BAB
II
PEMBAHASAN
1. KESETIAAN KONSUMEN DAN STRATEGI
PRODUK
MEMUASKAN KONSUMEN
Memuaskan konsumen
merupakan kunci kesetiaan konsumen agar berhasil dalam jangka panjang. Tiga
keyakinan utama yang membentuk dasar dari diskusi kesetiaan kita adalah :
1.
Pelayanan konsumen yang unggul
menciptakan kepuasan konsumen.
2.
Kepuasan konsumen menghasilkan kesetiaan
konsumen.
3.
Perusahaan kecil memiliki potensi yang
besar untuk memberikan pelayanan konsumen yang unggul.
Komponen Kepuasan Konsumen
Pembentukan kepuasan
konsumen adalah sejumlah factor yang berada dibawah pengendalian sebuah
perusahaan. Empat elemen kunci tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Elemen dasar yang paling utama dari
barang atau jasa adalah para konsumen mengharapkan semua pesaing untuk
mengirimkan.
2.
Pelayanan pendukung umum, seperti
bantuan bagi konsumen.
3.
Proses pemulihan untuk menetralkan
pengalaman yang buruk.
4.
Pelayanan luar biasa yang melebihi
pemenuhan pilihan para konsumen dan membuat barang atau jasa tampak biasa.
Pelayanan yang luar
biasa adalah bahwa perusahaan kecil berada dalam posisi yang unik untuk
memberikannya. Pendukung pemasaran hubungan, Patrick Daily, yang mengatur
program hubungan konsumen bagi sebuah perusahaan, menyarankan cara-cara berikut
untuk membangun pelayanan yang luar biasa :
·
Menyebutkan nama.
·
Perhatian pada kebiasaan konsumen
·
Selalu berhubungan
·
“Penelitian kesalahan yang bodoh”
Komitmen Pelayanan Konsumen
Pemberian pelayanan
konsumen yang luar biasa dapat memberikan perusahaan kecil pada segi
kompetitif, tanpa memperhatikan lingkup bisnis.Perusahaan kecil harus menyadari
bahwa penawaran pelayanan konsumen tingkat tinggi adalah sesuatu yang dapat
mereka lakukan secara lebih baik daripada perusahaan besar.
Banyak jenis pelayanan
konsumen mengeluarkan biaya yang sangat sedikit, tapi keunggulan tingkat
pelayanan konsumen tidaklah murah. Teradapat cost tertentu yang berhubungan
dengan keunggulan pelayanan, selama dan sesudah penjualan. Cost ini dapat
terlihat dalam harga sebuah barang atau jasa, atau mereka terkadang diatur
secara terpisah, berdasarkan jumlah pelayanan yang diminta. Banyak konsumen
yang bersedia membayar pelayanan yang baik.
Pelayanan konsumen dan
teknologi adalah sahabat dari perusahaan kecil. Dalam berbagai cara, misalnya
faks, e-mail, telepon seluler, dan computer pemroses data, kesemuanya tidak
ternilai harganya. Perusahaan kecil harus berhati-hati dengan penggunaan
teknologi yang membatasi kualitas perorangan dari hubungan dengan
konsumen.Berinteraksi bisnis melalui telepon, misalnya, mungkin dapat menjadi
pengalaman yang positif atau bahkan negative bagi konsumen.
Evaluasi Pelayanan Konsumen
Cara mengetahui
permasalahan pelayanan konsumen sebgaian besar melalui keluhan dari
konsumen.Tiap perusahaan berusaha keras mengurangi keluhan konsumen.Keluhan
tersebut dianalisis untuk menemukan kelemahan yang mungkin ada dalam pelayanan
konsumen.
Para manajer dapat juga
mempelajari permasalahan konsumen dengan konsumen atau dengan memainkan peran
konsumen tanpa menyebutkan nama. Misalnya dengan menelepon, seorang manajer
dapat mengevaluasi pelayanan konsumen.Beberapa restoran dan hotel mengundang
umpan balik pada pelayanan konsumen dengan menyediakan kartu pendapat pada
konsumen.Apapun metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelayanan konsumen,
penting bagi setiap bisnis.
MEMAHAMI KONSUMEN
Kepuasan konsumen
dihasilkan dari interaksi konsumen dengan perusahaan. Oleh karena itu,
pemahaman konsumen yang lebih baik akan mengarahb pada tingkat kepuasan dan
kesetiaan konsumen yang lebih baik. Proses pembuatan keputusan konsumen memiliki
empat tahap :
Tahap 1 : Pengenalan Masalah
Pengenalan masalah
terjadi ketika seorang konsumen menyadari bahwa keadaan perkaranya saat ini
berbeda secara signifikan dengan yang seharusnya.Banyak faktor yang
mempengaruhi pengenalan masalah para konsumen.Salah satunya adalah mengubah
keadaan perkara yang sebenarnya atau dengan mempengaruhi keadaan yang
diinginkannya. Berikut ini adalah beberapa contohnya :
·
Mengubah status keuangan (sebuah promosi
jabatan dengan penghasilan yang meningkat)
·
Mengubah karakteristik barang-barang
rumah tangga (kelahiran seorang bayi)
·
Kehabisan yang normal (pemakaian tube
pasta gigi yang terakhir)
·
Kinerja barang atau jasa (kerusakan
perbaikan mobil yang kurang)
·
Tersedianya produk (pengenalan sebuah
produk baru)
Seorang wirausaha harus
memahami tahap pengenalan dengan tujuan untuk memutuskan strategi pemasaran
yang tepat untuk digunakan.Dalam beberapa situasi, seorang pemilik bisnis
berskala kecil perlu untuk mempengaruhi pengenalan masalah. Dalam situasi yang
lain, dia hanya dapat bereaksi pada pengenalan masalah yang dilakukan oleh para
konsumen.
Tahap 2 : Pencarian Informasi dan
Evaluasi
Tahap kedua dalam
pembuatan keputusan konsumen melibatkan pengumpulan dan evaluasi informasi yang
tepat oleh para konsumen dari sumber eksternal maupun internal.Tujuan utama
konsumen adalah untuk menentukan ‘kriteria evaluasi’ à
ciri-ciri sebuah produk yang digunakan para konsumen untuk memperbandingkan
berbagai merek.
Para pemilik bisnis
berskala kecil harus memahami kriteria evaluasi yang digunakan para konsumen
untuk memformulasikan ‘kumpulan merek pilihan’ à sebuah kelompok
merek yang disadari dan akan dipertimbangkan sebagai solusi untuk masalah
pembelian, sehingga tantangan awal bagi perusahaan baru adalah mendapatkan
kesadaran pasar bagi barang atau jasanya. Hanya dengan demikian merek tersebut
akan memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kumpulan merek pilihan dari
para konsumen.
Tahap 3 : Keputusan Pembelian
Sekali para konsumen
telah mengevaluasi berbagai merek dalam kumpulan merek pilihan mereka dan
membuat pilihan mereka, mereka masih harus memutuskan bagaimana dan kapan
melakukan pembelian.Sejumlah besar volume penjualan eceran sekarang berasal
dari lingkungan non-pertokoan, seperti catalog dan saluran belanja dari
internet.Gerai ini telah menciptakan lingkungan yang kompleks dan menantang
untuk mengembangkan strategi pemasaran.Kerugian yang berbeda pada berbagai
gerai pembelajaan mempersulit perusahaan kecil menemukan satu strategi yang
tepat.Kadang-kadang pengalaman pada factor-faktor yang sederhana dapat
membantu.
Tahap 4 : Evaluasi Pasca Pembelian
Proses pembuatan
keputusan konsumen tidak berakhir dengan pembelian. Perusahaan kecil yang
menginginkan pengulangan pembelian dari para konsumen perlu memahami perilaku
pasca pembelian.Ketidaksesuaian pasca pembelian adalah jenis ‘ketidaksesuaian kognitif’ à
kegelisahan yang terjadi ketika seorang konsumen berubah pikiran dengan segera
setelah pembelian.Perusahaan-perusahaan kecil perlu menemukan cara-cara yang
efektif untuk mengelola ketidaksesuaian kognitif diantara para konsumen mereka.
MENGEMBANGKAN STRATEGI PRODUK
Meskipun para pelaku
pasar biasanya telah menggunakan kata produk sebagai istilah umum untuk
menggambarkan baik barang maupun jasa, pemasaran barang dan pemasaran jasa tidaklah
sama. Di samping produk fisik atau jasa inti, sebuah produk juga meliputi
komponen yang melengkapi, seperti pengepakan atau sebuah jaminan.Tentu saja,
produk fisik atau jasa inti tersebut biasanya adalah elemen yang paling penting
dari satu ikat total kepuasan tersebut. Tapi kadang-kadang elemen utama itu
dirasakan sama oleh konsumen pada semua produk. Dalam kasus seperti itu,
komponen yang melengkapi produk atau jasa menjadi cirri yang paling penting
dari produk.
Strategi produk
menggambarkan tindakan yang digunakan oleh komponen produk dari bauran
pemasaran untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan.Sebuah item produk adalah
sebutan pemasaran yang paling rendah / dasar dalam bauran produk ini adalah
item tersendiri yang terkait.Hubungan ini biasanya ditetapkan secara
umum.Sebuah bauran pokok adalah kumpulan dari lini produk dalam kekuasaan dan
kepemilikan perusahaan.Konsistensi bauran produk menunjuk pada kedekatan atau
kemiripan lini produk.Semakin banyak item dalam sebuah lini produk, semakin dalam
konsistensi yang dimilikinya.Semakin banyak lini produk dalam sebuah bauran
produk, lebih besar dan lebih luas bauran produk tersebut.
Daur Hidup Produk

Pengembangan Produk
Seperti yang disarankan
oleh konsep daur hidup produk, sebuah tanggung jawab besar wirausaha adalah
untuk memperkenalkan produk baru.Tanggung jawab ini membuat bahwa wirauasaha
untuk menetapkan mentode pengembangan produk baru.Dalam bisnis besar, komite
atau seluruh departemen diciptakan untuk tujuan tersebut. Bahkan dalam perusahaan
kecil, bagaimanapun pengembangan sebuah produk baru memerlukan sebuah proses
yang sudah tersusun. Perusahaan kecil biasanya memperlakukan pengembangan
produk baru sebagai sebuah tugas yang besar sekali. Proses pengembangan produk
memiliki empat tahap sebagai berikut :
Tahap 1 : Akumulasi Ide
Tahap pertama dari
proses pengembangan produk adalah akumulasi ide yang melibatkan kumpulan ide
yang berdasarkan pada pertimbangan yang ada. Produk baru dimulai dengan ide,
dan ide ini memiliki sumber yang bervarias.
Tahap 2 : Analisis Bisnis
Analisis bisnis adalah
tahap kedua dalam proses pengembangan produk. Tiap ide produk baru harus
dipelajari dengan teliti dalam hubungannya dengan berbagai pertimbangan biaya
keuangan dan pendapatan diperlihatkan yang dapat menguntungkan pihak lain
tersebut dihilangkan dalam melakukan analisis bisnis.
Tahap 3 : Pengembangan Produk Total
Tahap berikutnya adalah pengembangan produk,
pengembangan produk total memerlukan perencanaan bagi pemberian merek,
pengemasan, dan usaha pendukung lainnya seperti penetapan harga dan promosi.
Sebuah prototype actual mungkin diperlukan pada tahap ini.Setelah
komponen-komponen ini dipertimbangkan, banyak ide produk baru dihilangkan.
Tahap 4 : Pengujian Produk
Langkah terakhir dalam
proses pengembangan produk adalah pengujian produk. Melalui pengujian ini,
produk fisik akan dibuktikan dapat diterima. Ketika produk dapat dievaluasi
dalam sebuah laboratorium, pengujian reaksi pasar yang terbatas pada produk
tersebut juga akan dilakukan pertimbangan pengujian pemasaran sederhana.
MEMBANGUN PENAWARAN PRODUK SECARA
TOTAL
Sebuah tanggung jawab
pemasaran yang utama adalah mentransformasikan sebuah produk utama menjadi
penawaran produk secara total. Bahkan ketika sebuah ide dari pena baru yang
unik telah dikembangkan menjadi realitas fisik dalam bentuk produk utama, belum
siap untuk dipasarkan. Penawaran produk secara total harus lebih daripada bahan
mentah. Yang dibentuk menjadi sebuah pena baru utnuk dapat dipasarkan. Produk
dasar tersebut harus diberi nama, memiliki kemasan, mungkin sebuah jaminan dan
didukung oleh komponen produk yang lain. Sekarang marilah kita meneliti
beberapa komponenn dari penawaran produk secara total.
Pemberi Merek
Sebuah elemen penting
dalam penawaran produk secara total adalah sebuah merek. Sebuah merek adalah
sarana untuk mengenali produk secara verbal dan/atau simbolis. Sejak sebuah
nama merek produk yang sangat penting pada image bisnis dan produknya,
perhatian yang besar harus diberikan pada pemilihan sebuah nama.
Pemberian Label
Bagian lain dari produk
secara total adalah labelnya. Pemberian label meberikan beberapa tujuan penting
bagi para penguasaha, yang menggunakan banyak label. Salah satu tujuannya
adalah untuk menunjukkan merek, terutama ketika pemberian merek produk utama
tidak akan diperlukan.
Sebuah label juga
merupakan sarana, informasi yang penting bagi para konsumen. Ini juga meliputi
informasi pada perawatan produk dan kegunaannya dan mungkin bahkan memeberikan
informasi mengenai bagaimana membunag produk tersebut.
Jaminan
Sebuah jaminan
semata-mata adalah janji, tertulis atau tidak tertulis, bahwa sebuah produk
akan mengerjakan hal-hal tertentu atau memenuhi standar tertentu. Semua penjual
membuat jaminan penuh bahwa nama penjual terhadap produk tersebut bagus.
Seseorang pedagang yang berurusan dengan
barang-barang tersebut cocok untuk tujuan-tujuan seperti biasa yaitu untuk
dijual kembali. Jaminan tertulis pada sebuah produk tidak selalu diperlukan.
Pada kenyataannya, banyak perusahaan melakukan penjualan tanpa jaminan
tertulis, seperti yang mereka khawatirkan bahwa jaminan tertulis hanya akan
membuat bingung para konsumen atau menimbulkan kecurigaan pada mereka.
Jaminan penting bagi
produk yang inovatif, relative mahal, jarang dibeli, relative sulit untuk diperbaiki
dan diposisikan sebagai barang yang berkualitas tinggi. Sebuah bisnis akan
mempertimbangkan factor-faktor berikut dalam membuat peringkat kebaikan.
Kebijakan jaminan yang diusulkan :
·
Biaya
·
Kemampuan pelayanan
·
Praktek kompetitif
·
Persepsi konsumen
·
Implikasi hukum
2. STRATEGI PENETAPAN HARGA DAN KREDIT
Definisi
Harga.
Menurut Stanton, (1984) harga adalah Price is value expressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.
Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya
.
Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).
Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).
Penentuan Biaya bagi Penetapan Harga
Penetapan harga harus menutup total
biaya itambah sejumlah profit marjin. Total
Biaya merupakan Jumlah biaya dari barang yang diproduksi, biaya penjualan,
dan biaya overhead. Total biaya meliput tiga komponen.
- Biaya dari barang yang itawarkan untuk dijual
- Biaya penjualan yang memasukkan biaya langsung dari
waktu yang digunakan wirniaganya (gaji ditambah komisi), sama baiknya
dengan biaya dari kegiatan penjualan lainnya
- Biaya penyimpanan di gudang, perlengkapan kantor,
fasilitas, pajak, dan gaji.
Total
Biaya Variabel adalah Biaya yang berubah
sesuai dengan kuantitas yang diproduksi atau yang dijual.
Total
Biaya Tetap adalah biaya yang tetap
pada tingkatan kuantitas yang diprduksi atau yang dijual.
Penetapan
Harga Rata-rata adalah seebuah pendektan
yang membagi total biaya periode tertentu dengan kuantitas yang dijual dalam
periode tersebut untuk menentukn harga
Tujuan Penetapan Harga.
1. Berorientasi pada Laba, bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi atau sering disebut ”maksimisasi laba”. Penetapan harga biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh.Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntunga yang diraih dapat maksimum.
2. Berorientasi pada Volume, bahwa penetapan harga sedemikian rupa agar dapat mencapai tingkat volume penjualan tertentu, nilai penjualan atau pangsa pasar tertentu.
3. Berorientasi pada citra (image), bahwa penetapan harga tertentu dapat membentuk citra perusahaan, misalnya menetapkan harga tinggi dapat membentuk citra perusahaan yang prestisius, sementara menetapkan harga rendah memungkinkan menjaga nilai perusahaan tertentu (menjaga harga yang terendah di suatu daerah).
4. Berorientasi pada Stabilitas Harga, hal ini dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
5.
Mendapatkan atau Merebut Pangsa Pasar / Market Share
Untuk
dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market / target pasar
maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga
turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market
share pesaing / kompetitor.
6.
Menjaga Kelangsungan Hidup Kegiatan Operasional
Perusahaan
yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap
memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang
dijalani.
7. Balik
Modal ROI / Return On Investment
Setiap
usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi.ROI yang tinggi dapat
dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka
penjualan.
8.
Menjaga Status Quo Pangsa Pasar
Apabila
persaingan di dalam industri bisnis yang sama sudah cukup banyak dan kuat-kuat
maka salah satu tehnik yang dapat dipakai untuk menjaga pangsa pasar konsumen
adalah dengan penyesuaian harga menjadi lebih murah. Dengan adanya penurunan
harga yang lebih murah dari pesaing akan membuat konsumen tetap setia dengan
produk yang kita jual.
Faktor
Dalam Penetapan Harga.
Setiap
perusahaan berusaha menetapkan harga yang paling tepat, supaya dengan
kebijaksanaan penetapan harga memberikan keuntungan yang baik. Kebijakan
penetapan harga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan baik dalam jangka
pendek dan jangka panjang.
Adapun
faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual bagi suatu
produk berdasarkan pendapat Kotler ( 1996 ) adalah :
1. Kondisi Pasar
Persaingan sangat
mempengaruhi penetapan harga dan merupakan alat pemasaran.Harga yang ditetapkan
oleh pesaing biasanya menjadi tolak ukur penetapan harga.Saat ini kondisi pasar
t-shirt sangat kompetitif, terbukti dengan bermunculan merk produk.Adapun merk
yang ada di pasaran adalah Ie-bi, Cresida, Kenji, MCB, Metalizer, V-easy.
Kompetitor satu dengan yang lain berusaha mendapatkan konsumen yang banyak.
2. Harga Produk
Dalam penentuan harga
sebaiknya perusahaan mengenal harga pesaing yang ada di pasaran (price
awareness) dan harga yang diberikan konsumen. Harga jual yang diterapkan oleh
PT Mondrian dengan menggunakan metode Cost Plus Percentage of Cost Pricing
yaitu dengan menambah persentase yang diinginkan oleh perusahaan.
3. Elastisitas
Permintaan dan
Elastis
adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kepekaan (permintaan konsumen
akan sebuah produk sering bersifat sensitif terhadap harga), dan pengaruh perubahan
harga atas kuantitas yang diminta. Sebuah produk akan dikatakan memiliki
permintaan elastis jika peningkatan dalam harganya menaikkan total penerimaan.
4. Menetapkan tujuan
harga
5. Differensasi dan Life
Cycle Produk.
Dalam memenangkan pasar bagi poerusahaan
tentunya sangat dibutuhkan perbedaan dengan produk kompetitor. Misalnya dalam
aspek kualitas, pelayananan, dan faktor lainnya .pengenalan posisi produk yang
dikaitkan dengan waktu dan besarnya penjualan. Dengan pengenalan dan pemahaman
kondisi produk maka produsen akan lebih mudah dan bebas menentukan tarif.
Mempergunakan Sistem Penetapan Harga
Analisis Break-Even
Analisis break-even melibatkan
perbandingan biaya alternatif dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk
menentukandapat diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Analisis break-even
yang komprehensif mempunyai dua tahap. Meneliti hubungan penerimaan biaya, dan
memasukkan ramalan penjualan aktual kedalam analisis tersebut.
Strategi Penetapan Harga Produk Baru.
Harga yang ditetapkan atas suatu produk baru harus dapat memberikan pengaruh yang baik bagi petumbuhan pasar.Selain itu untuk mencegah timbulnya persaingan yang sengit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga produk baru, Tjiptono (2001 : 172);
a. Skimming Pricing, merupakan strategi yang menetapkan harga tinggi pada suatu produk baru, dengan dilengkapi aktifitas promosi yang gencar, tujuannya adalah :
1. Melayani pelangggan yang tidak terlalu sensitive terhadap harga, selagi persaingannya belum ada.
2. Untuk menutupi biaya-biaya promosi dan riset melalui margin yang besar.
3. Untuk berjaga-jaga terjadinya kekeliruan dalam penetapan harga, karena akan lebih mudah menurunkan harga dari pada menaikan harga awal.
b. Penetration Pricing, merupakan strategi dengan menetapkan harga rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing.
Dengan harga rendah
perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan menurunnya
biaya per-unit.Strategi ini mempunyai perspektif jangka panjang, dimana laba
jangka pendek dikorbankan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan.
Ada empat bentuk harga yang menggunakan
strategi ”Penetration Pricing”, antara lain;
1. Harga yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.
2. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing - pesaing tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.
3. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan produk tertentu.
4. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.
c.
Penetapan Harga menurut
Pemimpin Pasar
menggunakan pesaing tertentu sebagai model dalam
menetapkkan harga barang atau jasa.
d.
Penetapan Harga Variabel
sebuah pendekatan pemasaran yang menetapkan lebih dari
satu harga bagi barang atau jasa de gan tujuan untuk menawarkan harga pada para
konsumen tertentu.
e.
Penetapan Harga Fleksibl
Sebuah pendeatan pemasaran yang menawarkan harga yang
berbeda untuk mencerminkan perbedaan dalam permintaan konsumen.
f.
Strategi Penetapan Lini
Harga
Pendekatan pemasaran pemasran yang menetapkan beberapa
tingkat harga barang dagangan yang berbeda.
Strategi
Penetapan Harga Produk Yang Sudah Mapan
Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :
1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:
1. Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.
2. Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba dengan tingkat yang kecil. Ada tiga alasan atau penyebab perusahaan harus menurunkan harga produk yang sudah mapan.
a. Strategi Defensif, dimana perusahaan memotong harga guna menghadapi persaingan yang makin ketat.
b. Strategi Ofensif, di mana perusahaan mempunyai tujuan untuk memenangkan persaingan dengan produk kompetiter.
c. Respon terhadap kebutuhan pelanggan yang disebabkan oleh perusahaan lingkungan. Misalnya inflasi yang berkelanjutan Dan adanya kenaikan harga yang makin melonjak yang menyebabkan konsumen makin selektif dalam berbelanja dan dalam penentuan harga.
3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu. Agar strategi ini dapat memberikan hasil yang memuaskan, ada dua persyaratan yang harus dilakukan oleh perusahaan, antara lain :
a. Elastisitas harga relatif rendah, namun elastisitas tetap tinggi bila berkaitan dengan kualitas dan distribusi
.
b. Dorongan (reinforcement) dari unsur bauran pemasaran lainnya tetap menunjang.
b. Dorongan (reinforcement) dari unsur bauran pemasaran lainnya tetap menunjang.
Kredit
Kredit melibatkan sebuah perjanjian
antara pembeli penjual mengeni pembayaran sebuah barang atau jasa yang akan
diterima pada tanggal tertentu dikemudian hari.
Manfaat
Kredit.
Kredit
pada para penyalur menyediakan modal kerja bagi perusahaan kecil, sering kali
memungkinkan bisnis kecil untuk melangsungkan bagi para pembeli:
- Kemampuan untuk memuaskan kbutuhan yang harus segera
dipenuhi dan membayarnya dikemudian hari
- Catata pembelian yang lebih baik pada laporan
penagihan kredit
- Pelayanan yang lebih baik dan kenyamanan yang lebih
besar pada saat menukarkan yang telah dibeli
- Pembentukan sebuah sejarah kredit
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Penjualan Secara Kredit
- Jenis Bisnis
- Kebijakan Kredit Pesaing
- Tingkat Penghasilan Konsumen
- Tersedianya Modal Kerja
Jenis-Jenis
Kredit
- Kredit Konsumen: Pendanaan yang diberikan oleh
penjualan secara eceran pada orang yang membeli produk, untuk digunakan
secara pribadi atau keluarga
- Kredit Dagang: Pendanaan yag diberikan oleh pemasok
persediaan pada perusahaan tetentu, dengan menetapkan jumlah utang
tertentu
Macam-macam
Jenis Kredit Konsumen:
- Kredit Terbuka: sejenis kredit yang memperbolehkan
konsumen untuk memperoleh sebuah produk pada saat pembelian, dengan
pembayaran pada saat dilakukan penagihan
- Kredit Angsuran: sejenis kredit yang meminta uang
muka, dengan saldo yang akan dibayar selama periode waktu yang dispesifikasikan.
- Kredit Beredar: sejenis kredit yang dapat
memungkinkan untuk menagih pembelian pada konsumen setiap saat, sampai
pada batas yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Kartu Kredit Bank: Kartu kredit bank secara luas
diterima oleh para penjual eceran yang ingin menawarka kredi, tapi tidak
menyediakan kartu kredit milik mereka sendiri.
- Kartu Kredit Penjual Eceran
Mengelola
Proses Kredit
Evaluasi Pelamar Kredit, faktor yang
paling penting dalam penentuan batas kredit konsumen adalah kemampuan untuk
membayar ewajiban pada suatu saat nanti, penting sekali untuk mengevaluasi
sumber keuangan konsumen, posisi utag dan tingkat penghasilan. Kemampuan untuk
membayar dievaluasi dengan LIMA “C” KREDIT: Character, Capital, Capacity,
Conditions, Collateral.
- Character: menunjukkan pada integritas dan kejujuran
dasar yang akan mendasari semua hubungan manusia dan bisnis.
- Capital: terdri dari kas dan aset lain yang dimiliki
oleh konsumen
- Capacity: menunjukkan pada keampuan konsumen untuk
melindungi aset dan secara tepat dan efisien mengikuti rencana keuangan.
- Conditions: menunjukkan pada faktor-faktor seperti
siklus bisnis, perubahan tingkat harga, yang munkin mengntungkan atau
tidak menguntungkan pembayaran utang,
- Collateral: terdiri dari jaminan yang dirancang
untuk diberikan sebgai janji pemenuhan suatu kewajiban.
Sumber
Informasi Kredit
Sumber informasi kredit adalah sejarah awal kredit
seorang konsumen. Dianalisis secara tepat, catatan kredit memperlihatkan apakah
seorang knsumen secara teratur megambil diskon tunai. Sumber informasi lainnya
khususnya mengenai rekening komersial adalah bankir pihak konsumen.
Biro kredit adalah perusahaan perseorangan yang
memelihara sejarah kredit secara perorangan, yang didasarkan pada laporan dari
bank, perusahaan hipotik, department store, dan kreditor lainnya.
Umur
Piutang
Banyak bisnis berskala kecil yang
megambil manaat daftar umur piytang. Kegunaan umum daftar umur piutang
memungkinka peunasan yang cenderung menyusahkan untuk diamati sehingga dapat
diambil tidakan yang tepat. Dengan pengalaman, sebuah perusahaan kecil dapat
memperkirakan kemungkinan pelunasan piutang dari berbagai umur dan menggunakan
daftar tersebut untuk meramalkan tingkat perubahan kas nya.
Peraturan
Kredit
Peraturan kredit yang jauh lebih
signifikan adalah Consumer Credit Protection Act milik negara federal, yang
menyertakan Truth-in-Lending Act tahun 1968. Dua tujuan utama peraturan
tersebut adalah untuk memastikan bahwa para konsumen diberi informasi mengenai
syarat-syarat perjanjian kredit dan mensyaratkan para kreditor untuk
menspesifiksikan bagaimana biaya keuangan dihitung. Peraturan tersebut
mensyaratkan bahwa biaya keuagan harus dinyatakan dalam tingkat persentase
tahunan dan para kreditor menspesifikasikan prosedur bagi pembetulan kesalahan
penagihan mereka.
3. STRATEGI PROMOSI PENJUALAN
Promosi terdiri dari komunikasi pemasaran yang
menginformasikan pada para konsumen, mengenai sebuah produk pemasaran dan
menyakinkan mereka untuk menggunakan. Teknik promosi yang didiskusikan pada bab
ini adalah penjualan secara perorangan, periklanan, dan penggunaan sarana
promosi.
I.
PROSES
KOMUNIKASI DALAM PROMOSI
Promosi
didasarkan pada komunikasi.Pada kenyataannya, promosi tidak ternilai kecuali
jika promosi secara efektif mengkomunikasikan pesan sebuah perusahaan.
Komunikasi adalah sebuah proses dengan komponen-komponen yang dapat dikenal.
Setiap komunikasi melibatkan sumber, pesan, saluran, dan penerima.Sebuah bauran
promosi melibatkan percampuran antara teknik komunikasi perorangan dan
non-perorangan.Kombinasi yang teliti dari berbagai metode promosi-penjualan
secara perorangan, periklanan, dan penggunaan sarana promosi ditentukan oleh
tiga factor utama.Faktor pertama adalah
keadaan geografis dari pasar yang akan dicapai. Sebuah pasar yang tersebar luas
pada umumnya membutuhkan percakupan massa melalui periklanan, lebih mahal bila
dibandingkan dengan hubungan perorangan pada penjualan secara perorangan. Factor kedua adalah target konsumen
perusahaan.Promosi yang dipaksakan, yang “ditujukan” pada konsumen yang berpotensi
maupun yang tidak berpotensi dapat menghabiskan biaya yang besar.Factor ketiga karakteristik produk.
II.
PENENTUAN
BIAYA PROMOSI
a. Mengalokasikan Persentase Penjualan
Sebuah
metode sederhana untuk menentukan berapa besar untuk mengatur anggaran promosi
yaitu dengan memperuntukkan jumlah dana promosi yang berdasarkan persentase
penjualan. Kelemahan besar metode ini yaitu kecenderungan yang melekat untuk
mengeluarkan biaya lebih besar pada promosi ketika terjadi peningkatan
penjualan dan mengurangi biaya promosi ketika terjadi penurunan penjualan.Jika
promosi merangsang penjualan kemudian mengurangi biaya promosi ketika penjualan
menurun merupakan hal yang tidak logis.
b. Memutuskan Berapa Banyak yang Dapat
Tersisa
Pendekatan
yang digunakan sedikit demi sedikit untuk penganggaranpromosi yaitu untuk
menghabiskan dana apa pun yang tersisa ketika semua
kegiatan perusahaan telah didanai. Pendekatan penentuan biaya promosi yang
seperti itu harus dihindari karena mengabaikan analisis perlunya dilakukan
promosi.
c. Mengeluarkan Biaya Promosi Sebesar
yang Ada
Kadang-kadang,
sebuah perusahaan kecil menyusun anggaran promosi berdasarkan
persaingannya.Pendekatan ini dapat digunakan untuk memberikan reaksi pada
taktik promosi jangka pendek oleh para pesaing bisnis berskala kecil.
d. Menentukan Berapa yang akan
Digunakan untuk Melakukan Promosi
Metode
ini memerlukan analisis menyeluruh tentang pasar dan alternatif promosi
lainnya. Cara terbaik bagi bisnis berskala kecil untuk memperkirakan biaya
promosi yang menggabungkan keempat pendekatan tersebut, dimulai dengan sebuah
perkiraan mengenai berapa yang akan digunakan untuk melakukan promosi, dan
kemudian membandingkannya dengan jumlah tersebut dengan persentase ramalan
penjualan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
III.
TEKNIK
PENJUALAN SECARA PERORANGAN PADA PERUSAHAAN KECIL
a.
Pentingnya
Pengetahuan Produk
Penjualan
yang efektif dibuat dengan fondasi dari pengetahuan produk. Jika seorang
wiraniaga mengetahui dengan baik keuntungan, kegunaan, dan keterbatasan sebuah
produk, dia dapat mendidik para konsumen dengan menjawab pertanyaan mereka
dengan baik dan menghadapi penolakan mereka entah produk tersebut berupa
kamera, mantel, mobil, peralatan mesin, atau peralatan kantor. Penjualan secara
perorangan memburuk hanya menjadi pengambilan order ketika seorang wiraniaga
kekurangan pengetahuan akan produknya.
b. Penyajian Penjualan
Jantung dari penjualan
adalah penyajian penjualan pada seorang calon konsumen.Pada titik kritis ini,
order belum aman atau hilang. Langkah awal yang menuju pada penyajian penjualan
adalah pencarian, sebuah proses sistematis dari pencarian para konsumen baru
yang dilakukan secara terus-menerus.
·
Menggunakan
Teknik Pencarian
Salah satu teknik pencarian yang paling
efektif yaitu memperoleh pengusulan secara perorangan. Sumber pencarian
konsumen lain yaitu pengajuan dari sumber non-perorangan seperti publikasi
perantara, catatan public dan buku alamat dagang. Kemungkinan pencarian
konsumen tersebutdapat juga diidentifikasikan tanpa pengusulan seperti itu
yaitu dengan melalui kontak yang diawali oleh pelaku pasar.
·
Melatih
Penyajian Penjualan
Sebelum melakukan penyajian penjualan,
seorang wiraniaga harus latihan terlebih dahulu didepan cermin atau perekam
kaset.Lebih baik lagi, dia mungkin ingin mengguanakan kamera video untuk
membuat video latihan.Seorang wiraniaga harus waspada terhadap kemungkinan
adanya penolakan konsumen pada produk dan harus mempersiapkan untuk menangani
mereka.
·
Melakukan
Penyajian Penjualan
Para wiraniaga harus menyesuaikan
pendekatan penjualan mereka dengan kebutuhan konsumen.Beberapa wiraniaga telah
mempunyai teknik penjualan khusus yang berhasil mereka gunakan.Salah satu
wiraniaga mobil, misalnya, menawarkan pelajaran mengemudi gratis pada orang
yang belum pernah mengikuti kursus pelatihan pengemudi atau orang yang
memerlukan pelajaran lebih sebelum mereka merasa cukup yakin untuk mengambil
tes mengemudi yang diminta.
c. Pengendalian Biaya dalam Penjualan
Secara Perorangan
Metode
ekonomis maupun metode yang royal muncul untuk mencapai volume penjualan yang
sama. Sebagai contoh, mengatur rute wiraniaga keliling secara ekonomis dan
membuat perjanjian sebelum tiba di tempat dapat menghemat waktu dan biaya
transportasi.
d. Goodwill Konsumen dan Menjual
Hubungan
Penjualan
hubungan ditingkatkan ketika seorang pedagang memperlihatkan penampilan yang
baik, memiliki kepribadian yang menyenangkan, dan menggunakan etika
professional dalam semua kontrak dengan para konsumen.Seorang wiraniaga dapat
juga membangun goodwill dengan memahami sudut pandang konsumen.
e. Program Kompensasi bagi Para
Wiraniaga
Para wiraniaga
mendapatkan kompensasi atas usaha mereka melalui dua cara-secara keuangan dan
non keuangan.
·
Penghargaan
Non-Keuangan Penghargaan pribadi dan kepuasan atas
pencapaian kuota penjualan merupakan contoh penghargaan non-keuangan yang
diakui oleh para wiraniaga.
·
Penghargaan
Secara Keuangan Secara tipikal, kompensasi keuangan
merupakan factor yang lebih kritis bagi para wiraniaga. Dua perencanaan dasar
yang digunakan untuk kompensasi keuangan yaitu komisi dan gaji langsung.
IV.
PENGGUNAAN
PERIKLANAN UNTUK PERUSAHAAN KECIL
a. Tujuan Periklanan
Seperti
tujuan utamanya, periklanan mencari untuk menjual dengan menginformasikan,
membujuk, dan memperingatkan para konsumen dari keberadaan atau keunggulan
barang atau jasa perusahaan.
b. Jenis-jenis Periklanan
Dua
jenis utama periklanan yaitu periklanan produk dan periklanan institusi.
Periklanan produk dirancang untuk membuat para konsumen yang sadar akan barang
atau jasa tertentu. Periklanan institusi menyampaikan informasi mengenai bisnis
tersebut
c. Frekuensi Periklanan
Menentukan
berapa sering untuk mengiklankan merupakan masalah yang penting dan sangat
kompleks untuk bisnis berskala kecil.Dengan jelas, periklanan harus dilakukan
secara teratur, dan mencoba untuk mendorong minat dalam sebuah barang atau
jasa.
d. Tempat untuk Memasang Iklan
Media
periklanan harus menjangkau tapi tidak melampaui batas yang telah ditentukan, pasar
target perusahaan saat ini atau yang diinginkan oleh perusahaan.
e. Pesan
Kebanyakan
bisnis berskala kecil bergantung keahlian orang lain untuk menciptakan pesan
promosi mereka. Untungny, terdapat berbagai sumber untuk bantuan khusus agen
ini: agen periklanan, para penyalur, asosiasi perdagangan, dan media
periklanan.
f. Periklanan World Wide Web
World
Wide Web telah menyediakan cara yang sama sekali baru untuk para perusahaan
kecil untuk beriklan. Kebanyakan bisnis berskala besar sekarang telah hadir di
web dan banyak perusahaan kecil semakin bertambah di dalam menggunakan
teknologi internet.
V.
SARANA
PROMOSI PENJUALAN
Promosi
penjualan berfungsi sebagai perangsang untuk membeli produk tertentu sementara
secara tipikal menawarkan nilai pada para calon konsumen.
a.
Cinderamata
Jenis
cinderamata yang sering digunakan secara luas yaitu kalender. Jenis cinderamata
yang popular lainnya yaitu pena, gantungan kunci, gelas kopi, dan kaos.
Cinderamata dapat digunakan untuk mempromosikan sebuah produk secara langsung
atau untuk menciptakan goodwill bagi sebuah perusahaan.
b.
Penyelenggaraan
Pameran Perdagangan
Periklanan
sering tidak dapat menggantikan pengalaman percobaan dengan sebuah produk, dan
tempat bisnis seorang konsumen tidak selalu merupakan lingkungan terbaik untuk
demonstrasi produk.
c.
Publisitas
Kepentingan
tertentu bagi para pengecer karena visibilitasnya yang tinggi yaitu
publisitas.Publisitas dapat digunakan untuk mempromosikan baik produk maupun
image perusahaan, ini merupakan bagian yang vital dari hubungan masyarakat
sebuah bisnis berskala kecil.Meskipun publisitas dipertimbangkan menjadi
periklanan gratis, tipe promosi ini tidaklah selalu gratis.
d.
Kapan
Menggunakan Promosi Penjualan
Perusahaan kecil dapat
menggunakan promosi penjualan untuk memenuhi berbagai tujuan.Para pedagang
besar dapat mempromosikan untuk membujuk para pengecer membeli persediaan lebih
awal daripada biasanya, dan para pengecer dengan sarana promosi yang serupa,
mungkin dapat membujuk para konsumen untuk melakukan pembelian.
e.
Perserikatan
Strategis dan Promosi Penjualan
Bergabung
dengan perusahaan lain untuk mempromosikan produk merupakan bentuk dari
perserikatan strategis.
4. SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR GLOBAL
Peranan
Kegiatan Distribusi Dalam Pemasaran
Dalam pemasaran, distribusi mencakup prgerakan fisik
produk maupun pembentukan hubungan perantara (makelar) untuk mencapai
pergerakan.Kegiatan yang terlibat secara fisik didalam menggerakkan sebuah
produk disebut distribusi fisik atau logistik; sistem perhubungan yang dibuat
untuk menuntun pergerakan sebuah produk disebut saluran distribusi.
Fungsi
Perantara
Para perantara umumnya menyediakan alat distribusi yang
lebih efisien jika para konsumen tersebar secara luas atau jika dibutuhkan
kemasan dan penyimpanan khusus.
a.
Pemisahan
produk grosir: fungsi prantara untuk membuat kuantitas besar produk tersedia
dalam jumlah yang lebih kecil.
b.
Penganekaragaman
Produk: fungsi perantara membawa bersama-sama ini produk yang homogen menjalani
keanekaragaman yang heterogen.
c.
Pemberian
informasi: akses informasi perantara yang diberikan, termasuk data pada ukuran
pasar dan pertimbangan penetapan harga, sama baiknya dngan informasi mengenai
anggota saluran distribusi yang lain.
d.
Pengalihan
resiko: dengan menggunakan para erantara yang disebut dengan para pedagang
perantara, yang memiliki hak pada barang-barang yang mereka distribusikan,
perusahaan kecil sering dapat membagi atau secara total mengalihkan resiko
bisnis.
Jenis-jenis
Saluran Distribusi.
a.
Saluran
langsung: sistem distribusi tanpa perantara
b.
Saluran
tidak langsung: sistem distribusi dengan satau atau dua perantara
c.
Distribusi
ganda: sistem distribusi yang melibatkan lebih
dari satu saluran.
Sistem
Distribusi.
Sebuah perusahaan kecil harus juga mempertimbangkan tiga
faktor penting: Biaya, Cakupan, Pengendalian.
Memutuskan
Lingkup Distribusi Fisik
Komponen utama distribusi fisik yaitu menyimpan,
memelihara produk, syarat-syarat pengiriman dan manajer persedian.
a.
Transportasi: Cara-cara transportasi yang tersedia memiliki
kekurangan dan kelebihan. Pilihan akan cara transportasi tertentu didasarkan
pada beberapa kriteria: cost relatif, waktu perjalanan, reabilitas, kesanggupan,
kemudahan untuk ditelusuri dll.
b.
Penyimpanan:
Kekurangan tempat merupakan masalah umum bagi bisnis berskala kecil. Ketika
sistem saluran menggunakan para perantara, hak terhadap barag diindahkan,
sepert tanggung jawab untuk fngsi pnyimpanannya.
c.
Pemilihan
produk: sistem disribusi fisik harus mengatur peralatan dan metode pemeliharaan
produk yang sesuai.
d.
Syarat-syarat
pengiriman: 1. membayar biaya pengangkutan 2. memilih perusahaan pengangkutan,
3. menanggung resiko kerusakan dalam waktu perjalanan, 4. memilih cara
pengangkutan
e.
Perusahaan
Logistik: Perusahaan logistik yang mengkhususkan diri dalam jasa transportasi
dan distribusi, menyediakan jasa perusahaan truk, pengemasan dan pergudangan,
bagi perusahaan-perusahaan yang berskala kecil dan menengah dengan karyawan
yang terbatas.
Tantangan
Pemasaran Global
Memasuki pasar globa tentu sangat sulit, bahkan untuk
negara sekelas Amerika Serikat.Namun perusahaan-perusahaan kecil melihat
internet sebagai alat yang sangat kuat untuk menigkatkan visibilitas mereka
ditingkat internasional. Seorang pelaku pasar global perlu mempelajari
kebudayaan, politik, dan kekuatan ekonomi di pasar luar negri untuk menentukan
penyesuaian apa yang dibutuhkan untuk strategi pemasaran domestik.
Persiapan
Awal Untuk Pemasaran Global
Meneliti Pasar Luar Negri. Sebuah bisnis kecil seharusnya
memualai penelitian pasar luar negeri dengan mengusahakan sedapat mungkin
sumber informasi sekunder. Organisasi milik negara dan swasta juga sangat baik
untuk informasi perdagangan,pedoman perdagangan, dan database perusahaan. Menjadi
anggota dari sebuah misi perdagangan yang disponsori oleh Departemen
Perdagangan merupakan cara yang sangat baik untuk mengevaluasi pasar luar
negeri.
Menyusun
Rencana Penjualan dan Distribusi
Ekspor bukanlah satu-satunya cara untuk terlibat dalam
passar internasional. Banyak perusahaan kecil mendukung pemberian lisensi
sebagai strategi yang paling sederhana untuk melakukan perdagangan
internasional.Pemberian Lisensi, yaitu prjanjian hukum yang mengizinkan
seseorang pngusaha luar negeri untuk menggunakan desain, paten, atau merek
licensor. Sebuah perusahaan dapat juga berpartisipasi dalam penualan pasar luar
negeri melaluai joint venture dan secara keseluruhan memiliki ccabang-cabang
dipasar luar negeri.
Sumber-sumber
Keuangan
Bank
Swasta
Bank-bank besar mungkin memiliki departemen internasiona
sendiri. Para eksportir menggunakan bak untuk mengeluarkan letter of credit
komersia dan melakukan kegiatan keuangan lain yang berhubungan dengan eksport.
Letter of credit adalah perjanjian untuk memeuhi permintaan untuk pembayaran
menurut syarat-syarat tertentu.
Small Bussiness Administartion
SBA melayani perusahaan-perusahaan kecil AS terutama
melihat kantor regional,distrik, dan kantor cabangnya. Bisnis berskala kecil
baik yang telah melakukan eksport maupun berminat untuk melakukannya sehingga
menerima informasi.
BAB III
PENUTUP
Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil
kesimpulan bahwa sudah layaknyalah memiliki strategi pemasaran sendiri sebeluj
mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.
Didalam pemasaran usaha kecil yang dibuat hendaknya
haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern
perusahaan itu sendiriatau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern
perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.
Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta
meningkatkan lagi penjualannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan
yang telah berhasil menetapkan strategi pemasaran usaha kecil dengan tepat.
Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan
dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam
pasar.karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan strategi tertentu
yangtidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya,
bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan
strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan
lebih baik daripada perusahaan besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar