I.
SUMBER
DAN PENGGUNAAN DANA
a) Definisi
Manjemen keuangan
Manajemen
keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi
atau perusahaan.
b) Aktivitas
manajemen
Manajemen keuangan berhubungan
dengan 3 aktivitas, yaitu :
2. Aktivitas
perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber
dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
3. Aktivitas
pengelolaan aktiva, yaitu
setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus
dikelola seefisien mungkin.
c)
Fungsi Manajemen
Keuangan
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi
Manajemen Keuangan:
1.
Perencanaan Keuangan, membuat
rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk
periode tertentu.
2.
Penganggaran Keuangan, tindak lanjut
dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3.
Pengelolaan Keuangan, menggunakan
dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4.
Pencarian Keuangan, mencari dan
mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.
Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan
dana perusahaan serta
menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
6.
Pengendalian Keuangan, melakukan
evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7.
Pemeriksaan Keuangan, melakukan
audit internal atas keuangan perusahaan yang ada
agar tidak terjadi penyimpangan.
8.
Pelaporan keuangan, penyediaan
informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus
sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini,
maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Melakukan pengawasan atas biaya
2.
Menetapkan kebijaksanaan harga
3.
Meramalkan laba yang akan datang
4.
Mengukur atau menjajaki biaya modal
kerja
d)
Tujuan
Manajemen Keuangan
Tujuan Manajemen Keuangan adalah
untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan
demikian apabila suatu saat perusahaan dijual,
maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus
mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang
tidak diinginkan.
e)
Analisis
Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis sumber dana atau analisis
dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini
bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana
tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan
dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi
keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis
sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua
neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari
masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan
dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang
dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
1.
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka
pendeknya.
2.
Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak
dana yang di-supply oleh
pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur
perusahaan.
3.
Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan
untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua
rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
pada berbagai jenis harta.
4.
Rasio Profitabilitas, rasio ini
digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang
dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5.
Rasio Pertumbuhan, rasio ini
digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi
ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6.
Rasio Penilaian, rasio ini merupakan
ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut
mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil
pengembalian.
II.
MENGEVALUASI
KINERJA KEUANGAN
Bab ini
menguraikan elemen-elemen dasar dari sistem akuntansi. Kemudian diberikan
saran- saran bagaimana menggunakan data akuntansi untuk menarik kesimpulan
mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan. Dan memfokuskan pada pengelolaan
laporan laba rugi suatu perusahaan dengan teliti mengelola biaya yang
berhubungan dengan tingkat penjuakan perusahaan. Para pemilik dan manajer juga
harus secara efektif mengelola neraca saldo ddengan mengelola baik investasi
dalam modal kerja maupun investasi jangka panjang.
KEGIATAN AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN KECIL
a) Persyaratan
dasar untuk sistem akuntansi
Sistem
akuntansi menyusun arus informasi keuangan untuk memberikan gambaran lengkap
dari kegiatan keuangan. Bila dipikirkan, beberapa perusahaan yang sanga kecil
mungkin tidak membutuhkan laporan keuangan formal. Bagaimanapun ,sebagaian
besar perusahaan paling tidak membutuhkan laporan keuangan bulanan,yang
sebaiknya dihasilkan dari komputer.manfaat penggunaan komputer di dalam
menghasilkan informasi keuangan sangatlah besar dan biayanya sangat rendah
SISTEM
PENCATATAN
Tipe utama
catatan akuntansi internal yaitu sebagai berikut :
v Catatan
piutang usaha
v Catatan
utang usaha
v Catatan
persediaan
v Catatan
penggajian
v Catatan
kas
v Catatan
aktiva tetap
v Catatan
akuntansi lain
PAKET SOFTWARE
KOMPUTER
Paket software dapat digunakan untuk
menghasilkan catatan akuntansi yang dibutuhkan. Sebagaian besar paket software
meliputi ciri- ciri sebagai berikut :
v Suatu
buku cek yang secara otomatis mengkalkulasikan saldo kas suatu
perusahaan,mencetak cek, dan merekonsiliasokan rekening tersebut dengan laporan
bank di akhir bulan
v Persiapan
laporan laba rugi,neraca saldo ,dan laporan arus kas secara otomatis
v Suatu
anggaran kas yang membandingkan pegeluaran aktual dan pengeluaran yang
dianggarkan
v Persiapan
laporan jurnal pembantu-piutang,utang dan rekening lainnya yang memliki
aktivitas yang tinggi.
JASA AKUNTANSI
PIHAK LUAR
Daripada
memiliki seorang karywan atau anggota dari keluarga pemilik perusahaan untuk
melakukan pencatatan,suatu perusahaan mungkin memiliki catatan keuangan yang
dijaga oleh seorang akuntansi publik bersertifikat atau oleh suatu perusahaan
atau biro jasa pembukuan. Perusahaan yang sangat kecil sering menemukan hal
tersebut menyenangkan untuk memiliki orang atau perwakilan yang sama dalam
mengelolan catatan mereka dan mempersiapkan laporan keuangan dan pengembalian
pajak.
b) Alternatif
akuntansi
Perusahaan
yang sangat kecil memiliki beberapa alternatif dalam memilih sistem dan metode
akuntansi. Dua alternatif tersebut akuntansi kas versus akuntansi akrual dan
sistem single entry dan sistem double entry
I.
Akuntansi kas versus
akuntansi akrual
Perbedaan
besar antara akuntansi kas dan akrual yaitu dalam pengertian pada saat suatu
perusahaan melaporkan pendapatan dan biaya. Metode akuntansi kas melaporkan
pendapatan dan biaya hanya ketika kas diterima atau dilakukan pembayaran.
Sebaliknya,metode akuntansi akrual melaporkan pendapatan dan biaya ketika
terjadi pendapatan dan biaya tanpa menghiraukan kapan kas tersebut di terima
atau pembayaran tersebut dilakukan.
II.
Sistem single entry
versus sistem double entry
Sistem
pencatatan single entry kadang kdang masih ditemukan dalam bisnis yang berskla
sangat kecil. Bagaimanapun,ini bukan sistem rekomendasikan untuk perusahaan
yang sedang berusaha keras berkembang dan mencapai perencanaan keuangan yang
efektif. Sistem single entry tidak memasukkan neraca saldo maupun secara
langsung menghasilkan laporan rugi laba. Sistem single entry pada dasar nya
merupakan sistem buku yang membandingkan penerimaaan dan pengeluaran.
Sebaliknya tipe sistem akuntansi double entry memberikan mekanisme penyeimbngan
sendiri dalam bentuk dua pencatatan yang saling menyeimbangkan untuk setiap
transaksi yang dicatat.
c) Pengendalian
akuntansi internal
Pengendalian
internal merupakan sistem pemeriksaan dan penyesuaian yang memainkan peranan
utama di dalam melindungi aktiva suatu perusahaan dan dalam meningkatkan
keakuratan dan reliabilitas dari laporan keuangan. Pentingnya pengendalian
internal telah lama diakui dalam korporasi besar.
Membangun
pengendalian internal mungkin sulit di dalam perusahaan kecil, tapi ini tidak
kalah pentingnya untuk perusahaan besar. Tanpa adanya pengendalian internal
secara signifikan meningkatkan tidak hanya kesempatan pencurian dan kecurangan
,tapi juga keputusan buruk berdasarkan informasi akuntansi yang tidak akurat
dan tidak tepat waktu. Pengendalian internal yang efektif juga penting untuk
audit yang dilakukan oleh sorang akuntan
independen. Para akuntan publik bersertifikat tiddak bersedia untuk menyatakan
pendapat mengenai laporan keuangan suatu perusahaanjika perusahaan tersebut
memiliki kekurangan pengendalian internal yang memadai. Contoh pengendalian
internal yaitu pemisahan tugas karyawan,sehingga tiap orang yang menjalankan
pengendalian aktiva bukan orang yang sama dengan yang mencatat transaksi dalam
buku besar akuntansi. Maka karyawan yang mengumpulkan kas dari para konsumen
seharusnya tidak mengizinkan untuk merekonsiliasi laporan bank.
PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN
a. Mengevaluasi
likiuiditas perusahaan
Likuiditas
suatu bisnis di definisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
utang yang jatuh tempo. Ada dua cara untuk mengukur suatu perusahaan sekarang
ini memiliki atau memiliki sumber daya untuk membayar para kreditor ketika
utang tersebut harus dilunasi(likuiditas) yaitu dengan (1) dengan
memperbandingkan aktiva perusahaan yang relatif likuid dalam hubungannya dengan
utang yang akan dilunasi dalam waktu dekat atau (2) dengan menghitung ketepatan
waktu akan aktiva yang mudah dicairkan di ubah menjadi kas.
MENGUKUR
LIKUIDITAS :
Ø Pendekatan
1 :
Pendekatan pertama akan mengukur
likuiditas yang memperbandingkan kas dan aktiva yang seharusnya di ubah menjadi
kas dalam satu tahun dengan utang (kewajiban) yang akan jatuh tempo dan akan
dapat dibayar dalam tahun tersebut. Aktiva tersebut merupakan aktiva lancar dan
utang terdiri dari kewajiban lancar dalam neraca saldo. Sehingga ,current ratio
memperkirakan likuidaitas relatif perusahaan :
Current
ratio = 
Karena
tiga aktiva lancar utama, yaitu kas,piutang usaha, dan persedian,pengukuran
likuiditas ini dapat dibuat terbatas dengan mengecualikan persediaan,aktiva
lancar yang paling kurang likuid, dalam pembilangnya. Rasio yang direvisi ini
di sebut acid-test ratio atau quick ratio.
Acid
test ratio = 
Ø Pendekatan
2 :
Pandangan likuiditas yang kedua
meneliti kemampuan suatu perusahaan untuk mengubah piutang usaha dan persediaan
menjadi kas dengan dasar ketepatan waktu. Kemampuan untuk mengubah piutang
usaha menjadi kas dapat diukur dengan menghitung barapa lama waktu rata-rata
yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang perusahaan. Dengan kata lain,berapa
banyak hari penjualan yang belum dilunasi dalam bentuk piutang usaha dan dapat
dicari dengan menghitung periode pengumpulan piutang rata-rata.
Periode
pengumpulan piutang rata rata = 
Kita juga bisa mencapai kesimpulan yang
sama dengan menentkan perputaran piutang usaha yaitu dengan mengukur jumlah
waktu berputarnya piutang usaha dalam setahun.
Perputaran piutang
usaha = 
Untuk memperoleh beberapa pengertian
dalam likuiditas persediaan,sekarang kita perlu menentukan berapa kali
perusahaan memutarkan persediaannya selama tahun tersebut.Perputaran persedian
dikalkulasikan sebagai berikut.
Perputaran persediaan =

Perhatikan bahwa penjualan dalam ratio ini diperlihatkan
pada biaya perusahaan yang bertentangan dengan nilai pasar penuh ketika dijual.
Karena persedia berda pada biaya,ini
diperlukan juga untuk mengukur penjualan berdasarkan biaya untuk menghindarkan
jawaban yang bis. [Bagaimanapun,untuk
hal praktisnya,penjualan (pada nilai pasar penuh) sering digunakan daripada
harga pokok produksi dari para penyalur pada data norma industri. Sehingga
untuk kosistensi dalam perbandingan ,ini mungkin perlu untuk menggunakan angka
penjualan dalam pembilang.]
Perputaran persediaan dikalkulasikan sebagai berikut.
Perputaran persediaan =

b. Menetapkan
kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba operasional
Seluruh
modal dari para investor menjadi total aktiva perusahaan. Aktiva ini di
investasikan untuk untuk tujuan kilat dalam menghasilkan laba operasional-laba
yang kemudian didistribusikan pada para kreditor dan pemegang saham.
Perbandingan laba persioanal dan total aktiva yang di investasikan
mengungkapkan tingkat return yang akan diperoleh pada semua modal.
Laba-
dan yang lebih penting,arus kas-kemudian dibagi pada tiap investor atau grup
investasi menurut syarat perjanjian investasi. Berdasarkan jumlah laba yang
mengalir pada masing-masing investor,tingkat return masing –masing investasi
dapat dihitung.
MENGUKUR
RETURN ON INVESTMENT SUATU PERUSAHAAN
Langkah
pertama dalam menganalis return on investment suatu p[erusahaan yaitu menemukan
tingkat return pada total modal yang di investasikan (modal dari semua
investor)-tingkat return yang bebas dari bagaomana perusahaan tersebut didanai
(utang versus ekuitas). Tingkat ini didapat dengan menghiug operating
income/laba operasional (laba sebelum bunga dan pajak) dengan total aktiva atau
modal yang di investasikan. Operating income return on investment dihitung
sebagai berikut.
OIROI
= 
MEMAHAMI
HASIL RETURN ON INVESMENT
Jika
return perusahaan dibawah rata rata,perusahaan dapat mengetahi mengapa return
tersebut dibawah rata rata. Untuk mendapatkan pemahaman lebih bayak,para
pemilik dapat memisahkan operating return on investment ke dalam dua komponen
penting :margin laba operasional dan perputaran total aktiva.
Margin
laba operasional dikalkulasikan sebagai berikut.
Margin
laba oprasional = 
Margin
laba operasional menunjukkan seberapa baikna suatu perusahaan mengelola laporan
rugi labanya yaitu seberapa baiknya suatu perusahaan mengelola kegiatan
yangmempengaruhi pendapatannya. Terdapat lima daktor/kekuatan pendorong,yang
mempengaruhi margin laba operssioanal dan sebaliknya,operating return on
investment
1. Jumlah
unit barang dan jasa di jual (volume)
2. Rata
rata harga penjulan untuk setiap unit barang dan jasa (harga jual)
3. Biaya
pembuatan atau perolehan produk perusahaan (harga pokok produksi)
4. Kemampuan
untuk mengendalikan biaya umum dan administrasi (biaya operasional)
5. Kemampua
untuk mengendalikan biaya dalam pemasaran dan pendistribusian produk perusahaan
(biaya opersional)
Komponen
kedua dari operating income return on investment adalah perputaran total aktiva
yang dikalkulasikan sebagai berikut.
Perputaran
total aktiva = 
Dengan
menggunakan hasil dua rasio keuangan terdahulu,kita dapat mengulangi operationg
income returnt on investment.
OIROI
=
x 
c. Mengukur
penggunaan perndanaan utang atau modal sebuah perusahaan
Penggunaan
utang atau financial leverafe,dapat meningkatkan return on equity suatu
perusahaan,tapi dengan beberapa risiko yang terlibat.
Rasio
utang dikalkulasikan sebagai berikut
Rasio
utang = 
Hubungan
yang sama dapat dinyatakan sebagai debt –equity ratio yang membagi total utang
dengan otal ekuitas daripada total utang yang dibagi dengan total aktiva.
Perspektif
kedua terhadap keputusan pendanaaan suatu perusahaan dapat diperoleh dengan
melihat laporan laba rugi. Ketika suatu perusahaan meminjam uang,ini dibutuhkan
pada tingkat minimal,untuk membayar bunga pada utang tersebut. Sehingga
menentukan jumlah laba operasional yang tersedia untuk membayar bunga yang
memberikan informasi berharga untuk suatu perusahaan. Dinyatakan sebagai sutatu
perbandingan perhitungan tersebut menunjukan jumlah waktu perusahaan dalam
memperoleh bunganya. Sehingga times interst earned ratio yang biasa digunakan
dalam meneliti posisi utang. Perbandingan ini dikalkulasi sebagai berikut
Times
interest earned ratio = 
d. Mengevaluasi
tingkat return yang diperoleh atas investasi para pemilik
Kita
harus menentukan apakah keuntungan yang tersedia bagi para pemilik (pemegang
saham) perusahaan merupakan hal yang menarik bila dibandingkan ddengan return
para pemilik dari perusahaan serupa dalam industri yang sama. Return atas modal
ekuitas para pemilik dapat di ukur sebagai berikut.
Return
on equity = 
III.
MENGELOLA
AKTIVA PERUSAHAAN
A. Siklus
modal kerja
Manajemen modal kerja –mengelola
aktiva jangka pendek (aktiva lancar) dan sumber pendanaan angka pendek (utang
lancar)-yang luar biasa pentingnya untuk sebagian besar perusahaan kecil
Masalah utama dalam manajemen modal
kerja yaitu untuk menghindari kehabisan kas. Dan memahami bagaimana mengelola
kas dengan efektif membutuhkan pengetahuan dan siklus modal kerja.
Modal kerja bersih terutama terdiri
dari tiga aktiva kas ,piutang usaha , dan persedian dikurangi dua sumber utang
jangka pendek-utag usaha dan akrual. Siklus modal kerja suatu perusahaan
merupakan aliran sumber daya melalui rekening-rekening ini sebagai bagaian dari
operasional perusahaan dari hari ke hari. Langkah-langkah dalam siklus modal
kerja yaitu sebagai berikut :
1. membeli
atau memproduksi persedian untuk penjualan yang meningkatkan utang usaha-mengasumsikan
pembelian tersebut merupakan pembelian kredit-dan meningkatkan persedian di
tangan
2. (a).
Menjual persediaan untuk kas yang meningkatkan kas atau (b). Menjual persediaan
secara kredit yang meningkatkan piutang usaha
3. (a).membayar
utang usaha yang mengurangi utang usaha dan mengurangi kas.(b).membyar biaya
oiperasi dan pajak yang mengurangi kas.
4. Mengumpulkan
piutang usaha ketika dilunasi yang mengurangi piutang usaha dan meningkatkan
kas
5. Memulai
siklus kembali
Pemilihan Waktu Dan
Ukuran Investasi Modal Kerja
Ini
penting sekali bahwa para pemilik perusahaan klecil memahami siklus modal
kerja,supya baik pemilihan waktu investasi maupun ukuran investasi (sebagai
contoh jumlah yang di[erlukan untuk mengelola persediaan dan piutang usaha).
Gambar
dibawah ini menunjukkan urutan kronologis dari siklus modal kerja hipotesis.
Garis waktu menggambarkan pesanan yang terbentang dalam peristiwa,di mulai
dengan investasi dalam persediaan dan berakhir dengan pengumpulan piutang
usaha. Tanggal-tanggal utama dalam gambar tersebut adalah sebagai berikut :
Hari
a : persediaan dipesan sebagai antisipasi akan penjualan yang akan datang
Hari
b : persediaan diterima
Hari
c : persediaaan dijual secara kredit
Hari
d : utang usaha jatuh tempo dan di bayar
Hari
e : piutang usaha dikumpulkan

Penganggaran Kas
Anggaran
kas merupakan alat untuk mengelola arus kas. Anggaran ini secara khusus
mengkhawatirkan dolar yang diterima dan yang dikeluarkan. Sebaliknya,laporan laba
rugi mempertimbangkan hal hal yang ada sebelum hal hal tersebut mempengaruhi
kas-sebagai contoh,biaya yang telah terjadi tapi belum dibayar dan pendapatan
yang diperoleh tapi belum di terima
Dengan
menggunakan anggaran kas,seorang wirausaha dapat meramalkan dan merencanakan
arus kas bisnis. Tak ada dokumen perencanaan tunggal yang lebih penting dalam
kehidupan peruhaan kecil,untudk menghindari perhindari permasalahan pada harus
kas ketika kas menipis maupun untuk mengantisipasi kesempatan dinvestasi jika
tersedia kas yang berlebihan.
B. Mengelola
piutang usaha
Siklus kehidupan piutang usaha
bermula dari penjualan kredit. Dengan sebagian besar bisnis daktur kemudian
deipersiapanka dan dikirimkan pad pembeli. Ketika faktur diterima,pembeli
memprosesnya,mepersiapkan cek dan mengirimkan cek tersebutuntuk pembayaran pada
penjual.
Beberapa bisnis dbeskla kecil
mempercepat arus kas dari piutang usaha dengan peminjaman terhadap piutang
usaha. Dengan mendanai piutang,perusahaan ini sering dapat menjamin penggunaan uang
mereka 30 sampai 60 hari lebih awal daripada yang mungkin akan terjadi
sebaiknya. Meskipun praktik ini dulu dikonsentrasi sebagaian besar dalam bisnis
garmen,praktik tersebut diperluas pda banyaktipe bisnis berskala kecil lainnya.
Tersedia dua tipe pendanaan piutnag
usaha. Tipe pertama menggunakan piutang usaha yang dijamin sebagai jaminan
untuk pinjaman. Pembayaran yang diterima dari para konsumen ditujukan pada
lembaga pemberi pinjaman untuk melunasi pinjaman. Dalam tipe pendanaan
yang kedua ,suatu bisnis menjula piutang usahanya pada perusahaan
pemberi kredit dengan demikian mengasumsikan risiko utang yang tidak di tagih
yang berhubungan dengan piutang yang di telitinya.
C. Mengelola
persediaan
Persediaan merupakan “ kejahatan
yang diperlukan” dalam sisitem manajemen keuangan. Ini diperlukan karena
penawaran dan permintaan tidak dapat dikelola dengan tepat serupa dengan
operasional dari hari ke hari,ini merupakan “kejahatan” karena mengikat dana
sehingga tidak aktif berproduksi.
Mengurangi Persediaan
Untuk Membebaskan Kas
Persediaan
merupakan permasalahan yang lebih besar
untuk beberapa bisnis berskala kecil daripada yang lain. Suatu perusahaan
manufaktur ,di lain pihak ,memiliki beberapa persediaan bahan mentah ,produk
dalam proses dan produk selesai. Juga para pengecer dan pedagang besar terutama
yang memiliki tingkat perputaran persediaaan yang tinggi ,seperti perusahaan
dalam distribusi bahan pangan ,terus menerus terlibat dalam memecahkan
permasalahan manajemen persediaan.
Mengendalikan Pengadaan
Persediaan
Para
manajer bisnis berskala kecil cenderung membeli banyak persediaan untuk beberapa alasan. Pertama,anusiasisme seorang
wirausaha mungkin mendorongnya untuk meramalkan permintaan yang lebi
D. Mengelola
utang usaha
E. Penganggaran
modal
F. Kurangnya
analisis penganggran modal
IV.
RISIKO
DAN ASURANSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar