Senin, 24 Maret 2014

MANAJEMEN KEUANGAN DI DALAM PERUSAHAAN WIRAUSAHA



       I.            SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
a)      Definisi Manjemen keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
b)      Aktivitas manajemen
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
1.      Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
2.      Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
3.      Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

c)      Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
1.      Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2.      Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3.      Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4.      Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.      Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
6.      Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7.      Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
8.      Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi



Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Melakukan pengawasan atas biaya
2.      Menetapkan kebijaksanaan harga
3.      Meramalkan laba yang akan datang
4.      Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

d)     Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
e)      Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :       
1.      Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
2.      Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
3.      Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
4.      Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5.      Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6.      Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

    II.            MENGEVALUASI KINERJA KEUANGAN
Bab ini menguraikan elemen-elemen dasar dari sistem akuntansi. Kemudian diberikan saran- saran bagaimana menggunakan data akuntansi untuk menarik kesimpulan mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan. Dan memfokuskan pada pengelolaan laporan laba rugi suatu perusahaan dengan teliti mengelola biaya yang berhubungan dengan tingkat penjuakan perusahaan. Para pemilik dan manajer juga harus secara efektif mengelola neraca saldo ddengan mengelola baik investasi dalam modal kerja maupun investasi jangka panjang.
KEGIATAN AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN KECIL
a)      Persyaratan dasar untuk sistem akuntansi
Sistem akuntansi menyusun arus informasi keuangan untuk memberikan gambaran lengkap dari kegiatan keuangan. Bila dipikirkan, beberapa perusahaan yang sanga kecil mungkin tidak membutuhkan laporan keuangan formal. Bagaimanapun ,sebagaian besar perusahaan paling tidak membutuhkan laporan keuangan bulanan,yang sebaiknya dihasilkan dari komputer.manfaat penggunaan komputer di dalam menghasilkan informasi keuangan sangatlah besar dan biayanya sangat rendah
SISTEM PENCATATAN
Tipe utama catatan akuntansi internal yaitu sebagai berikut :
v  Catatan piutang usaha
v  Catatan utang usaha
v  Catatan persediaan
v  Catatan penggajian
v  Catatan kas
v  Catatan aktiva tetap
v  Catatan akuntansi lain




PAKET SOFTWARE KOMPUTER
            Paket software dapat digunakan untuk menghasilkan catatan akuntansi yang dibutuhkan. Sebagaian besar paket software meliputi ciri- ciri sebagai berikut :
v  Suatu buku cek yang secara otomatis mengkalkulasikan saldo kas suatu perusahaan,mencetak cek, dan merekonsiliasokan rekening tersebut dengan laporan bank di akhir bulan
v  Persiapan laporan laba rugi,neraca saldo ,dan laporan arus kas secara otomatis
v  Suatu anggaran kas yang membandingkan pegeluaran aktual dan pengeluaran yang dianggarkan
v  Persiapan laporan jurnal pembantu-piutang,utang dan rekening lainnya yang memliki aktivitas yang tinggi.

JASA AKUNTANSI PIHAK LUAR
Daripada memiliki seorang karywan atau anggota dari keluarga pemilik perusahaan untuk melakukan pencatatan,suatu perusahaan mungkin memiliki catatan keuangan yang dijaga oleh seorang akuntansi publik bersertifikat atau oleh suatu perusahaan atau biro jasa pembukuan. Perusahaan yang sangat kecil sering menemukan hal tersebut menyenangkan untuk memiliki orang atau perwakilan yang sama dalam mengelolan catatan mereka dan mempersiapkan laporan keuangan dan pengembalian pajak.
b)      Alternatif akuntansi
Perusahaan yang sangat kecil memiliki beberapa alternatif dalam memilih sistem dan metode akuntansi. Dua alternatif tersebut akuntansi kas versus akuntansi akrual dan sistem single entry dan sistem double entry
                               I.            Akuntansi kas versus akuntansi akrual
Perbedaan besar antara akuntansi kas dan akrual yaitu dalam pengertian pada saat suatu perusahaan melaporkan pendapatan dan biaya. Metode akuntansi kas melaporkan pendapatan dan biaya hanya ketika kas diterima atau dilakukan pembayaran. Sebaliknya,metode akuntansi akrual melaporkan pendapatan dan biaya ketika terjadi pendapatan dan biaya tanpa menghiraukan kapan kas tersebut di terima atau pembayaran tersebut dilakukan.
                            II.            Sistem single entry versus sistem double entry
Sistem pencatatan single entry kadang kdang masih ditemukan dalam bisnis yang berskla sangat kecil. Bagaimanapun,ini bukan sistem rekomendasikan untuk perusahaan yang sedang berusaha keras berkembang dan mencapai perencanaan keuangan yang efektif. Sistem single entry tidak memasukkan neraca saldo maupun secara langsung menghasilkan laporan rugi laba. Sistem single entry pada dasar nya merupakan sistem buku yang membandingkan penerimaaan dan pengeluaran. Sebaliknya tipe sistem akuntansi double entry memberikan mekanisme penyeimbngan sendiri dalam bentuk dua pencatatan yang saling menyeimbangkan untuk setiap transaksi yang dicatat.

c)      Pengendalian akuntansi internal
Pengendalian internal merupakan sistem pemeriksaan dan penyesuaian yang memainkan peranan utama di dalam melindungi aktiva suatu perusahaan dan dalam meningkatkan keakuratan dan reliabilitas dari laporan keuangan. Pentingnya pengendalian internal telah lama diakui dalam korporasi besar.
Membangun pengendalian internal mungkin sulit di dalam perusahaan kecil, tapi ini tidak kalah pentingnya untuk perusahaan besar. Tanpa adanya pengendalian internal secara signifikan meningkatkan tidak hanya kesempatan pencurian dan kecurangan ,tapi juga keputusan buruk berdasarkan informasi akuntansi yang tidak akurat dan tidak tepat waktu. Pengendalian internal yang efektif juga penting untuk audit yang  dilakukan oleh sorang akuntan independen. Para akuntan publik bersertifikat tiddak bersedia untuk menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan suatu perusahaanjika perusahaan tersebut memiliki kekurangan pengendalian internal yang memadai. Contoh pengendalian internal yaitu pemisahan tugas karyawan,sehingga tiap orang yang menjalankan pengendalian aktiva bukan orang yang sama dengan yang mencatat transaksi dalam buku besar akuntansi. Maka karyawan yang mengumpulkan kas dari para konsumen seharusnya tidak mengizinkan untuk merekonsiliasi laporan bank.
PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN
a.       Mengevaluasi likiuiditas perusahaan
Likuiditas suatu bisnis di definisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban utang yang jatuh tempo. Ada dua cara untuk mengukur suatu perusahaan sekarang ini memiliki atau memiliki sumber daya untuk membayar para kreditor ketika utang tersebut harus dilunasi(likuiditas) yaitu dengan (1) dengan memperbandingkan aktiva perusahaan yang relatif likuid dalam hubungannya dengan utang yang akan dilunasi dalam waktu dekat atau (2) dengan menghitung ketepatan waktu akan aktiva yang mudah dicairkan di ubah menjadi kas.
            MENGUKUR LIKUIDITAS :
Ø  Pendekatan 1 :
Pendekatan pertama akan mengukur likuiditas yang memperbandingkan kas dan aktiva yang seharusnya di ubah menjadi kas dalam satu tahun dengan utang (kewajiban) yang akan jatuh tempo dan akan dapat dibayar dalam tahun tersebut. Aktiva tersebut merupakan aktiva lancar dan utang terdiri dari kewajiban lancar dalam neraca saldo. Sehingga ,current ratio memperkirakan likuidaitas relatif perusahaan :
Current ratio =
Karena tiga aktiva lancar utama, yaitu kas,piutang usaha, dan persedian,pengukuran likuiditas ini dapat dibuat terbatas dengan mengecualikan persediaan,aktiva lancar yang paling kurang likuid, dalam pembilangnya. Rasio yang direvisi ini di sebut acid-test ratio atau quick ratio.
Acid test ratio =
Ø  Pendekatan 2 :
Pandangan likuiditas yang kedua meneliti kemampuan suatu perusahaan untuk mengubah piutang usaha dan persediaan menjadi kas dengan dasar ketepatan waktu. Kemampuan untuk mengubah piutang usaha menjadi kas dapat diukur dengan menghitung barapa lama waktu rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang perusahaan. Dengan kata lain,berapa banyak hari penjualan yang belum dilunasi dalam bentuk piutang usaha dan dapat dicari dengan menghitung periode pengumpulan piutang rata-rata.

Periode pengumpulan piutang rata rata =

Kita juga bisa mencapai kesimpulan yang sama dengan menentkan perputaran piutang usaha yaitu dengan mengukur jumlah waktu berputarnya piutang usaha dalam setahun.
Perputaran piutang usaha =
          Untuk memperoleh beberapa pengertian dalam likuiditas persediaan,sekarang kita perlu menentukan berapa kali perusahaan memutarkan persediaannya selama tahun tersebut.Perputaran persedian dikalkulasikan sebagai berikut.
Perputaran persediaan =
            Perhatikan bahwa penjualan dalam ratio ini diperlihatkan pada biaya perusahaan yang bertentangan dengan nilai pasar penuh ketika dijual. Karena persedia  berda pada biaya,ini diperlukan juga untuk mengukur penjualan berdasarkan biaya untuk menghindarkan jawaban yang bis.  [Bagaimanapun,untuk hal praktisnya,penjualan (pada nilai pasar penuh) sering digunakan daripada harga pokok produksi dari para penyalur pada data norma industri. Sehingga untuk kosistensi dalam perbandingan ,ini mungkin perlu untuk menggunakan angka penjualan dalam pembilang.]
            Perputaran persediaan dikalkulasikan sebagai berikut.
Perputaran persediaan =

b.      Menetapkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba operasional
Seluruh modal dari para investor menjadi total aktiva perusahaan. Aktiva ini di investasikan untuk untuk tujuan kilat dalam menghasilkan laba operasional-laba yang kemudian didistribusikan pada para kreditor dan pemegang saham. Perbandingan laba persioanal dan total aktiva yang di investasikan mengungkapkan tingkat return yang akan diperoleh pada semua modal.
Laba- dan yang lebih penting,arus kas-kemudian dibagi pada tiap investor atau grup investasi menurut syarat perjanjian investasi. Berdasarkan jumlah laba yang mengalir pada masing-masing investor,tingkat return masing –masing investasi dapat dihitung.
            MENGUKUR RETURN ON INVESTMENT SUATU PERUSAHAAN
Langkah pertama dalam menganalis return on investment suatu p[erusahaan yaitu menemukan tingkat return pada total modal yang di investasikan (modal dari semua investor)-tingkat return yang bebas dari bagaomana perusahaan tersebut didanai (utang versus ekuitas). Tingkat ini didapat dengan menghiug operating income/laba operasional (laba sebelum bunga dan pajak) dengan total aktiva atau modal yang di investasikan. Operating income return on investment dihitung sebagai berikut.
            OIROI =
          MEMAHAMI HASIL RETURN ON INVESMENT
Jika return perusahaan dibawah rata rata,perusahaan dapat mengetahi mengapa return tersebut dibawah rata rata. Untuk mendapatkan pemahaman lebih bayak,para pemilik dapat memisahkan operating return on investment ke dalam dua komponen penting :margin laba operasional dan perputaran total aktiva.
Margin laba operasional dikalkulasikan sebagai berikut.
            Margin laba oprasional =




Margin laba operasional menunjukkan seberapa baikna suatu perusahaan mengelola laporan rugi labanya yaitu seberapa baiknya suatu perusahaan mengelola kegiatan yangmempengaruhi pendapatannya. Terdapat lima daktor/kekuatan pendorong,yang mempengaruhi margin laba operssioanal dan sebaliknya,operating return on investment
1.      Jumlah unit barang dan jasa di jual (volume)
2.      Rata rata harga penjulan untuk setiap unit barang dan jasa (harga jual)
3.      Biaya pembuatan atau perolehan produk perusahaan (harga pokok produksi)
4.      Kemampuan untuk mengendalikan biaya umum dan administrasi (biaya operasional)
5.      Kemampua untuk mengendalikan biaya dalam pemasaran dan pendistribusian produk perusahaan (biaya opersional)

Komponen kedua dari operating income return on investment adalah perputaran total aktiva yang dikalkulasikan sebagai berikut.
            Perputaran total aktiva =
Dengan menggunakan hasil dua rasio keuangan terdahulu,kita dapat mengulangi operationg income returnt on investment.
            OIROI =   x 

c.       Mengukur penggunaan perndanaan utang atau modal sebuah perusahaan
Penggunaan utang atau financial leverafe,dapat meningkatkan return on equity suatu perusahaan,tapi dengan beberapa risiko yang terlibat.
            Rasio utang dikalkulasikan sebagai berikut
                        Rasio utang =
Hubungan yang sama dapat dinyatakan sebagai debt –equity ratio yang membagi total utang dengan otal ekuitas daripada total utang yang dibagi dengan total aktiva.
Perspektif kedua terhadap keputusan pendanaaan suatu perusahaan dapat diperoleh dengan melihat laporan laba rugi. Ketika suatu perusahaan meminjam uang,ini dibutuhkan pada tingkat minimal,untuk membayar bunga pada utang tersebut. Sehingga menentukan jumlah laba operasional yang tersedia untuk membayar bunga yang memberikan informasi berharga untuk suatu perusahaan. Dinyatakan sebagai sutatu perbandingan perhitungan tersebut menunjukan jumlah waktu perusahaan dalam memperoleh bunganya. Sehingga times interst earned ratio yang biasa digunakan dalam meneliti posisi utang. Perbandingan ini dikalkulasi sebagai berikut
Times interest earned ratio =
d.      Mengevaluasi tingkat return yang diperoleh atas investasi para pemilik
Kita harus menentukan apakah keuntungan yang tersedia bagi para pemilik (pemegang saham) perusahaan merupakan hal yang menarik bila dibandingkan ddengan return para pemilik dari perusahaan serupa dalam industri yang sama. Return atas modal ekuitas para pemilik dapat di ukur sebagai berikut.
            Return on equity =


 III.            MENGELOLA AKTIVA PERUSAHAAN

A.    Siklus modal kerja
Manajemen modal kerja –mengelola aktiva jangka pendek (aktiva lancar) dan sumber pendanaan angka pendek (utang lancar)-yang luar biasa pentingnya untuk sebagian besar perusahaan kecil
Masalah utama dalam manajemen modal kerja yaitu untuk menghindari kehabisan kas. Dan memahami bagaimana mengelola kas dengan efektif membutuhkan pengetahuan dan siklus modal kerja.
Modal kerja bersih terutama terdiri dari tiga aktiva kas ,piutang usaha , dan persedian dikurangi dua sumber utang jangka pendek-utag usaha dan akrual. Siklus modal kerja suatu perusahaan merupakan aliran sumber daya melalui rekening-rekening ini sebagai bagaian dari operasional perusahaan dari hari ke hari. Langkah-langkah dalam siklus modal kerja yaitu sebagai berikut :
1.      membeli atau memproduksi persedian untuk penjualan yang meningkatkan utang usaha-mengasumsikan pembelian tersebut merupakan pembelian kredit-dan meningkatkan persedian di tangan
2.      (a). Menjual persediaan untuk kas yang meningkatkan kas atau (b). Menjual persediaan secara kredit yang meningkatkan piutang usaha
3.      (a).membayar utang usaha yang mengurangi utang usaha dan mengurangi kas.(b).membyar biaya oiperasi dan pajak yang mengurangi kas.
4.      Mengumpulkan piutang usaha ketika dilunasi yang mengurangi piutang usaha dan meningkatkan kas
5.      Memulai siklus kembali

Pemilihan Waktu Dan Ukuran Investasi Modal Kerja
Ini penting sekali bahwa para pemilik perusahaan klecil memahami siklus modal kerja,supya baik pemilihan waktu investasi maupun ukuran investasi (sebagai contoh jumlah yang di[erlukan untuk mengelola persediaan dan piutang usaha).
Gambar dibawah ini menunjukkan urutan kronologis dari siklus modal kerja hipotesis. Garis waktu menggambarkan pesanan yang terbentang dalam peristiwa,di mulai dengan investasi dalam persediaan dan berakhir dengan pengumpulan piutang usaha. Tanggal-tanggal utama dalam gambar tersebut adalah sebagai berikut :
            Hari a : persediaan dipesan sebagai antisipasi akan penjualan yang akan datang
            Hari b : persediaan diterima
            Hari c : persediaaan dijual secara kredit
            Hari d : utang  usaha jatuh tempo dan di bayar
            Hari e : piutang usaha dikumpulkan
     
Penganggaran Kas
Anggaran kas merupakan alat untuk mengelola arus kas. Anggaran ini secara khusus mengkhawatirkan dolar yang diterima dan yang dikeluarkan. Sebaliknya,laporan laba rugi mempertimbangkan hal hal yang ada sebelum hal hal tersebut mempengaruhi kas-sebagai contoh,biaya yang telah terjadi tapi belum dibayar dan pendapatan yang diperoleh tapi belum di terima
Dengan menggunakan anggaran kas,seorang wirausaha dapat meramalkan dan merencanakan arus kas bisnis. Tak ada dokumen perencanaan tunggal yang lebih penting dalam kehidupan peruhaan kecil,untudk menghindari perhindari permasalahan pada harus kas ketika kas menipis maupun untuk mengantisipasi kesempatan dinvestasi jika tersedia kas yang berlebihan.

B.     Mengelola piutang usaha
Siklus kehidupan piutang usaha bermula dari penjualan kredit. Dengan sebagian besar bisnis daktur kemudian deipersiapanka dan dikirimkan pad pembeli. Ketika faktur diterima,pembeli memprosesnya,mepersiapkan cek dan mengirimkan cek tersebutuntuk pembayaran pada penjual.
Beberapa bisnis dbeskla kecil mempercepat arus kas dari piutang usaha dengan peminjaman terhadap piutang usaha. Dengan mendanai piutang,perusahaan ini sering dapat menjamin penggunaan uang mereka 30 sampai 60 hari lebih awal daripada yang mungkin akan terjadi sebaiknya. Meskipun praktik ini dulu dikonsentrasi sebagaian besar dalam bisnis garmen,praktik tersebut diperluas pda banyaktipe bisnis berskala kecil lainnya.
Tersedia dua tipe pendanaan piutnag usaha. Tipe pertama menggunakan piutang usaha yang dijamin sebagai jaminan untuk pinjaman. Pembayaran yang diterima dari para konsumen ditujukan pada lembaga pemberi pinjaman untuk melunasi pinjaman. Dalam tipe  pendanaan  yang kedua ,suatu bisnis menjula piutang usahanya pada perusahaan pemberi kredit dengan demikian mengasumsikan risiko utang yang tidak di tagih yang berhubungan dengan piutang yang di telitinya.

C.     Mengelola persediaan
Persediaan merupakan “ kejahatan yang diperlukan” dalam sisitem manajemen keuangan. Ini diperlukan karena penawaran dan permintaan tidak dapat dikelola dengan tepat serupa dengan operasional dari hari ke hari,ini merupakan “kejahatan” karena mengikat dana sehingga tidak aktif berproduksi.

Mengurangi Persediaan Untuk Membebaskan Kas
Persediaan  merupakan permasalahan yang lebih besar untuk beberapa bisnis berskala kecil daripada yang lain. Suatu perusahaan manufaktur ,di lain pihak ,memiliki beberapa persediaan bahan mentah ,produk dalam proses dan produk selesai. Juga para pengecer dan pedagang besar terutama yang memiliki tingkat perputaran persediaaan yang tinggi ,seperti perusahaan dalam distribusi bahan pangan ,terus menerus terlibat dalam memecahkan permasalahan manajemen persediaan.
Mengendalikan Pengadaan Persediaan
Para manajer bisnis berskala kecil cenderung membeli banyak persediaan untuk  beberapa alasan. Pertama,anusiasisme seorang wirausaha mungkin mendorongnya untuk meramalkan permintaan yang lebi
D.    Mengelola utang usaha
E.     Penganggaran modal
F.      Kurangnya analisis penganggran modal

 IV.            RISIKO DAN ASURANSI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll