100% oleh pihak asing
d.      Asuransi milik campuran, Merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing.
3.      Berdasarkan  bentuk hukum
a.       Perseroan Terbatas
b.      Persero
c.       Koperasi
d.      Usaha Bersama

4.      Dari segi jenis objeknya, asuransi dapat dibedakan ke dalam :
a.       Asuransi manusia, yang meliputi antara lain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi bea siswa, asuransi hari tua dan lain-lain dimana objek pertanggungannya manusia.
b.      Asuransi umum atau harta benda, yang meliputi antara lain asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan barang, asuransi kendaraan bermotor, asuransi varia, asuransi penerbangan dan lain-lain, dimana objek pertanggungannya adalah hak/harta atau milik kepeningan seseorang.

B.3 Prinsip – Prinsip Asuransi
1.      Prinsip “itikad baik”
Prinsip mendasar yang harus dimiliki adalah prinsip adanya itikad baik atau “utmost good faith” atau “uberrimai fides”.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa penanggungan sebagai “penjual” polis perlu dilindungi terhadap kemungkinan adanya kesalahan informasi yang diberikan oleh calon tertanggung mengenai obyek pertanggungan. Dengan demikian, jika penanggungan mengetahuinya, ia tidak akan mennerima pertanggungan tersebut atau menerimanya tetapi kondisi yang berbeda.
Untuk melindungi kepentingan tersebut, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 251 aturannya: “Setiap keterangan yang keliru atau tidak benar, ataupun setiap tidak memberitahukan hal-hal yang diketahuioleh si tertanggung, betapapun itikad baik  ada padanya. Yang demikian sifatnya, sehingga seandainya si penanggung telah mengetahui keadaan yang sebenarnya, perjanjian itu tidak akan ditutup atau tidak ditutup dengan syarat-syarat yang sama, mengakibatkan batalnya pertanggungan.”
Pelanggaran atas itikad baik ini dapat mengakibatkan pertanggungan menjadi batal atau batal sejak awal atau dilakukan perbaikan dengan kondisi yang berbeda. Kesalahan ini dapat terjadi karena:
a.      Tidak mengungkapkan informasi material secara benar dan tidak lengkap (non-disclosure) yang dilakukan dengan tidak sengaja.
b.      Menyembunyikan informasi (concealment)
c.       Informasi yang diungkapkan keliru (innocent mis-representation)
d.      Memberikan informasi yang salah denag tujuan penipuan (fraudulent misrepresentation)
Dalam proses pemasaran ini, masing-masing pihak yang mengadakan perjanjian harus sama-sama memiliki itikad baikuntuk mengadakan perjanjian. Masing-masing pihak juga harus dapat mengungkapkan atau menyampaikan data dan informasi yang dibutuhkan untuk perjanjian tersebut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya(duty of disclosure), tetapi dalam praktiknya sering terjadi kelemahan-kelemahan, yaitu antara lain:
ü  Petugas pemasaran atau agen kurang professional. Pada umumnya mereka dilatih mengenai cara berjualan yang bai dan efektif oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka juga diajarkan prinsip-prinsip dasar asuransi. Tetapi mereka menjalankan semuanya atau adakalanya sengaja mengabaikan apa yang telah dipelajarinya. Mereka kurang memahamiisi dari produk asuransi yang dijual. Mereka lebih cenderung mengungkapkan tentang apa yang di jamin (benefit) tetapi sedikit sekalai tentang apa yang tidak dijaminkan atau yang dikecualikan, lebih-lebih tentang syarat-syarat dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi tertanggung sebelum, selama pertaanggungan berjalan, atau setelah terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian.
ü  Petugas pemasaran atau agen selalu tidak mempunyai cukup waktu untuk menjelaskan ini produk asuransi yang ditawarkannya dengan lengkap. Mereka selalu ingin agar jualnnya cepat dibeli. Mereka terdorong oleh keinginan untuk secepatnya mencapai target produksi menerima komisi, bonus dan prestasi.
ü  Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam aplikasi permohonan asuransi atau surat permohonan penutupan asuransi (SPPA) atau Surat permintaan asuransi jiwa (SPAJ) kurang lengkap bahkan kadang-kadang tidak sesuai dengan fakta. Hal ini dapat diartikan sebagai penyembunyian fakta atau pembohongan. Mereka mungkin lupa atau menggampangkan dampak yang mungkin akan timbul dari jawaban-jawaban yang tidak benar itu. Acapkali SPPA atau SPAJ tidak diisi sendiri oleh calon tertanggung. SPPA/SPAJ boleh diisi oleh petugas pemasaran atau agen, tetapi jawabannya harus datang dari calon tertanggung. Jawaban-jawaban itu harus dikomfirmasi kebenarannya oleh calon tertanggung sebelum SPPA/SPAJ ditandatangani. Tertanggung atau ahli warisnya tidak menggunakan dalih bahwa SPPA/SPAJ-nya diisi oleh petugas penjualan atau agen perusahaan asuransi jika pada saat pengajuan klaim di kemudian hari klaimnya ditolak dengan alasan jawaban atas pertanyaan SPPA/SPAJ yang tidak benar.
ü  Pembeli atau calon tertanggung selalu kekurangan waktu untuk mendengarkan penjelasan petugas pemasaran atau agen. Mereka selalu sibuk dengan kegiatan usahanya sendiri. Asuranis bukanlah suatu topic uang menarik untuk didengarkan karena seringkali calon tertanggung membeli asuransi karena kemauan sendiri akan tetapi terpaksa membeli. Mereka dipaksa membeli, misalnya oleh institusi keuangan pemberi kredit, atau karena bujukan dari agen atau adnya factor kedekatan/kekerabatan dengan agen. Tertanggung cenderung mengingat apa yang dijamin(benefit) dan melupakan apa yang dikecualikan termasuk kewajiban.
ü  Tertanggung tidak meluangkan waktu untuk membaca polis asuransi. Ketika polis sauransi diserahkan kepadanya, tindakan pertama yang diambil ialah segera membayar premi asuransi lalu dokumennya disimpan. Atau jika preminya telah dibayar maka polis langsung disimpan saja. Dokumen ini akan dilihat lagi jika terjadi peristiwa yang menimbulkan klaim atau pada saat mendapatkan pemberitahuan dari perusahaan asuransi bahwa masa pertanggungan telah berakhir dan perlu perpanjangan. Tertanggung mungkin telah membaca polis asuransi tapi tidak sepenuhnya mengerti dan enggan untuk bertannya kepada agen. Walhasil, hanya kekecewaan, penyesalan dan caci maki tatkala perusahaan menolak membayar kalim dengan alasan yang jelas tyertera di dalam polis asuransi.



2.      Prinsip “kepentingan” yang dapat diasuransikan
Merupakan prinsip yang harus ditegakkan sejak awal perjanjian asuransi. Kepentingan financial dapat diasuransikan dalam kehidupan bisnis sehari-hari. Dapat dikatakan bahwa seorang pengusaha mempunyai kepentingan dalam beberapa perusahaan tertentu, berarti ia mempunyai keterlibatan keuangan dengan perusahaan-perusahaan tersebut, artinya ia mempunyai kepentingan financial. Dengan demikian jika terjadi sesuatu peristiwa merugikan yang menimpa objek pertanggungan, tertanggung akan mengalami kerugian keuangan.
Dari pengertian tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa saruransi atas kehidupan seseorang tidak sah apabila tertanggung/ pemegang polis tidak mempunyai “insurable interest” atas hidup atau kehidupan dari orang yang menjadi objek pertanggungan. Demikian juga terhadap harta benda yang diasuransikan. Tertanggung akan menderita kerugian apabila terjadi kerusakan atau kehilangan atau menghadapi kemungkinan tuntutan ganti oleh pihak ketiga.
Kepentingan yang dapt diasuransikan dapat timbul sesuai ketentuan yang diatur dalam KUHD pasal 250, yaitu bahwa: “Apabila pertanggung untuk diri sendiri atau apabila seorang, yang untuknya telah diadakan suatu pertanggungan, pada saat…..diadaknnya suatu pertanggungan itu tidak mempunyai suatu kepentingan terhadap barang yang dipertanggungan itu maka sipenanggung tidaklah wajib memberikan ganti rugi.”
Kepentingan yang dapat diasuransikan ini dapat timbul atau ada kerena beberapa hal antara lain:
·      Karena hubungan kerja, yaitu majikan dengan karyawan atau karena perjanjian kerja.
·      Hubungan perkawinan atau hubungan darah.
·      Hubunga uatang piutang, karena pihak yang meminjamkan uang (kreditur) akan menderita kerugian sebesar utang yang belum dilunasi oleh peminjam(debitur) jika debitur tersebut meninggal.
·      Kerena penunjukkan perjanjian, yaitu karena seseorang atau badan dapat diberi kuasa/petunjuk oleh orang/badan lainnya untuk mewakilinya melakukan penutupan asuransi.
·      Karena kewajiban, yaitu karena adanya kewajiban misalnya, memberikan ganti rugi kepada pihak ketiga karena pemilikan atau penggunaan sesuatu harta benda yang menimbulakan kerugian pihak ketiga.
·      Karena sebab-sebab lain yaitu karena adanya  ketentuan perundang-undangan.
·      Karena kepemilikan, yaitu karena kepemilikan merupakan penyebab yang paling uatam, paling laxim dan dikenal oleh masyarakat pada umumnya.

3.      Prinsip ganti rugi (indemnity)
Adalah prinsip yang memberikan ganti rugi atas kerugian yang sebenarnya, artinya tidak akan terajdi pembayaran suatu kerugian atas risiko yang direncanakan, maka dikenal dengan prinsip “volenti nonfat injuria” atau “suffer of a loss without a remedy”. Prinsip indemnity merupakan suatu mekanisme yang akan menempatkan kembali tertanggung pada posisi keuangan sesaat sebelum trejainya kerugian, dengan menerima pembayaran ganti rugi dari penangung setelah terjadinya suatu kerugian. Besar ganti rugi tidak boleh melebihi kerugian yang sebenarnya diderita (atau tidak boleh melebihi jumlah uang pertanggungan).
     Prinsip ganti rugi ini diatur dalam pasal 253, 273, dan 275 KUHD, yang dapat disimpulkan bahwa
a.     Jumlah uanga pertanggungan (JUP) harus sama denagn jumalah harga yang sebenarnya dari obyek pertanggungan.
b.    Bila terjadi kerugian, maka jumlah pemberian ganti-rugi akan dilakuakn sepenuhnya (sesuai denag kerugia yang diderita) sampai jumlah yang dipertanggungkan.
Tertanggung acapkali tidak memahami prinsip-prinsip asuransi yang mendasari penghitungan ganti rugi tersebut. Prinsip ganti-rugi (indemnity) yaitu prinsip dimana penanggung akan memberikan ganti rugi kepada tertanggung sejumlah uanga yang besarnya sama dengan posiis kekayaan yang dimiliki tertanggung sesaat sebelum risisko yang menimbulakan kerugian terjadi. Dari pengertian prinsip ganti-rugi ini, orang akan bertannya:
Ø Berapa banyak sesungguhnya besar kekayaan seseorang tertanggung sesaat sebelum terjadi risiko kerugian ini?
Jawabannya adalah bahwa besarnya aialah sama denga harag barang itu jika dijual secara wajar, tanpa adanya desakan kebutuah akan uang, yaitu harga pasar barang itu sesaat sebelum terjadinya risiko yang menimbulkan kerugian.
Ø Mengapa harus harga pasar?
Jawabannya adalah seandainya sesaat sebelum risiko penyebab kerugian, barang itu dijual, maka tertanggung mempunyai kekayaan sebesar harga pasar barang itu.
Ø Mengapa harus harga pasar dan bukan besaranya nilai yang dipertanggungkan?
Jawabannya, tujuan berasuransi adalah untuk mempertahankan tingkat kekayaan/ kesejahteraan tertanggung bukan untuk memperkaya diri.
Seandainya tidak demikian, maka pastilah banyak orang akan menjadi kaya raya mendadak setelah klaim asuransinya dibayar.

4.      Prinsip Proksima Atau “Penyebab Utama Terjadinya Risiko”
Prinsip proksima dalam asuransi adalah penyebab terjadinya risiko (proximate cause), sering juga timbul perselisihan karena kesalahan dalam penafsiran terhadap penyebab terjadinya risiko. Dalam polis-polis asuransi selalu terdapat penyebab-penyebab apa saja yang dijamin. Pernyataan ini mengandung arti bahwa perusahaan akan membayar ganti rugi terhadap kerusakan/kerugian obyek yang dipertanggungkan apabila kerusakan atau kerugian tersebut timbul akibat salah satu sebab yang dijamin.
Sebelum seorang tertanggung dapat mengajukan klaim , terlebih dahulu harus ditetapkan apa penyebab kerugian tersebut. Artinya tertanggung dapat mengajukan klaim jika kerugian yang di deritanya disebabkan oleh risiko yang dijamin polis. Penyebab yang dijamin haruslah “penyebab terdekat” (proximate cause). Penyeba terdekat atau kausa proksima adalah suatu penyebab aktif dan efisien yang bergerak dalam suatu mata rantai peristiwa yang membawa suatu akibat tanpa intervensi sesuatu penyebab lain yang bekerja secara aktif dan yang datang dari suatu sumber baru dan independen.
Doktrin ini menyatakan bahwa agar seorang tertanggung dapat mengklaim, maka mata rantai peristiwa sejak penyebab yang dijamin polis hingga kerugian financial yang diderita tertanggung tidak boleh terputus. Jika mata rantai peristiwa itu terputus oleh suatu penyebab baru yang dikecualikan dari polis maka kerugian yang dijamin hanyalah kerugian yang diderita setelah terjadinya risiko yang tidak dapat di klaim.
Selain itu asuransi juga mnegenal istilah perluasan jaminan (extension of cover). Apabila suatu sebab tidak dijamin dalam polis standar, tidak berarti sebab itu tidak boleh ditanggung , melainkan masuk dalam perluasan jaminan.

5.      Prinsip “kontribusi”
Dalam kehidupan sehari-hari kontribusi dapat berarti sumbangan, iuaran, pembayaran ataupun dapat juga merupakan sesuatu yang dapat diberikan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. . kontribusi dalam asuransi adalah hak penanggung untuk mengih bagian yang menjadi tanggung jawab penanggung lain atas ganti rugi yang telah dibayarkan kepada tertanggung. Dala praktik perasuransian, kita melihat bahwa kontribusi tidaklah selamanya dilakukan sesuai dengan cara “bayar dulu” kepada tertanggung “baru tagih” kepda penanggung lainnya, hal ini tergantung dari bagaimana cara penutupan asuransi dilakukan. Pada umumnya kita mengenal beberapa cara penutupan asuransi yang dengan sendirinya memenuhi cara kontribusi dalam  pembayaran klaim.
Cara penutupan asuransi  (atas obyek pertanggungan) yang sama, antara lain:
a.       Penutupan asuransi bersama
b.      Penutupan asuransi sendiri-sendiri
Prinsip kontribusi diatur dalam KUHD pasal 252, menetapkan bahwa: “kecuali dalam hal-hal yang disebutkan dalam ketentuan UU, maka tak bolehlah suatu pertanggunga kedua, untuk jangka waktu yang sudah dipertanggungkan untuk harganya penuh dan demikian itu atas ancaman batalnya pertanggungan yang kedua tersebut ” dan pasal 277 ayat 1 “apabila berbagi penangungan, denagn itikad baik telah diadakan mengenai satu-satunya barang, sedangkan dalam pertangaungan yang pertam itu tidak tidak dipertanggungkan harga sepenuhnya, maka penanggung yang berikut bertanggung jawab untuk harga selebihnya
Dalam praktik perasuransian, kiat menemui bebrapa modifikasi berbeda dari yang ditetapkan dalam KUHD yaitu:
a.       Kontribusi proporsional. Jika suatu obyek dipertanggungkan atas dasar “concurrent cover” (berjalan bersama) berarti bahwa luasnya risiko yang dijamin, syarat-syarat pertanggungandan kepentingan yang diasuransikan harus juga sama. Jika terjadi suatu kerugian, mak masing-masing penanggung akna bertanggung jawab sebanding dengan bagiannya masing-masing secara proporsional
b.      Kontribusi nonproporsional (excess). Ini terjadi karena masing-masing penanggung mempunyai kewajiban sendiri-sendiri terhadap tertanggung.
Jadi dalam prinsip kontribusi, jika sebuah obyek diasuransikan pada beberapa perusahaan asuransi terhadap suatu risiko atau beberapa risiko yang sama dan pada saat terjadinya risiko yang menyebabkan kerugian (semua polis tersebut masih berlaku), maka setiap perusahaan asuransi yang bersangkuatan wajib membayar ganti rugi yang sebanding. Artinya, beasra harga pertanggungan polis yang diterbitkannya dibandingkan dengan jumlah pertanggungan semua polis yang tengah berjalan tersebut.
Dalam asuransi dibawah harga (underinsurance) tertanggung sering mengira bahwa jumlah kerugian yang dideritanya adalah sebesar jumlah kerugian yang dideritannya, sepanjang jumlah tersebut masih berada dibawah harga pertanggunag polisnya. Oleh karena berasuransi adalah proses memindahakan risiko dari dari tertanggung kepda penanggung dan jika ada risiko tidak dipindahkan seutuhnya, yang diwujudkan dalam bentuk underinsuranse (harga pertanggungan lebih rendah dari harga sesungguhnya), maka risiko tersisa menjadi tanggunga tertanggung sendiri. Oleh karena itu, jika terjadi kerugian, jumlah ganti rugi harus dibagi menurut prinsip kontribusi.

6.      Prinsip”subrogasi”
     Subrogasi (subrogation) berarti menggantikan atau menempatkan diri pada tempat orang lain. Dalam suransi subrogasi berarti penanggung menempatkan diri atau menggnatiakn tempat tertanggung dengan maksud untuk memperoleh/menuntut ganti rugi kerugian dari pihak ketiga atas kerugian yang diderita oleh tertanggung karena kelalaian oihak ketiga.
     Dalam subrogasi apabila kerugian yang timbul diakibatkan oleh perbiuatan kelalaian orang lain, maka menurut hukum orang lain tersebut harus bertanggung jawab. KUHPdt Pasal 1.
     Jika memeilih untuk menuntut ganti rugi kepada penanggung, maka penanggung menggantiakn pihak ketiga tersebut dengan mengganti biaya kerusakan tersebut dan tertanggung diminta untuk menendatangani tanda bukti penyelesaian pembayaran klaim (loss subrogation receipt) tersebut. Ini berarti bahwa tertanggung tidak akan mengajukan tuntutan lagi atas kerugaian yang ditibulkan oleh peristiwa yang sama dan tertanggung menyerahkan kepada penanggung segala haknya yang mungkin timbul untuk memperoleh penggantian kerugian dari pihak ketiga lainnya yang menyebabkan terjadinya kerugian tersebut. Penyerahan “hak” dari tertanggung kepada peanggung inilah yang dinamakan subrogasi.
     Dengan kata lain, subrogasi adalah “penyerahan hak dari tertanggung kepada penanggung untuk menggantikannya memperoleh / menuntut pembayaran ganti rugi yang dideritanya dari pihak ketiga yang menimbuklan kerugian tersebut ”. prinsip subrogasi sangat erat hubungannya dengan prinsip indemnitas. Pada prinsip indemnitas dikatakan bahwa tertanggung berhak memperoleh ganti rugi, tetapi tidak boleh melebihi jumlah kerugian yang sebenarnya diderita oleh tertanggung.
     Dalam subrogasi apabila kerugian yang timbul adalah akibat kelalaian orang lain, maka menurut hukum orang tersebut harus tanggung jawab. KUHPdt pasal 1365 menetapkan bahwa : “Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”. Setalh penanggung memebayar ganti rugi kepada tertanggung, hak tertanggung untuk menuntut ganti rugi dari orang yang lalai itu, secara otomastis, berpindah kepada penanggung. 





B.4 Jenis – Jenis Perasuransian Secara Umum
a.      Asuransi Komersil
Ä      Asuransi Kerugian
Asuransi kerugian adalah asuransi yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.
Contoh Asuransi Kerugian :
v  Asuransi Angkutan Laut
                                                      1)      Asuransi Kerangka Kapal
   yang ditanggung adalah tubuh kapal, mesin induk dan mesin pembantu, perlengkapan standar seperti sekoci, jangkar, tangkai mesin, baling-baling, dll.
                                                      2)      Asuransi Muatan Kapal Laut
   yaitu melindungi pemilik barang terhadap kemungkinan bahaya atau resiko yang menimpa muatan kapal, yang ditanggung adalah barang-barang yang diangkut dari/ke luar negeri (pengangkutan samudra) atau diangkut antar pelabuhan di dalam negeri.
                                                      3)      Asuransi Pengangkutan Terpadu
   yaitu asuransi pengangkutan barang yang disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia sesuai dengan kebutuhan negara sebagai negara kepulauan, yaitu dipadukan asuransi pengangkutan barang melalui laut, darat dan udara dengan menggunakan satu polis.
v  Asuransi Aviasi (Penerbangan)
Objek pertanggungan dalam asuransi pengakutan udara adalah pesawat udara dan muatannya (barang dan penum-pang) terhadap kemungkinan bahaya yang menimpa, yang terjadi di bandar udara atau dalam penerbangan.
v  Asuransi Pesawat Udara
Objek pertanggungan dalam asuransi pesawat udara adalah pesawat udara itu sendiri, yang meliputi kerangka dan mesin pesawat, baling-baling, motor, dan semua peralatan yang berupakan bagian dari pesawat udara.

v  Asuransi Satelit Antariksa
Objek pertanggungan dalam segala jenis kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan pada peluncuran satelit ke antariksa.
v  Asuransi Pengankutan Darat
Objek pertanggungan dalam asuransi pengakutan darat adalah kendaraan pengangkut darat bersama muatannya, terhadap kemungkinan bahaya yang menimpa.
v  Asuransi Kendaraan Bermontor
Objek pertanggungan dalam asuransi kendaraan bermontor adalah kendaraan bermontor itu sendiri, yang diakibatkan karena resiko kecelakaan, kerusakan, ataupun dicuri.
v  Asuransi Kecelakaan Penumpang
Objek pertanggungan dalam segala jenis kerugian yang diakibatkan oleh terjadinya kecelakaan yang dialami oleh penumpang.
v  Asuransi Kebakaran
Merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian/kerusakan atas harta benda yang disebabkan oleh kebakaran.
v  Asuransi Rekayasa
Pertanggungan yang diterapkan dalam proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa.
v  Asuransi Perusahaan
1)      Asuransi Pengiriman Uang
2)      Asuransi Penyimpanan Uang
3)      Asuran Penggelapan Uang
4)      Asuransi Pencurian Uang
5)      Asuransi Proses Perusahaan



Ä      Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan
Contoh Asuransi Jiwa
v  Asuransi Perorangan
Merupakan suatu bentuk kerja sama antara orang-orang yang ingin menghin darkan atau minimal mengurangi resiko yang diakibatkan oleh :
1.      Resiko Kematian
2.      Resiko Hari Tua
3.      Resiko Kecelakaan
v  Asuransi Kecelakaan Diri
Yaitu untuk memberikan jaminan kepada seseorang bahwa ia atau ahli warisnya akan memperoleh santunan sebagai kompensasi dari suatu kerugian yang dideritanya akibat dari suatu kecelakaan.

b.      Asuransi Sosial
Asuransi Sosial adalah program asuransi yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan suatu Undang-
Undang, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat dan tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan komersial











B.5 Jenis – Jenis Asuransi Jiwa


-          Asuransi Tradisional
Ä      Term Life Insurance
Asuransi jenis ini biasanya banyak dibeli oleh orang, karena pembayaran preminya yang murah dan mendapatkan manfaat yang besar. Dengan kata lain bayar sedikit dan dapatnya besar, akan tetapi apabila tidak digunakan tahun ini maka tidak bisa dilakukan klaim dan uang yang telah disetorkan akan hangus. Asuransi jenis ini seperti Asuransi Mobil atau motor, asuransi kesehatan dan lain-lain.
Ä      Whole Life Insurance
Asuransi jenis ini memberikan pertanggungan resiko kepada tertanggung hingga ahir usia, biasanya sampai umur 99 tahun. Masa pembayaran premi pada asuransi jenis ini ditentukan sejak awal perjanjian, jadi tidak ada perpanjangan masa pembayaran premi. Apabila sejak awal ditentukan masa pembayaran preminya 6 tahun, ya hanya sampai 6 tahun bayarnya kemudian sampai seumur hidup tidak akan ditagih lagi.
Ä      Endowment
Asuransi jenis Endowment ini adalah asuransi jiwa dengan nilai tabungan yang lebih besar. Biasanya asuransi jenis ini dikenal dengan asuransi pendidikan atau asuransi dana pension. Asuransi ini juga bisa disebut sebagai tabungan yang berbonus asuransi jiwa, karena jika terjadi sesuatu pada masa menabung maka penabung akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai santunan.

-       Asuransi Modern (Unit Link)
adalah jenis asuransi yang menggabungkan antara asuransi jiwa dan investasi. Dengan menjadi nasabah produk unit link, seseorang bisa mendapatkan manfaat ganda yaitu perlindungan asuransi dan investasi. Produk asuransi yang ditawarkan bisa berbentuk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, tetapi biasanya dipasarkan dalam kemasan yang lebih menarik bagi masyarakat: misalnya tabungan masa depan atau asuransi pendidikan.
Seperti halnya asuransi biasa, nasabah asuransi unit link membayar premi setiap jangka waktu tertentu, biasanya bulanan. Perbedaannya, nasabah unit link membayar premi dalam dua porsi: porsi premi perlindungan dan porsi investasi. Premi perlindungan berfungsi sama dengan premi pada asuransi biasa. Sedangkan porsi investasi akan disetorkan oleh perusahaan asuransi kepada manajer investasi untuk dikelola. Pada produk-produk tertentu, jika nantinya return dari investasi bisa menutupi biaya premi, maka nasabah memiliki pilihan untuk tidak membayar premi.

B.6 Kecurangan-Kecurangan dalam Asuransi (Insurance Fraud)
         Pelaku
         Internal Fraud
         Menjual asurabnsi tanpa lisesnsi seperti menerbitkan polis sendiri .
         Penggelapan dana asuransi
         Eksternal Fraud
         Sengaja memberikan informasi yang keliru
         Memperbesar klaim
         Mengajukan klaim fiktif
         Berkongkalikong  dengan penyedia jasa profesional untuk membebani pihak asuransi dengan jasa atau prosedur yang sebetulnya tidak perlu
         Time
         Underwriting Fraud
         Underwriting untuk resiko yang fiktif
         Perbedaan terms and conditions antara polis dan hasil aksetasi dan reinsurance placement
         Manipulasi aplika;si selama aplikasi  (aplication)
         Memberi informasi yang keliru dalam rangka mendapatkan premium lebih murah supaya kontraknya di setujui
         Claim Fraud
         Sengaja menaikan nilai klaim secara tidak sah
         Mengajjukan klaim fiktif

         Perilaku
         Opportunistic Fraud
         Membumbung atau menambahi nilai nilai kerugian melebihi nilai sesungguhnya dalam sebuah klaim yang sah
         Planned Fraud
         Mengajukan klaim atas cedera, luka, kecelakaan , kebakaran dan kemalingan fiktif
         Konspirasi melibatkan dokter,  pengacara dan pasien dalam menipu asuransi kompensasi karyawan
         Insurance intermediary tidak jujur yang sengaja tidak membayar / menyetor premi ke perusahaan asuransi
         Penanggung menegosiasikan kontraknya/ klaim tanpa itikad baik
         Tidak mendeklarasi sesuai dengan kontrak dalam iopen cover



B. 7 Metode Penghitungan Uang Pertanggungan Asuransi
1.      Metode human life value
Human life value merupakan metode umum yang digunakan untuk menghitung besarnya UP asuransi jiwa. Cara ini menentukan besarnya nilai dan banyaknya nominal uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarga selama jangka waktu tertentu. Ada empat hal utama yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam metode ini, yakni: besarnya penghasilan tahunan, besarnya pengeluaran tahunan tahun (berapa lama lagi) pencari nafkah tersebut pensiun, serta estimasi dana yang dibutuhkan.
HLV = penghasilan/pengeluaran bulanan x berapa lama kebutuhan asuransi
Contoh:
Andi (30 tahun) menghasilkan 120 juta/tahun dan pengeluaran tetap bulanan dirinya dan keluarga yaitu sebesar 5 juta/bulan. Maka, pengeluaran tahunan keluarga Andi adalah 60 juta. Dalam jangka 25 tahun lagi, Andi akan pensiun dari pekerjaan. Maka, rumusnya yaitu:
Lama pertanggungan x penghasilan tahunan. 25 x 120 juta = 3 miliar. Maka life value Andi yaitu sebesar 3 miliar rupiah sedangkan uang pertanggungan yang dibutuhkan keluarga sebesar 1,5 miliar (lama pertanggungan x pengerluaran tahunan= 25 x (5x12)) (UP).

2.      Metode income based value

Dihitung berdasarkan kebutuhan bulanan yang diperlukan serta seberapa besar dana tunai yang dibutuhkan yang apabila dana tersebut ditempatkan ke dalam instrumen investasi bebas resiko (risk free asset) dan dapat memberikan penghasilan bulanan yang cukup untuk menutuipi kebutuhan bulanannya.
IBV = kebutuhan tahunan : suku bunga bebas resiko (net bulanan)
Contoh :
Seorang ayah 30 tahun memiliki penghasilan bersih Rp 10 juta setiap bulannya, istri ibu rumah tangga mereka memiliki 1 orang anak usia 3 tahun, hasil investasi 6%/thn. Maka UP yang wajar adalah (Rp 10 juta*12)/6 persen = Rp 2 M.
Ini berarti jika UP diterima maka dana tersebut ditempatkan pada instrument investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), Reksa Dana Pendapatan Tetap, bukan pada Deposito. Instrument tersebut secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6 persen s/d 8 persen. Sehingga uang sebesar Rp 2 miliar akan menghasilkan Rp 10 juta setiap bulannya.

3.      Metode financial needs based value

Dibandingkan dengan dua metode sebelumnya, metode financial needs based value diperhitungkan berdasarkan kebutuhan financial yang lebih spesifik. Hal ini dapat dikategorikan ke dalam biaya pendidikan anak atau biaya kesehatan atas perawatan penyakit tertentu.
Formula : FVn = PV + (1+i)n
Contoh:
UP untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp 100 juta maka 15 tahun lagi biaya kuliah menjadi sekitar Rp 320 juta dengan perkiraan kenaikan 8% setiap tahunnya. Jadi UP untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp 320 juta.  






 

Blogger news

Blogroll